www.pasjabar.com — Ambisi Barcelona untuk merajai Eropa dan meraih gelar Liga Champions musim ini diragukan keras oleh legenda sepak bola Prancis, Emmanuel Petit. Eks pemain yang pernah berseragam Blaugrana pada musim 2000/01 ini secara blak-blakan menyebut Barcelona mustahil juara Liga Champions karena dua masalah mendasar: kualitas pertahanan yang buruk dan ketiadaan pemain bintang kelas dunia yang memadai.
Saat ini, Barcelona memang sedang terseok-seok di awal fase liga Liga Champions.
Dari lima pertandingan yang telah dimainkan, mereka hanya meraih dua kemenangan dan sudah menelan dua kekalahan, termasuk kekalahan dari juara bertahan PSG (1-2) dan Chelsea (0-3).
Barcelona bahkan masih terpuruk di peringkat ke-18 klasemen dengan tujuh poin jelang tiga laga sisa.
Pertahanan Buruk: Barcelona Mustahil Juara Liga Champions
Alasan pertama yang paling disoroti Petit adalah kerapuhan lini belakang Barcelona.
Petit merujuk pada kekalahan menyakitkan Barca di semifinal Liga Champions musim 2024/2025 lalu, di mana mereka disingkirkan Inter Milan dengan agregat 6-7.
“Barca memang bisa bersaing di LaLiga, tapi tidak di Liga Champions, sama sekali tidak,” ceplos Petit, seperti dilansir Mundo Deportivo. “Apakah ada orang yang percaya mereka bisa memenangi titel juara ini dengan pertahanan seperti itu? Mustahil.”
Petit mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah tim sekelas Barcelona bisa kebobolan begitu banyak gol di fase krusial kompetisi Eropa.
“Kita sudah melihatnya di pertandingan melawan Inter. Bagaimana bisa Anda kebobolan tujuh gol di sebuah pertandingan semifinal Liga Champions?” sembur mantan bintang Arsenal dan Chelsea itu.
Ia menggarisbawahi, “Bisakah mereka memenangi Liga Champions dengan bek-bek seperti itu? Mustahil.”
Tidak Ada Pemain Kelas Dunia: Beban Berat di Pundak Yamal
Alasan kedua yang membuat Petit pesimistis adalah ketiadaan pemain bintang berkaliber kelas dunia (world class) yang cukup di skuad Barcelona saat ini, yang berbeda jauh dari era kejayaan mereka terakhir pada 2015 (era trio MSN, Xavi, dan Iniesta).
Menurut Petit, sekarang tanggung jawab serangan dan kreativitas sebagian besar ditumpukan pada pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal.
“Barcelona harus mempercayai Lamine Yamal sekarang, dan mereka punya pemain-pemain berkualitas tapi tidak bintang-bintang kelas dunia seperti Leo Messi. Lamine Yamal enggak bisa memenangkan Liga Champions sendirian,” tegasnya.
Petit membandingkan dengan era emas:
“Tanpa mengurangi rasa hormat, Messi tidak bisa mencapainya tanpa Xavi, Iniesta, Puyol… Sekarang, semuanya sebagian besar mengandalkan Lamine Yamal. Mereka memang punya pemain level terbaik di Barcelona, tapi tidak punya pemain kelas dunia seperti era Leo Messi.”
Ancaman di Fase Liga dan Laga Krusial Mendatang
Meskipun secara historis Barcelona adalah raksasa Eropa, performa mereka di awal fase liga musim ini sangat mengkhawatirkan.
Dua kekalahan dari tim kuat seperti PSG dan Chelsea menunjukkan ketidakmampuan mereka bersaing dengan tim-tim papan atas Eropa saat ini.
Barca dijadwalkan akan menjamu Eintracht Frankfurt pada pekan mendatang.
Sebuah pertandingan yang wajib dimenangkan untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen dan membuka peluang lolos ke fase gugur.
Meskipun target juara yang mereka impikan dianggap mustahil oleh Petit tanpa perbaikan mendasar pada kualitas pertahanan dan kedalaman skuad bintang.












