www.pasjabar.com — Manchester United kembali gagal meraih poin penuh di kandang setelah dipaksa bermain imbang 1-1 oleh tamunya, West Ham United, pada laga pekan ke-14 Liga Inggris 2025-2026, Jumat (5/12/2025) dini hari WIB. Hasil ini langsung memicu ledakan amarah dari Pelatih Setan Merah, Ruben Amorim. Matheus Cunha disalahkan Amorim karena kegagalan tersebut.
Dalam pertandingan di Old Trafford tersebut, Man United unggul lebih dulu pada menit ke-58 melalui gol Diogo Dalot, yang menyambar bola muntah dengan sontekan terukur.
Namun, keunggulan itu gagal dipertahankan. Di 10 menit terakhir waktu normal, Soungouto Magassa mencetak gol penyama kedudukan, memanfaatkan bola muntah dari situasi sepak pojok.
Hasil imbang 1-1 ini membuat Man United untuk kali kedua beruntun gagal menang di kandang.
Alih-alih merangsek ke lima besar klasemen, tambahan satu poin hanya membuat mereka naik ke peringkat kedelapan dengan koleksi 22 poin dari 14 laga.
Kemarahan Amorim: “Kami Kehilangan Kontrol Setelah Gol”
Usai pertandingan, Ruben Amorim tak dapat menutupi rasa frustrasinya. Ia mengamuk dan menyebut timnya seharusnya mampu mengunci kemenangan di laga tersebut.
Amorim mengakui performa timnya tidak sempurna, terutama setelah gol yang dicetak Dalot.
“Ini membuat (saya) frustrasi, ini membuat marah. Itu saja,” ucap Amorim, dikutip dari TNT Sports.
Pelatih asal Portugal itu melanjutkan,
“Saya rasa penampilan kami secara keseluruhan tidak sempurna. Kami memang punya momen-momen bagus. Tetapi kami kehilangan kendali permainan di beberapa menit babak pertama dan kedua, terutama setelah gol tersebut.”
Kemarahan Amorim memuncak karena timnya kebobolan dari situasi bola mati, sebuah situasi yang seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih baik oleh Bruno Fernandes dkk.
Blunder! Matheus Cunha Disalahkan Amorim
Fokus utama kemarahan Amorim tertuju pada satu pemain spesifik: Matheus Cunha.
Pelatih berusia 39 tahun itu secara blak-blakan menyalahkan Cunha karena gagal “menyelesaikan pertandingan” saat mendapatkan peluang emas di menit ke-73.
Saat skor masih 1-0 untuk keunggulan Man United, Cunha memiliki peluang bebas untuk melepaskan tembakan yang bisa mengunci kemenangan.
Sayangnya, tembakan pemain asal Brasil itu berhasil diblok oleh bek West Ham. Sepuluh menit kemudian, West Ham mencetak gol penyama kedudukan.
“Pertandingan ini jelas menjadi milik kami untuk dimenangkan dan kami memiliki peluang bersama Cunha untuk menyelesaikan pertandingan,” pungkasnya.
Itu menegaskan bahwa kegagalan Cunha memanfaatkan peluang tersebut adalah titik balik krusial yang merugikan Setan Merah.
Kutukan Sepak Pojok: Masalah Kronis Man United
Selain kegagalan Cunha, hasil ini kembali menyoroti masalah kronis yang menghantui pertahanan Man United: kebobolan dari sepak pojok.
Gol penyama kedudukan West Ham yang dicetak oleh Magassa merupakan gol ke-15 yang bersarang di gawang Setan Merah dari situasi corner kick sejak musim lalu.
Ironisnya, catatan kebobolan 15 gol dari situasi sepak pojok tersebut menjadikan Man United sebagai tim dengan kebobolan terbanyak kedua di Liga Inggris dari skema bola mati, hanya kalah dari West Ham yang berada di posisi pertama dengan 17 gol kebobolan dari situasi yang sama.
Kegagalan menghentikan situasi set-piece ini adalah alasan utama mengapa Man United gagal meraih kemenangan dan gagal naik ke zona lima besar klasemen sementara.












