WWW.PASJABAR.COM – Persib Bandung kembali mendapatkan sanksi dari Asian Football Confederation (AFC) atau Konfederasi Sepak Bola Asia. Sanksi berupa denda sebanyak USD 30.000 atau sekitar Rp499 juta.
Hukuman ini diberikan imbas insiden yang terjadi di AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 pada laga Selangor FC vs Persib di MBPJ Stadium, Malaysia, pada 6 November 2025.
Laga ini dimenangkan Persib dengan dramatis. Setelah tertinggal 0-2 di babak pertama, Persib justru berbalik menang 3-2 di akhir laga.
Kemenangan ini pun jadi salah satu pertandingan epik yang kemungkinan akan dikenang Bobotoh. Itu karena laga berjalan dengan menegangkan hingga berakhir manis untuk Persib.
Namun, di balik kemenangan manis itu, justru tersisa hal negatif. Sanksi kini harus diterima Persib. Lantas, apa penyebabnya?
Berdasarkan sidang yang dilakukan Komite Disiplin dan Etik AFC, Bobotoh alias pendukung Persib didakwa melanggar Pasal 65 Kode Disiplin dan Etik AFC.
Dalam penjelasannya, AFC menuliskan beberapa penonton yang merupakan penonton tergugat alias Bobotoh masuk ke lapangan pertandingan saat laga berangsung.
Penonton juga melempar delapan botol air kosong ke lapangan dan/atau area di sekitar lapangan pertandingan.
“Persib Bandung (IDN) diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD 30.000 (Rp499 juta) karena melakukan pelanggaran sebagaimana diatur dalam Pasal 65 ayat 1 Kode Disiplin dan Etik AFC,” tulis pernyataan AFC.
Hukuman ini jadi ironi tersendiri di balik kesuksesan Persib yang baru saja mencetak sejarah sebagai tim pertama yang lolos ke 16 besar ACL 2. Persib sendiri lolos sebagai pemuncak klasemen Grup G dengan 13 poin.
Di baba 16 besar, ada tiga calon lawan Persib, yaitu An Ha Noi (Vietnam/runner-up Grup E), Ratchanuri FC (Thailand/runner Grup F), dan Pohang Steelers (Korea Selatan/runner-up Grup H). Pengundian akan dilakukan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30 Desember 2025. (ars)
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Redaksi Pasjabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan sepenuhnya.
Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul dari penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.
Jika terdapat kekeliruan atau ingin mengajukan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer .

h














