www.pasjabar.com — Manchester United mulai menunjukkan pendekatan berbeda di bursa transfer musim panas 2025. Setelah resmi mendatangkan Matheus Cunha, Setan Merah belum mengumumkan nama anyar lain untuk memperkuat skuad utama. Hal ini bukan karena kurang aktif, melainkan strategi baru klub yang lebih hati-hati dalam memilih pemain.
Keputusan ini tampaknya dipengaruhi oleh pengalaman pahit dari beberapa pembelian mahal sebelumnya yang gagal bersinar di Old Trafford.
MU Tak Mau Lagi Salah Langkah: Belajar dari Gagalnya Hojlund, Antony, dan Sancho
Dalam beberapa musim terakhir, MU kerap menghamburkan dana besar untuk pemain-pemain yang tampil gemilang di liga lain, namun gagal memenuhi ekspektasi di Premier League.
Contohnya adalah Rasmus Hojlund dan Joshua Zirkzee, yang tak mampu menjawab tekanan sebagai ujung tombak MU.
Begitu pula Antony dan Jadon Sancho, dua nama dengan label harga tinggi namun performa yang jauh dari harapan.
Pengamat sekaligus legenda MU, Peter Schmeichel, menyebut bahwa Premier League adalah liga dengan intensitas dan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga tidak semua pemain dari luar bisa langsung beradaptasi.
“Saya tak merendahkan liga lain, tapi Premier League itu dimainkan dengan kecepatan berbeda. Tak ada waktu bersantai, 90 menit berjalan tanpa henti,” ujar Schmeichel kepada Manchester Evening News.
Matheus Cunha, Rekrutan yang Dinilai Lebih Siap
Cunha dianggap sebagai rekrutan yang lebih siap tempur. Setelah tiga musim di Premier League bersama Wolverhampton, pemain Brasil ini menunjukkan perkembangan signifikan.
Dari hanya mencetak dua gol di musim debutnya, Cunha mencatatkan 12 gol dan 7 assist di musim berikutnya, lalu meningkat menjadi 15 gol dan 6 assist pada musim 2024/25.
Fleksibilitasnya yang bisa bermain di semua posisi lini depan menjadi nilai tambah tersendiri bagi MU, yang sedang mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang.
MU Hadapi Persaingan Ketat untuk Rekrut Bryan Mbeumo
Sementara itu, upaya Manchester United untuk mendatangkan Bryan Mbeumo dari Brentford masih menemui hambatan.
Sang pemain juga diminati oleh Tottenham Hotspur, yang memiliki daya tarik lebih besar karena akan tampil di Liga Champions musim depan.
Namun demikian, langkah hati-hati MU kali ini justru mendapat pujian. Mereka tidak lagi terburu-buru dalam belanja pemain dan lebih fokus mencari sosok yang sudah teruji di Premier League, bukan hanya berlabel “menjanjikan” di liga lain.











