CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Hari Kebaya Nasional 2025 Tekankan Peran Perempuan dalam Sejarah

Hanna Hanifah
24 Juli 2025
hari kebaya nasional 2025

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Setiap 24 Juli, Indonesia kini memperingati Hari Kebaya Nasional 2025, momentum yang tidak sekadar merayakan busana tradisional, tetapi juga menghormati perjalanan panjang perempuan dalam sejarah bangsa.

Penetapan hari istimewa ini diresmikan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023. Sebagai bentuk penghargaan negara terhadap kebaya sebagai simbol identitas dan kekayaan budaya Nusantara.

Akar Sejarah dari Kongres Wanita Indonesia 1964

Jejak penetapan Hari Kebaya Nasional bermula dari Kongres Wanita Indonesia (KWI) ke-10 pada tahun 1964.

Dalam kongres tersebut, seluruh peserta mengenakan kebaya sebagai bentuk penghormatan kepada Ibu Negara Fatmawati Soekarno. Yang dikenal anggun dengan balutan kebaya.

Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, turut hadir dan menyampaikan pernyataan bersejarah:

“Revolusi Indonesia tidak dapat berjalan tanpa peran perempuan.”

Pernyataan ini menjadi tonggak penting pengakuan peran perempuan dalam pembangunan bangsa.

Hampir enam dekade kemudian, Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional. Mengabadikan momentum itu dalam kalender peringatan budaya Indonesia.

Baca juga:   Persib TC ke Thailand, Siapa yang Bakal Jadi Starter?

Perayaan Perdana dan Gerakan Berkebaya

Peringatan pertama Hari Kebaya Nasional digelar 24 Juli 2024 di Istora Senayan, Jakarta, dipelopori oleh Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di bawah kepemimpinan Giwo Rubianto Wiyogo.

Acara tersebut mengusung tema “Lestarikan Kebaya, dengan Bangga Berkebaya” dan dihadiri 9.250 perempuan dari berbagai daerah, serta Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Momen ini menginspirasi gerakan “Selasa Berkebaya”, di mana masyarakat diajak mengenakan kebaya setiap hari Selasa. Sebagai langkah sederhana namun bermakna untuk menghidupkan kembali tradisi.

Pengakuan Dunia dari UNESCO

Kebaya kini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, hasil kolaborasi lima negara Asia Tenggara: Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Penetapan ini dilakukan pada 4 Desember 2024 di Paraguay dalam sidang UNESCO ke-19.

Rahmi Hidayati, Ketua Umum Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI), menyebut pengakuan ini sebagai buah perjuangan panjang sejak 2017. Ketika PBI menggelar acara 1.000 Perempuan Berkebaya.

“Bagaimanapun sejarah keberadaan kebaya adalah perjalanan budaya Nusantara yang diwariskan para leluhur kita,” ujar Rahmi dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga:   Pelatih Persib Yakin Timnya Bangkit Pasca Kekalahan dari Dewa United

Makna Strategis Hari Kebaya Nasional

Hari Kebaya Nasional 2025 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sarat makna strategis, antara lain:

  1. Meningkatkan kesadaran budaya – Menumbuhkan kebanggaan bahwa kebaya adalah identitas nasional yang patut dilestarikan.
  2. Mendorong pelestarian warisan – Memotivasi masyarakat untuk kembali memakai kebaya dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menumbuhkan nasionalisme – Kebaya sebagai simbol cinta tanah air dan keberagaman Indonesia.
  4. Menggerakkan ekonomi kreatif – Membuka peluang bagi UMKM dan industri busana tradisional untuk berkembang.

Kebaya Kerancang: Warisan Betawi yang Mendunia

Salah satu jenis kebaya yang diajukan ke UNESCO adalah kebaya kerancang asal Betawi. Kebaya ini kerap digunakan dalam pesta perkawinan dan dikenal dengan ujung sondai yang meruncing di bagian depan.

Bordir kerancang bermotif bunga menjadi ciri khas, hasil kristalisasi pengaruh budaya Arab, Portugis, Belanda, dan Tiongkok.

Baca juga:   Purwakarta Hadirkan Wisata Literasi, Ajak Anak-Anak Berwisata Tanpa Gawai

Kebaya kerancang merefleksikan kekayaan budaya Betawi yang terbuka pada akulturasi. Sekaligus mempertahankan keanggunan tradisionalnya hingga kini.

Transformasi Kebaya: Dari Tradisional ke Modern

Sejak abad ke-15, kebaya telah hadir di Nusantara dan terus bertransformasi. Kini, kebaya tampil modern dengan desain yang lebih inklusif. Memadukan unsur tradisi dan tren masa kini.

Kebaya tak lagi terbatas pada acara adat, tetapi juga dipakai dalam momen formal maupun kasual oleh generasi muda.

Inovasi ini memperkuat kebaya sebagai busana lintas generasi yang tetap berakar pada nilai budaya, namun mampu menyesuaikan zaman.

Momentum Kebanggaan Bersama

Memperingati Hari Kebaya Nasional 2025, Indonesia tidak hanya merayakan busana tradisional. Tetapi juga menghormati peran perempuan dan semangat persatuan yang terjalin dalam selembar kain kebaya.

Kebaya bukan sekadar pakaian; ia adalah cerita sejarah, simbol kebhinekaan. Dan representasi martabat bangsa yang kini mendapat pengakuan dunia. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: hari kebaya nasionalhari kebaya nasional 2025KebayaKongres Wanita Indonesia


Related Posts

Pengurus Wilayah Jawa Barat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) bersama Tim Hari Kebaya Nasional Menuju UNESCO menggelar Parade Kebaya Nusantara "Pesona Sejuta Kebaya Untuk UNESCO".
PASNUSANTARA

Jaga Kekayaan Bangsa, Pesona Sejuta Kebaya untuk Unesco Sukses Digelar

13 November 2022
Mojang Jajaka dan Ratusan Ibu-ibu dari berbagai perwakilan desa se-Bandung Barat mengikuti Fashion Show Kebaya di Alun-alun Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (3/8/2022) sore.
PASBANDUNG

Ratusan Ibu-ibu se-Bandung Barat Meriahkan Fashion Show Kebaya

4 Agustus 2022

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

ITB SSU
HEADLINE

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

20 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Tingginya minat calon mahasiswa dari berbagai daerah mendorong Institut Teknologi Bandung (ITB) memperpanjang masa pendaftaran...

bumd sangga buana

Pemprov Jabar Akan Gabungkan BUMD dalam Holding Sangga Buana

20 April 2026
minyakita

Sidak Minyakita Bandung Temukan Distribusi Tidak Merata dan Harga Naik

20 April 2026
Persib Bandung

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

20 April 2026
Cibeber

Jalur KA Cibeber – Lampegan Ditutup, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

20 April 2026

Highlights

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

Jalur KA Cibeber – Lampegan Ditutup, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

Psywar Tipis-tipis Pemain Persib Marc Klok untuk Nick Kuipers

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.