BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Rash Asyari Amyris Thalib, berhasil meraih Medali Emas pada ajang WorldSkills Asia Taipei 2025 untuk kategori IT Network Systems Administration.
Informasi ini pertama kali mencuat melalui unggahan Instagram @infobandungkota dan kemudian dikonfirmasi melalui pernyataan resmi pihak kampus.
Rash mengungguli para pesaing kuat dari Jepang, Korea, dan sejumlah negara Asia lainnya. Menurut Ketua Divisi International Class & Training UNIKOM sekaligus pembimbingnya, Angga Friyanto, pemilihan Rash sebagai wakil Indonesia didasarkan pada rekam jejak prestasi yang solid.
Rekam Jejak Kuat dan Kemampuan Teknis Mumpuni
“Para kompetitor yang mewakili Indonesia di WorldSkills Asia 2025 merupakan para peraih medali pada WorldSkills ASEAN Manila bulan Agustus lalu,” ujar Angga, dikutip dari laman unikom.ac.id.
“Berdasarkan pertimbangan Kepala Delegasi dan Kementerian Ketenagakerjaan, melihat raihan Medali Emas serta hasil evaluasi, Rash dinyatakan siap untuk berkompetisi menjadi wakil Indonesia.”
Angga menambahkan bahwa keunggulan Rash terletak pada kemampuan teknisnya yang komprehensif.
“Dengan memahami infrastruktur sistem secara menyeluruh, Rash mampu menyelesaikan seluruh task tanpa membuat error… Keunggulan signifikan juga terlihat pada module Linux Environment yang tahun ini memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi,” ungkapnya.
Rash sendiri menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur dan senang… Tantangan terbesar bagi saya adalah menjaga persistensi, konsistensi, serta kesehatan fisik dan mental,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan kampus memainkan peran besar dalam keberhasilannya.
“Dukungan dari kampus, dosen pembimbing, dan teman-teman sangat berarti. Khususnya Pak Angga Friyanto dan Kak Favian Ahza,” katanya.
Rash juga memberikan pesan bagi mahasiswa lain yang tengah mengejar prestasi.
“Temukan kemampuan kalian dan terus tingkatkan. Konsistenlah dalam berlatih, karena kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan,” ujarnya. (han)












