CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 17 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

BPOM: Tiga Faktor Penyebab Keracunan dalam Program MBG

Hanna Hanifah
15 Mei 2025
keracunan mbg

Petugas menata peralatan masak usai peresmian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten. (foto: Antara)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan tiga penyebab utama kasus keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Ketiga faktor tersebut adalah kontaminasi, pertumbuhan dan perkembangan bakteri, serta kegagalan pengendalian keamanan pangan.

Temuan ini menjadi bahan evaluasi penting demi perbaikan program ke depan.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyebut pihaknya telah mengidentifikasi 17 kejadian luar biasa (KLB) keracunan yang terkait program MBG, yang tersebar di 10 provinsi.

Baca juga:   Timnas Indonesia dan Bangladesh Lakukan Latihan Uji Lapangan di Stadion Si Jalak Harupat

Ia menuturkan bahwa salah satu bentuk kontaminasi yang ditemukan adalah adanya sumber cemaran. Dari bahan mentah maupun lingkungan pengolahan makanan.

“Kontaminasi awal pangan bisa berasal dari bahan mentah dan lingkungan dapur. Atau penjamah makanan,” ujar Taruna dalam rapat bersama DPR RI di Jakarta, Kamis (15/5/2025), dilansir dari Antara.

Terkait pertumbuhan bakteri, Taruna menjelaskan hal tersebut dipicu oleh pengolahan makanan yang tidak sesuai. Seperti waktu masak yang terlalu singkat atau proses distribusi yang terlambat. Sehingga makanan dikonsumsi dalam kondisi kurang aman.

Baca juga:   PP ITMI Menggelar Tadarus Alquran Braile Secara Nasional

Selain itu, kegagalan dalam pengendalian keamanan pangan. Khususnya menyangkut aspek hygiene dan sanitasi dapur, turut menjadi penyebab keracunan.

“Sebagian dapur perlu dievaluasi, bahkan mungkin diperbaiki,” tambahnya.

Taruna juga menggarisbawahi beberapa kelemahan sistem yang turut memicu KLB. Seperti kurang lengkapnya data epidemiologi, parameter uji yang tidak spesifik. Serta belum optimalnya penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

Ia menyatakan BPOM siap memperkuat kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Baca juga:   UKM Olah Raga Tradisional STKIP Pasundan Lestarikan Budaya Sunda

Namun, ia menyayangkan BPOM selama ini baru dilibatkan setelah kejadian KLB terjadi.

“Kami harap BGN dapat lebih awal melibatkan kami dalam proses pengawasan. Selama ini, kami baru dilibatkan ketika kejadian sudah terjadi,” jelasnya.

Taruna pun meminta dukungan DPR RI agar dapat memfasilitasi sinkronisasi kinerja antara BPOM dan BGN. Demi menjamin keamanan program makanan nasional tersebut. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Badan Pengawas Obat dan MakananBpomkeracunan mbgprogram makan bergizi gratis


Related Posts

keracunan mbg cimahi
HEADLINE

Puluhan Pelajar Cimahi Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG

26 Februari 2026
program makan bergizi gratis
HEADLINE

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai Serentak 8 Januari 2026

26 Desember 2025
Menteri Koperasi
HEADLINE

Menteri Koperasi Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Optimal

22 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

instagram/@zonanaetral5
HEADLINE

Hasil Piala AFF U-17 2026: Indonesia Takluk 0-1 dari Malaysia, Langkah ke Semifinal Terancam!

16 April 2026

GRESIK, WWW.PASJABAR.COM – Sebagai tuan rumah ajang ASEAN U-17 Boys' Championship 2026, Timnas Indonesia harus menelan pil...

pasundan law fair 2026

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
harga plastik

Kenaikan Harga Plastik Picu Penurunan Sampah di Kota Cimahi

16 April 2026
Agus Sutisna

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

16 April 2026
remaja hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026

Highlights

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.