CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 21 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Gratis Tapi Aman: Menjaga Program MBG dari Ancaman Keracunan

Hanna Hanifah
29 September 2025
TKA SD 2026

ilustrasi. (Foto : ist Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT
Dekan Fakultas Teknik UNPAS, Prof. Dr. Ir. Yusman Taufik, M.P. (Foto: Pasjabar)

Oleh: Prof. Dr. Ir. Yusman Taufik, MP. (Dosen Teknologi Pangan Fakultas Teknik UNPAS, Menjaga Program MBG dari Ancaman Keracunan)

WWW.PASJABAR.COM – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu terobosan penting pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak bangsa. Namun, di balik niat mulia ini, berbagai kasus keracunan makanan yang muncul di beberapa daerah menjadi alarm serius. Makanan gratis seharusnya membawa sehat, bukan sakit. Karena itu, perlu langkah strategis agar ke depan program MBG tetap berjalan, tetapi jauh dari risiko keracunan.

Standarisasi Produksi dan Menu Aman

Salah satu kunci utama adalah standarisasi proses produksi. Badan Gizi Nasional bersama para ahli teknologi pangan harus memastikan adanya SOP (Standard Operating Procedure) yang jelas, mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

Menu pun harus dipilih secara bijak. Hindari makanan yang mudah basi seperti olahan bersantan, seafood, atau daging tanpa pendinginan. Sebagai gantinya, makanan yang lebih stabil, higienis, dan tetap bergizi—seperti telur rebus, tempe, sayur kukus, dan buah segar—dapat menjadi pilihan aman.

Baca juga:   Lanud Husein Pastikan MBG Aman dan Higienis bagi Siswa Cicendo

Peningkatan Kapasitas SDM

Tak kalah penting adalah peran juru masak dan penyedia katering. Mereka harus dibekali pelatihan dasar mengenai higiene pangan, suhu kritis, dan cara penyajian yang benar. Pemerintah dapat menerapkan sistem sertifikasi sederhana bagi juru masak MBG, sehingga kualitas keterampilan mereka terstandar.

Selain itu, perguruan tinggi dan para ahli teknologi pangan di daerah perlu dilibatkan sebagai pendamping teknis, memastikan praktik keamanan pangan diterapkan dengan benar di lapangan.

Pengawasan dan Monitoring Ketat

Pengawasan menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan pangan. Tim audit lintas instansi—mulai dari Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan, hingga perguruan tinggi—perlu turun langsung melakukan inspeksi rutin.

Setiap penyedia MBG wajib menyimpan sampel makanan harian selama 24 jam untuk diuji bila terjadi kasus. Lebih jauh, penggunaan teknologi digital dapat membantu monitoring. Melalui aplikasi sederhana, sekolah bisa melaporkan kondisi makanan secara real time, termasuk foto penyajian dan distribusi.

Baca juga:   Sekolah di Bandung Barat Masih Menunggu Realisasi Program MBG

Infrastruktur Distribusi yang Memadai

Distribusi makanan sering kali menjadi titik rawan. Tanpa fasilitas rantai dingin (cold chain), makanan berprotein tinggi mudah rusak. Karena itu, penyediaan wadah berpendingin atau cool box wajib diperhatikan.

Pemerintah daerah juga dapat mengadopsi model dapur pusat (central kitchen) di tingkat kecamatan. Dengan cara ini, standar masak dan distribusi lebih terkontrol, sehingga risiko kontaminasi dapat ditekan.

Edukasi dan Kolaborasi

Keselamatan pangan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Guru dan siswa juga perlu dibekali edukasi sederhana untuk mengenali tanda-tanda makanan basi atau berbahaya. Jika ada keluhan, laporan cepat bisa menyelamatkan banyak nyawa.

Mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dapat dilibatkan untuk mendampingi sekolah dalam edukasi dan monitoring. Sinergi lintas lembaga—antara Badan Gizi Nasional, ahli teknologi pangan, Dinas Kesehatan, dan masyarakat—menjadi kunci keberhasilan MBG yang aman.

Baca juga:   Fenomena Popularitas dan Populisme KDM dan Tantangan DPRD Jabar

Evaluasi dan Respons Cepat

Setiap insiden keracunan harus dijadikan bahan evaluasi, bukan sekadar catatan kasus. Audit menu, analisis penyebab, hingga perbaikan SOP wajib dilakukan. Pemerintah juga perlu menyiapkan crisis center khusus untuk merespons cepat jika terjadi keracunan.

Bagi penyedia katering yang lalai, sanksi tegas perlu diberikan. Sebaliknya, penyedia yang konsisten menjaga kualitas dan keamanan makanan harus diberi insentif sebagai bentuk penghargaan.

Program Makanan Bergizi Gratis adalah langkah strategis untuk mencetak generasi sehat dan cerdas. Namun, keamanan pangan harus menjadi prioritas utama. Dengan penerapan standar produksi yang ketat, peningkatan kapasitas SDM, pengawasan berlapis, distribusi aman, serta kolaborasi semua pihak, cita-cita mulia ini bisa terwujud.

Karena pada akhirnya, makanan gratis bukan sekadar kenyang, melainkan harus sehat, bergizi, dan aman. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: OpiniProgram Makanan Bergizi Gratisprogram mbg


Related Posts

Negeri Segudang Seruan
HEADLINE

Negeri Segudang Seruan

14 April 2026
berkuasa
HEADLINE

Mengakui Setelah Berkuasa

28 Maret 2026
Makan Bergizi Gratis
HEADLINE

Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Penggunaan APBN dan Ekonomi Makro

24 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

pidana penjara
HEADLINE

Doktor Unpas Tutut Prasetyo Lulus dengan Disertasi Rekonstruksi Pidana Penjara, Soroti Harmonisasi KUHP dan Pemasyarakatan

21 April 2026

# pidana penjara BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Pasundan menggelar sidang terbuka dengan kandidat...

RKPD

Musrenbang RKPD Jabar, Bahas Pembangunan Layanan Dasar 2027

21 April 2026
cibeber

Perbaikan Rel Selesai, Jalur KA Cibeber – Lampegan Kembali Beroperasi

21 April 2026
UTBK SNBT 2026

UTBK SNBT 2026 Digelar Serentak, Peserta Wajib Patuhi Aturan Ujian

21 April 2026
Fadly Alberto tertangkap kamera melakukan tendangan brutal terhadap pemain Dewa United U-20. (tangkapan layer)

Belajar dari Kasus Hugo Samir: Fadly Alberto dan Ancaman Karier yang “Layu Sebelum Berkembang”

20 April 2026

Highlights

UTBK SNBT 2026 Digelar Serentak, Peserta Wajib Patuhi Aturan Ujian

Belajar dari Kasus Hugo Samir: Fadly Alberto dan Ancaman Karier yang “Layu Sebelum Berkembang”

Tak Main-Main! Dewa United Tempuh Jalur Hukum Terkait “Tendangan Kungfu” di Laga EPA U-20

Hujan Drama di Banten: Persib Bandung Bangkit dari Ketertinggalan, Tahan Imbang Dewa United 2-2

Dari Pahlawan Piala Dunia ke Ambang Sanksi Berat: Karier Fadly Alberto Terancam Usai Insiden “Tendangan Kungfu” di Semarang

Unpad Gandeng VEX Robotics Gelar Pelatihan Robotika dan AI

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.