BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Persib Bandung tengah bersiap menapaki fase krusial dalam kompetisi antarklub Asia. Keberhasilan menembus fase gugur membuat publik sepak bola Jawa Barat antusias menanti siapa yang akan menjadi lawan Maung Bandung. Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak mulai memetakan kekuatan calon lawan potensial di Babak 16 besar ACL 2, sembari memberikan catatan keras terkait sanksi finansial yang baru saja menjerat klub.
Berdasarkan skema turnamen, terdapat tiga klub yang berpeluang besar menjadi batu sandungan Persib di babak 16 besar, yakni Cong An Ha Noi (Vietnam), Ratchaburi FC (Thailand), dan raksasa Korea Selatan, Pohang Steelers.
Kepastian mengenai siapa yang akan dihadapi baru akan terjawab dalam drawing resmi yang dijadwalkan pada 30 Desember mendatang.
Memetakan Kekuatan: Asia Tenggara vs Korea Selatan
Dalam pandangan Bojan Hodak, terdapat perbedaan level yang cukup signifikan di antara ketiga calon lawan tersebut.
Secara realistis, pelatih asal Kroasia ini menilai bahwa melawan tim dari Asia Tenggara seperti Cong An Ha Noi atau Ratchaburi akan memberikan peluang bersaing yang lebih berimbang bagi Marc Klok dan kawan-kawan.
Namun, perhatian khusus diberikan kepada Pohang Steelers. Klub asal Korea Selatan ini dinilai memiliki intensitas permainan dan kualitas teknis yang berada di atas rata-rata tim ASEAN.
“Kita akan lihat. Yang paling sulit adalah klub dari Korea, tapi dari semua pertandingan ini, kami akan bermain kandang dan tandang. Saat kami bermain di kandang, maka kami memiliki keuntungan,” ujar Hodak pada Rabu (17/12/2025).
Keuntungan Sistem Kandang-Tandang di Babak 16 Besar ACL 2
Salah satu hal yang membuat Bojan Hodak tetap optimis menghadapi Bojan Hodak Persib Babak 16 Besar ACL 2 adalah format pertandingan home and away.
Bermain di hadapan ribuan Bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat atau Gelora Bandung Lautan Api diyakini akan menjadi energi tambahan yang mampu meruntuhkan mental lawan, siapapun mereka.
Meskipun mengakui kekuatan tim Korea Selatan jauh lebih “mengerikan”, Hodak menegaskan bahwa dalam sepak bola tidak ada pilihan selain menghadapi hasil undian dengan kepala tegak.
Persib berkomitmen untuk membidik hasil maksimal demi menjaga martabat sepak bola Indonesia di kancah internasional.
Sesalkan Denda Ratusan Juta dari AFC
Di tengah persiapan teknis yang intens, kabar kurang sedap menghampiri manajemen Persib. AFC menjatuhkan sanksi denda sebesar USD 30.000 atau setara dengan Rp499 juta.
Sanksi berat ini merupakan imbas dari pelanggaran disiplin yang dilakukan suporter saat laga tandang melawan Selangor FC, di mana terjadi aksi pelemparan botol minuman ke dalam lapangan.
Bojan Hodak secara terbuka menyesalkan kejadian tersebut.
Menurutnya, dukungan suporter adalah nyawa bagi permainan Persib, namun tindakan yang melanggar regulasi justru merugikan klub secara finansial dan reputasi.
“Suporter kami adalah keuntungan kami. Tapi selalu ada yang melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan. Jika membayar denda, sebenarnya uang ini bisa digunakan untuk hal yang lainnya,” tutur pelatih berusia 54 tahun tersebut.
Harapan untuk Kedewasaan Bobotoh di Babak 16 Besar ACL 2
Menutup keterangannya, Hodak berharap insiden denda ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh Bobotoh.
Menuju pertandingan level Asia yang lebih prestisius, kedewasaan dalam memberikan dukungan sangat diperlukan agar anggaran klub tidak habis hanya untuk membayar denda administratif yang sia-sia.
Dengan uang denda yang hampir mencapai setengah miliar rupiah tersebut, klub sebenarnya bisa menggunakannya untuk pengembangan fasilitas latihan atau kebutuhan tim lainnya.
Bojan Hodak berharap sinergi antara tim dan suporter bisa berjalan lebih positif demi kelancaran langkah Persib di babak 16 Besar ACL 2 2025/2026. (Ars)









