BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana menerapkan kebijakan pemeriksaan dan tes kesehatan paripurna bagi setiap pasangan yang akan menikah di wilayah Jawa Barat.
Kebijakan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah penyebaran penyakit bawaan dan menular. Khususnya HIV, demi melindungi generasi mendatang.
Menurut Dedi Mulyadi, pemeriksaan dan tes kesehatan bagi calon pasangan pengantin bukan sekadar formalitas. Melainkan upaya nyata untuk membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.
Ia menyatakan bahwa kebijakan serupa pernah diterapkan saat dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Dan terbukti memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat.
“Kita ingin generasi mendatang terhindar dari penyakit yang bisa dicegah sejak dini. Maka pemeriksaan kesehatan paripurna ini menjadi penting. Dan akan diterapkan secara menyeluruh di Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM.
Dedi menjelaskan, formula pelaksanaan kebijakan tersebut tengah disusun agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan memberikan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi pasangan dari kalangan tidak mampu.
“Untuk masyarakat yang tidak mampu, tentu akan kita gratiskan. Jangan sampai masalah biaya menjadi penghalang untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum menikah,” tambahnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka penularan penyakit menular seperti HIV serta penyakit genetik yang berisiko diturunkan kepada anak.
Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga di Jawa Barat.
Dengan pendekatan menyeluruh, Gubernur Dedi Mulyadi optimistis program ini dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia. Dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat sejak dari hulu, yakni sebelum terbentuknya keluarga baru. (uby)












