www.pasjabar.com — Liverpool tengah dalam periode sulit setelah menelan empat kekalahan beruntun di semua ajang. Sorotan kini tertuju kepada sang kapten, Virgil van Dijk, yang dianggap gagal menjaga soliditas lini belakang.
Legenda Manchester United, Roy Keane, bahkan meminta Van Dijk untuk mulai bercermin dan mempertanyakan perannya sebagai pemimpin di tim.
Rentetan Kekalahan yang Menghantam Liverpool
The Reds baru saja menelan kekalahan menyakitkan di Anfield dari rival bebuyutan, Manchester United. Kekalahan 1-2 itu menjadi yang pertama di kandang sendiri dari MU sejak 2016. Sebelumnya, anak asuh Arne Slot juga tumbang dari Crystal Palace, Galatasaray di Liga Champions, dan Chelsea di Premier League.
Kekalahan demi kekalahan ini membuat Liverpool kehilangan posisi puncak klasemen Premier League. Mereka kini tertinggal empat poin dari Arsenal yang berada di posisi pertama. Dari empat laga terakhir itu, pertahanan Liverpool menjadi sorotan utama karena sudah kebobolan 11 gol.
Van Dijk Jadi Sasaran Kritik
Sebagai kapten dan bek utama, Virgil van Dijk tak lepas dari kritik. Beberapa kali ia dinilai terlambat dalam mengambil keputusan, kalah cepat dalam duel, dan gagal mengantisipasi pergerakan lawan.
Walaupun lini tengah dan rekrutan baru juga disorot, Kapten Liverpool tersebut punya tanggung jawab moral lebih besar sebagai pemimpin di lapangan.
Roy Keane, eks kapten Manchester United yang kini menjadi pundit di Sky Sports, menilai Van Dijk perlu lebih introspektif.
“Kalau kamu seorang bek tengah dan pemain penting, lalu timmu kebobolan begitu banyak gol, kamu harus melihat ke diri sendiri,” ujarnya.
“Kamu pemimpin besar di tim, dan itu berarti kamu punya tanggung jawab menjaga organisasi pertahanan tetap kuat.”
Kritik Pedas dari Roy Keane untuk Van Dijk
Keane juga menyinggung komentar lama Van Dijk yang sempat mengejek gaya bermain defensif Manchester United beberapa tahun lalu.
“Dulu dia mengkritik United yang katanya ‘memarkir bus’. Tapi sekarang United mencetak dua gol ke gawang Liverpool di Anfield,” ujar Keane dengan nada sinis.
Menurutnya, sang kapten harus memberi contoh dan membantu pemain-pemain baru beradaptasi, bukan hanya mengandalkan reputasi masa lalu.
“Kalau kamu kapten, kamu harus bisa mengendalikan situasi, membantu anak-anak baru di lini belakang. Kalau tidak, kamu bukan pemimpin sejati,” tambahnya.
Van Dijk Bertanggung Jawab Sebagai Kapten
Sebagai pemain senior dan kapten, Van Dijk kini berada di bawah tekanan besar. Banyak fans berharap ia bisa kembali ke performa terbaiknya seperti musim-musim awal di Liverpool, ketika ia dikenal sebagai bek paling tangguh di dunia.
Tantangan bagi bukan hanya menjaga pertahanan, tetapi juga memimpin tim bangkit dari keterpurukan.
Liverpool akan menghadapi jadwal padat dalam beberapa pekan ke depan. Apabila hasil buruk terus berlanjut, bukan tak mungkin ia akan semakin disorot sebagai simbol kejatuhan lini belakang The Reds musim ini.












