CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

PSSI Terbagi Faksi, Tanggung Jawab Zainudin Amali Gagal SEA Games

pri
14 Desember 2025
Pesepak bola Timnas U22 Indonesia Toni Firmansyah (kiri) berupaya melewati adangan pesepak bola Timnas Myanmar Oakkar Naing (kedua kanan) pada pertandingan babak penyisihan Grup C Sepak Bola SEA Games 2025 di The 700th Anniversary of Chiang Mai Stadium, Chiang Mai, Thailand, Jumat (12/12/2025). ANTARA FOTO/NAY/sth/foc.(ANTARA FOTO/NAY)

Pesepak bola Timnas U22 Indonesia Toni Firmansyah (kiri) berupaya melewati adangan pesepak bola Timnas Myanmar Oakkar Naing (kedua kanan) pada pertandingan babak penyisihan Grup C Sepak Bola SEA Games 2025 di The 700th Anniversary of Chiang Mai Stadium, Chiang Mai, Thailand, Jumat (12/12/2025). ANTARA FOTO/NAY/sth/foc.(ANTARA FOTO/NAY)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Kegagalan Timnas U-22 Indonesia meraih medali di SEA Games 2025 telah memicu kritik tajam dan sorotan terhadap internal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Selain kinerja pelatih, pengamat sepak bola nasional menduga PSSI Terbagi Faksi, yang berakibat pada komunikasi dan tanggung jawab yang tidak jelas.

Menurut pengamat, tanggung jawab utama atas kegagalan timnas U-22 kali ini patut diarahkan kepada Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali.

Dugaan PSSI Terbagi Faksi Tanggung Jawab Zainudin Amali ini diungkapkan oleh pengamat sepak bola senior, Binder Singh, melalui siniar di kanal YouTube-nya.

Ia mencermati adanya perbedaan narasi dan tanggung jawab di antara para petinggi PSSI.

Misalnya, anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, secara terbuka menyatakan tidak mengerti mengenai urusan Timnas U-22 di SEA Games, mengindikasikan bahwa urusan tersebut bukan berada dalam ranah wewenangnya.

Baca juga:   Khawatir Terjangkit Virus Corona, 6 Warga Datangi RSHS

Beda Target Ketum dan Waketum, PSSI Terbagi Faksi

Salah satu sinyal ketidakselarasan di internal PSSI terlihat jelas dari perbedaan target yang disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (yang juga menjabat Menpora), dan Waketum PSSI, Zainudin Amali.

Erick Thohir dikabarkan hanya menargetkan medali perak di SEA Games 2025. Namun, target tersebut dibantah oleh Zainudin Amali yang tetap bersikeras menginginkan medali emas.

Perbedaan target ini, menurut Binder Singh, menjadi dasar kuat bahwa Zainudin Amali adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas kegagalan tim.

“Ada pernyataan dari Wakil Ketua umum PSSI, Zainudin Amali, yang mengatakan bahwa targetnya adalah emas. Jika Wakil Ketua umum telah mengatakan itu berarti tentu dia bertanggung jawab untuk bisa mencapai target tersebut,” tegas Binder.

Kritik Pedas Atas Penunjukan Indra Sjafri

Dugaan bahwa Amali adalah pimpinan proyek (project leader) Timnas U-22 semakin dipertebal oleh pengamat lainnya, Tommy Welly (Towel).

Baca juga:   Dosen ITB Hasilkan Panel Anti Peluru dari Rami

Towel mengamini bahwa penunjukan Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, sejak awal memang dipercayakan kepada Amali.

Towel mengkritik keras paradoks yang terjadi, di mana Timnas U-22 menjalani training center (TC) yang lebih panjang namun hasilnya tidak sesuai harapan.

Ia mempertanyakan keputusan PSSI yang terus menerus memilih Indra Sjafri, dan menyindir pernyataan Amali yang menyebut Sjafri sebagai pelatih bertangan dingin dan selalu menggunakan pendekatan sports science.

“Indra Sjafri lagi, Indra Sjafri lagi. Seolah-olah tidak ada pelatih lain. Apakah kepelatihan kita mau berhenti di Indra Sjafri. Hari ini kita lihat,” ujar Towel, mempertanyakan masa depan kepelatihan Timnas.

Belum Ada Pejabat PSSI yang Bertanggung Jawab Penuh

Meskipun Pelatih Indra Sjafri secara ksatria telah menyatakan bertanggung jawab secara teknis atas kegagalan di SEA Games 2025, hingga saat ini belum ada satu pun pejabat PSSI yang secara terbuka meminta maaf dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas kegagalan ini.

Baca juga:   Bikin Kaget! Arkhan Fikri Hilang dari Line-up Lawan Malaysia

Tommy Welly menduga, sejak kegagalan lolos ke Piala Dunia U-20, eksesnya adalah munculnya faksi-faksi di tubuh PSSI.

Ia secara spesifik menunjuk bahwa Timnas U-22 ini adalah “faksinya Zainudin Amali”.

“Tim ini PIC-nya atau pimpinan project-nya adalah Zainudin Amali, Wakil Ketua Umum PSSI. Jadi tanggung jawab saja gitu lho,” tutup Tommy, mendesak transparansi dan akuntabilitas dari petinggi PSSI.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Binder Singh PSSIErick Thohir Target PerakGagal Timnas U-22 SEA Games 2025Indra Sjafri PSSIPSSI Terbagi Faksi Tanggung Jawab Zainudin AmaliTommy Welly Kritik PSSI


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.