BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan pentingnya menyiapkan perwira yang paham geopolitik dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Hal tersebut disampaikannya usai menutup Pendidikan Reguler LII Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Tahun Ajaran 2025 di Bandung, Jawa Barat.
Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan, pihaknya kini tengah membenahi internal TNI. Untuk membentuk prajurit yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif atau PRIMA.
Terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik global seperti konflik Iran-Israel yang tengah berlangsung.
“Kita terus mendorong para perwira agar siap terhadap perubahan, baik dalam pola pikir maupun pola tindak. Termasuk dalam menghadapi skenario peperangan modern seperti konflik yang sedang terjadi saat ini,” tegas Agus Subiyanto.
Selain itu, Panglima TNI menekankan pentingnya latihan intensif dan pembekalan berkala agar kesiapan prajurit TNI selalu terjaga. Terutama dalam menghadapi ancaman dan tantangan yang bersifat global dan tidak terduga.
Sementara itu, Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI Arif Widianto menyampaikan bahwa pendidikan angkatan ke-53 tahun ini bersifat istimewa karena mengalami perubahan durasi.
Jika sebelumnya berlangsung selama 10 bulan, kini hanya berlangsung 4 bulan. Meski singkat, seluruh materi pendidikan berhasil disampaikan sesuai kurikulum.
“Seluruh pembekalan tetap diberikan secara maksimal. Termasuk wawasan tentang dinamika geopolitik dan geostrategi terkini,” jelas Marsekal Madya Arif.
Pendidikan ini diikuti oleh 212 Perwira Siswa (Pasis), terdiri dari 78 orang dari TNI AD, 55 dari TNI AL, dan 45 dari TNI AU. Selain itu, turut hadir 26 Pasis dari Polri dan delapan peserta dari mancanegara, yaitu Malaysia, Arab Saudi, Singapura, Australia, Thailand, dan India.
Dengan berakhirnya pendidikan ini, diharapkan seluruh lulusan siap menjadi pemimpin militer masa depan. Yang mampu menjawab tantangan zaman dan menjaga kedaulatan negara di tengah ketidakpastian global. (ave)












