LEMBANG, WWW.PASJABAR.COM – Sebuah tembok penahan tanah di Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengalami longsor pada Senin (5/5/2025) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Lembang sejak Minggu malam, menyebabkan struktur tanah menjadi labil dan akhirnya ambrol.
Longsor yang berasal dari tembok penahan tanah salah satu tempat wisata ini berdampak cukup besar terhadap kehidupan warga.
Akses jalan utama warga terputus, dan saluran air bersih yang biasa digunakan masyarakat sekitar ikut terseret material longsoran.
Selain itu, area perkebunan warga rusak tertimbun tanah, dan satu rumah warga mengalami retakan cukup serius pada bagian tembok akibat pergeseran tanah.
Karyana, warga setempat yang rumahnya terdampak, menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi longsor susulan.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menangani situasi ini agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian lebih besar.
“Kami khawatir kalau hujan turun lagi bisa terjadi longsor susulan. Apalagi jalan sudah tertutup total, dan air bersih juga tidak mengalir. Kami harap pemerintah bisa segera membantu penanganannya,” ujar Karyana saat ditemui di lokasi.
Hingga saat ini, warga sekitar masih berupaya membersihkan sisa-sisa material longsoran secara swadaya. Namun, keterbatasan alat dan tenaga membuat proses pembersihan berjalan lambat.
Warga berharap bantuan dari pemerintah daerah maupun BPBD segera datang, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital yang digunakan untuk aktivitas harian.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui dinas terkait diharapkan segera melakukan asesmen dan memberikan solusi jangka pendek maupun panjang.
Guna mencegah bencana serupa terulang kembali, terutama di wilayah rawan longsor seperti Lembang. (uby)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

h













