CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Karmin Suharna Raih Gelar Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Unpas, Teliti Radikalisme dan Terorisme

Hanna Hanifah
17 Desember 2025
Pascasarjana Unpas

Karmin Suharna resmi meraih gelar Doktor Ilmu Sosial setelah menjalani Sidang Promosi Doktor Pascasarjana Unpas yang digelar pada Rabu (17/12/2025). (foto: han/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Program Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) kembali melahirkan doktor baru. Karmin Suharna resmi meraih gelar Doktor Ilmu Sosial setelah menjalani Sidang Promosi Doktor yang digelar pada Rabu (17/12/2025) di Aula Mandalasaba dr. Djoenjoenan, Gedung Pascasarjana Unpas, Jalan Sumatra No. 41, Kota Bandung.

Sidang promosi doktor tersebut dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc. dengan promotor Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. serta co-promotor Prof. Dr. H. Yaya Mulyana A. A, M.Si. dan Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si.

Adapun tim penelaah dan penguji terdiri dari Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si., Prof. Dr. H. Thomas Bustomi, M.Si., dan Prof. Dr. H. Bambang Heru P., M.S.

Karmin mempertahankan disertasinya yang berjudul “Efektivitas Strategi Pemerintah dalam Upaya Menanggulangi Radikalisme dan Terorisme di Indonesia.”

Baca juga:   Pengurus BEM Unpas Dilantik, Siap Perkuat Sinergi Dan Hidupkan Atmosfer Akademik

Penelitian tersebut mengkaji efektivitas strategi pemerintah dalam menghadapi ancaman radikalisme dengan menyoroti tantangan koordinasi antarinstansi, efektivitas program kontra-radikalisasi dan deradikalisasi, serta pengaruh faktor sosial, budaya, dan ekonomi.

Tantangan Koordinasi dan Ancaman Radikalisme ke Depan

Dalam disertasinya, Karmin menggunakan metode kualitatif studi kasus berbasis analisis dokumen kebijakan, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah telah membangun struktur kelembagaan dan sistem koordinasi yang relatif komprehensif, namun efektivitas substantif dalam menekan penyebaran ideologi radikal dan memperkuat ketahanan sosial belum sepenuhnya tercapai.

Kendala utama terletak pada koordinasi lintas lembaga seperti Kemenko Polhukam, BNPT, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga lainnya yang menyebabkan implementasi kebijakan belum terintegrasi secara optimal.

Selain itu, faktor sosial budaya seperti intoleransi, stigma terhadap mantan pelaku radikalisasi, serta ketimpangan ekonomi turut menjadi penghambat keberhasilan program deradikalisasi.

Baca juga:   Sidang Doktor Ilmu Hukum Aden Dahri Kaji Pemanfaatan Teknologi pada Jual Beli Hak Atas Tanah

Usai sidang, Karmin menjelaskan bahwa ketertarikannya meneliti isu ini berangkat dari kekhawatiran terhadap ancaman radikalisme bagi masa depan bangsa.

“Maksud dan tujuan saya sebetulnya ingin melihat ancaman radikalisme itu sebagai ancaman yang sangat berbahaya ke depan untuk negeri ini, untuk Indonesia,” ujar Karmin.

Ia menegaskan bahwa pemikiran radikal dapat berkembang menjadi tindakan terorisme yang berdampak luas.

“Pemikiran radikal itu bisa berdampak kepada hal-hal yang lebih besar, tindakan teror dari pemikiran radikal. Kalau sudah sampai ke tindakan terorisme, maka kerugian personel dan kerugian material akan kita alami, bahkan stabilitas nasional bisa terganggu,” katanya.

Melalui penelitiannya, Karmin berharap upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

“Harapannya, radikalisme bisa dieliminasi dari awal melalui penguatan ideologi yang baik dan perbaikan sistem yang ada sekarang. Kalau pun masih ada, prosentasenya semakin kecil, bahkan diharapkan tidak ada,” tambahnya.

Baca juga:   Dosen FKIP Unpas: Kurikulum Merdeka Harus Tetap Prioritaskan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Penelitian ini juga merekomendasikan penguatan riset multidisipliner, pengembangan kurikulum pendidikan anti-radikalisme, peningkatan kapasitas aparat melalui pelatihan terpadu, serta pemanfaatan teknologi digital untuk deteksi dini dan penyebaran narasi tandingan.

Pendekatan inklusif dengan melibatkan komunitas lokal dinilai menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.

Karmin dinyatakan lulus dengan IPK akhir 3,67 dan yudisium sangat memuaskan, sekaligus tercatat sebagai lulusan ke-307 Doktor Ilmu Sosial Universitas Pasundan. Ia pun menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada Unpas.

“Saya berterima kasih dan merasa bangga bisa studi di sini. Mudah-mudahan Unpas ke depan bisa lebih maju dan lebih jaya karena telah menghasilkan pemikiran-pemikiran yang sangat signifikan, khususnya untuk Jawa Barat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan,” tutupnya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: doktor ilmu sosial unpasPascasarjana Universitas Pasundanpascasarjana unpassidang promosi doktor unpasuniversitas pasundanunpas


Related Posts

pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Melda Yunita Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Teliti IKM Produk Makanan di Prov Bengkulu

16 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

14 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.