www.pasjabar.com — Timnas Indonesia U-23 memulai kiprah mereka di ajang Piala AFF U-23 2025 dengan kemenangan fantastis. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (15/7/2025) malam WIB, skuad Garuda Muda menghancurkan Brunei Darussalam 8-0. Laga ini juga menjadi debut impresif bagi pelatih anyar, Gerald Vanenburg.
Permainan cepat dan penuh tekanan diperagakan sejak menit pertama. Indonesia mencetak tujuh gol di babak pertama, yang menjadi catatan luar biasa dalam turnamen ini. Tak hanya menunjukkan dominasi, laga ini menjadi sinyal kuat bahwa Garuda Muda siap tampil sebagai kandidat juara.
Jens Raven Cetak Lima Gol, Jadi Bintang Lapangan
Penyerang muda Jens Raven menjadi pahlawan dalam laga pembuka ini. Striker anyar Bali United itu tampil menggila dengan mencetak lima gol hanya dalam 62 menit. Tiga gol di antaranya dicetak di babak pertama, lalu dua gol tambahan hadir sebelum babak kedua berakhir.
Ketajaman Raven tak lepas dari dukungan lini tengah Indonesia yang dikomandoi oleh Arkhan Fikri, Robi Darwis, dan Rayhan Hannan. Arkhan dan Rayhan bahkan ikut menyumbang satu gol di babak pertama, memperkuat dominasi Indonesia atas Brunei.
Babak Kedua Tanpa Ampun
Meski sudah unggul 7-0 di babak pertama, Indonesia tetap menyerang di paruh kedua. Pelatih Gerald Vanenburg memasukkan tiga pemain baru untuk menjaga intensitas dan semangat menyerang.
Gol kedelapan tercipta di menit ke-62. Jens Raven memanfaatkan umpan lambung dan mengecoh kiper Brunei Khairul Hisyam dengan sontekan pelan yang menawan. Setelah itu, meski banyak peluang tercipta, skor tetap bertahan hingga laga usai.
Modal Kuat Jelang Laga Kontra Filipina
Kemenangan 8-0 menjadi modal positif bagi Indonesia jelang laga kedua Grup A melawan Filipina, yang sebelumnya menang 2-0 atas Malaysia. Laga melawan Filipina akan digelar pada Jumat (18/7/2025) dan bisa menjadi penentu posisi puncak klasemen.
Sementara itu, Brunei Darussalam harus segera bangkit saat menghadapi Malaysia di laga berikutnya. Dengan selisih gol yang sangat besar, peluang Brunei lolos dari fase grup semakin menipis.












