www.pasjabar.com — Bursa calon pelatih kepala Timnas Indonesia pasca Patrick Kluivert semakin menarik perhatian. Nama terbaru yang mengejutkan masuk dalam persaingan adalah John Herdman, mantan pelatih yang sukses membawa Timnas Kanada mentas di Piala Dunia 2022. Bocoran mengenai John Herdman sebagai calon pelatih timnas Indonesia datang dari media Inggris, Sky Sports.
Pelatih berusia 50 tahun asal Inggris ini dikabarkan telah melakukan wawancara dengan perwakilan PSSI yang saat ini berada di Eropa.
Herdman akan bersaing ketat dengan kandidat lain, yakni Giovanni van Bronckhorst (GvB), yang saat ini menjabat sebagai asisten pelatih Liverpool dan juga dipertimbangkan oleh PSSI.
Kiprah John Herdman bersama Kanada selama periode 2018-2023 menjadi alasan utama namanya mencuat.
Ia tidak hanya berhasil meloloskan Kanada ke Piala Dunia 2022—setelah penantian panjang—tetapi juga membangun budaya kompetitif yang membuat Kanada kembali disegani di zona CONCACAF.
Dalam periode kepelatihannya, Herdman mencatatkan 36 kemenangan, 7 imbang, dan 15 kekalahan.
Jejak Rekam John Herdman Calon Pelatih Timnas Indonesia
Lahir di Consett, Inggris, Herdman membawa Kanada melalui generasi emas mereka yang dihuni pemain-pemain sekaliber Jonathan David (Juventus), Alphonso Davies (Bayern Munchen), dan Tajon Buchanan (Inter Milan).
Pencapaian tertingginya adalah membawa The Canucks tampil di putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Meskipun tersingkir di babak penyisihan grup setelah kalah dari Maroko (1-2), Kroasia (1-4), dan Belgia (0-1), kehadiran Kanada di turnamen tersebut sudah menjadi indikasi keberhasilan Herdman mengubah identitas permainan tim.
Fleksibilitas Taktik: Dari 3-4-3 ke 4-2-3-1
Analis sepak bola Inggris, Kevin Pullein, pernah mengulas gaya taktikal Herdman. Masa kepelatihannya ditandai dengan pemahaman taktik yang sangat fleksibel.
Herdman terbukti tidak terpaku pada satu formasi baku, melainkan menyesuaikan pendekatan berdasar situasi dan lawan yang dihadapi.
Sistem yang paling sering digunakan adalah 3-4-3 atau 3-4-2-1, struktur yang memungkinkan trio eksplosif David, Davies, dan Larin di lini depan untuk berkreasi.
Namun, ketika pertahanan lebih solid dibutuhkan, Herdman dengan cepat beralih ke pola empat bek seperti 4-4-2 atau 4-2-3-1.
Fleksibilitas ini menjamin stabilitas pertahanan tanpa mengorbankan transisi serangan yang cepat.
Filosofi Build-up dan Pertahanan Agresif
Di bawah Herdman, Kanada menekankan penguasaan bola dan build-up yang rapi dari zona pertahanan.
Dalam skema tiga bek, gelandang sering turun ke belakang untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain, memfasilitasi sirkulasi bola yang cepat dan progresif, terutama menuju sektor sayap.
Umpan vertikal atau diagonal dari gelandang (seperti Eustáquio) menjadi senjata utama memecah blok lawan.
Serangan timnya sangat dinamis, dengan Alphonso Davies sebagai pusat kreativitas yang bergerak bebas.
Selain itu, bek sayap (Adekugbe dan Laryea) memiliki peran krusial dalam memberikan overlap dan underlap.
Kekuatan Kanada juga terlihat di lini belakang. Herdman membangun unit defensif yang disiplin dan agresif, menekankan counter-pressing segera setelah kehilangan bola.
Struktur pertahanan ini tercermin dari hanya empat gol yang bersarang di fase akhir kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONCACAF.
Menarik untuk dinantikan, apakah gaya kepelatihan Herdman yang fleksibel dan berorientasi pada pembangunan tim jangka panjang akan cocok untuk kebutuhan Timnas Indonesia saat ini.












