CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Belantara Foundation Gelar Seminar Konservasi Orangutan Tapanuli di Bogor

Hanna Hanifah
6 September 2025
Orangutan Tapanuli

Belantara Foundation bekerja sama dengan beberapa pihak menyelenggarakan BLS Eps.13 dengan tema Konservasi Orangutan Tapanuli. (foto: ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Belantara Foundation bekerja sama dengan PT Agincourt Resources, Program Studi (Prodi) Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pakuan menyelenggarakan Belantara Learning Series Episode 13 (BLS Eps.13) dengan tema “Peluang Koeksistensi dalam Upaya Konservasi Orangutan Tapanuli”.

Kegiatan yang digelar secara hybrid ini berpusat di Auditorium Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor, dan disiarkan melalui Zoom serta live streaming YouTube Belantara Foundation. Lebih dari 780 peserta dari berbagai daerah berpartisipasi aktif.

Acara turut mendapat dukungan dari Forum Konservasi Orangutan Indonesia (FORINA) dan Pusat Riset Primata Universitas Nasional. Selain itu, enam universitas berperan sebagai kolaborator dengan menggelar sesi “Nonton dan Belajar Bareng” BLS Eps.13, yakni Universitas Pakuan, Universitas Riau, Universitas Andalas, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Nusa Bangsa, dan Universitas Tanjungpura.

Tantangan Konservasi Orangutan Tapanuli

Dalam keynote speech, Nunu Anugrah, S.Si., M.Sc., Direktur Konservasi dan Genetik Ditjen KSDAE Kementerian LHK RI, menekankan kompleksitas tantangan pelestarian orangutan, termasuk orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis). Faktor-faktor yang mengancam antara lain fragmentasi habitat, perburuan ilegal, isolasi populasi, risiko penyakit, serta konflik dengan manusia.

Baca juga:   KBMAP ke-IV Wujudkan Pariwisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan

“Menyikapi fenomena tersebut, pemerintah telah melindungi orangutan tapanuli melalui regulasi hukum dan melaksanakan berbagai inisiatif, mulai dari restorasi habitat, rehabilitasi orangutan, pengamanan kantong habitat, hingga penyadartahuan publik,” tegas Nunu.

Dr. Wanda Kuswanda, M.Sc., Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, menambahkan bahwa orangutan tapanuli yang baru diidentifikasi sebagai spesies terpisah pada 2017 kini berstatus Critically Endangered menurut IUCN, dengan populasi hanya sekitar 577–760 individu di Hutan Batangtoru, Sumatera Utara.

“Mitigasi konflik antara manusia dan orangutan tapanuli harus menjadi prioritas multi pihak, dengan prinsip dasar keselamatan manusia dan satwa. Koeksistensi hanya bisa terwujud bila kepentingan manusia dan kebutuhan orangutan disejajarkan,” ujarnya.

Pendekatan Kolaboratif

Dr. Dolly Priatna, Direktur Eksekutif Belantara Foundation sekaligus pengajar Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, memperkenalkan pendekatan Conflict to Coexistence (C2C) untuk mengubah konflik menjadi peluang koeksistensi. Pendekatan ini menekankan toleransi, tanggung jawab bersama, ketahanan, dan holisme.

Baca juga:   HPSN 2026 Tekankan Sinergi Kelola Sampah Berkelanjutan

“Koeksistensi berkelanjutan hanya bisa tercapai dengan perencanaan tata ruang yang adil, keterlibatan masyarakat, penegakan hukum, kolaborasi multi pihak, serta komitmen jangka panjang. Dengan sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, NGO, masyarakat, dan media, mimpi hidup berdampingan harmonis bisa diwujudkan,” jelas Dolly.

Sementara itu, Sanny Tjan, Direktur Hubungan Eksternal PT Agincourt Resources, menekankan pentingnya konsep pentahelix dalam konservasi.

“Kolaborasi multipihak yang berkesinambungan, dengan kontribusi nyata dari semua elemen, akan memperkuat implementasi program pelestarian orangutan tapanuli,” ungkapnya.

Dari perspektif sosial budaya, Sundjaya, M.Si., Associate Fellow Departemen Antropologi FISIP UI dan Co-founder Anama Consulting, menilai bahwa etnografi dapat menjadi metode strategis memahami interaksi masyarakat lokal dengan orangutan tapanuli, sehingga strategi konservasi lebih inklusif dan partisipatif.

Baca juga:   Pelajar Jepang dan Belantara Foundation Tanam Pohon Peringati HKAN 2025

Dukungan Akademisi

Tuan rumah acara, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si., Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, berharap seminar ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan lintas sektor.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, hadir pula narasumber berpengalaman dalam konservasi orangutan, yakni Dr. Sri Suci Utami Atmoko (Universitas Nasional), Onrizal, Ph.D. (Universitas Sumatera Utara), dan Edy Hendras Wahyono (Orangutan Foundation International), dengan moderator Sardi Duryatmo, mantan Pemred Majalah Trubus.

Tentang Belantara Foundation

Belantara Foundation adalah organisasi nirlaba independen berbasis di Indonesia, berdiri sejak 2014. Fokus pada konservasi lingkungan, restorasi hutan, pelestarian satwa liar, serta pengembangan masyarakat berkelanjutan, Belantara aktif di Sumatra dan Kalimantan. Pada November 2024, Belantara resmi menjadi anggota International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Informasi lebih lengkap tersedia di: www.belantara.or.id. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Belantara FoundationBelantara Learning SeriesKonservasi Orangutan Tapanuli


Related Posts

HPSN
PASNUSANTARA

HPSN 2026 Tekankan Sinergi Kelola Sampah Berkelanjutan

26 Februari 2026
spesies primata
HEADLINE

Hari Primata Indonesia, Empat Spesies Endemik Terancam Punah

31 Januari 2026
Biodiversity Class
HEADLINE

Belantara Foundation Gelar Biodiversity Class Dorong Pelestarian Satwa Perkotaan

23 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

unpad
HEADLINE

Unpad Gandeng VEX Robotics Gelar Pelatihan Robotika dan AI

20 April 2026

WWW.PASJABAR.COM — Universitas Padjadjaran (Unpad) bekerja sama dengan VEX Robotics menggelar pelatihan bertajuk Workshop VEX Robotics & Intelligent Systems...

ITB SSU

ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Beri Kesempatan Lebih Luas

20 April 2026
bumd sangga buana

Pemprov Jabar Akan Gabungkan BUMD dalam Holding Sangga Buana

20 April 2026
minyakita

Sidak Minyakita Bandung Temukan Distribusi Tidak Merata dan Harga Naik

20 April 2026
Persib Bandung

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

20 April 2026

Highlights

Sidak Minyakita Bandung Temukan Distribusi Tidak Merata dan Harga Naik

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

Jalur KA Cibeber – Lampegan Ditutup, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

Psywar Tipis-tipis Pemain Persib Marc Klok untuk Nick Kuipers

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.