BANGKOK, WWW.PASJABAR.COM – Kontingen Indonesia semakin menunjukkan taringnya di penghujung gelaran SEA Games 2025 Thailand. Pada Kamis (18/12/2025), dua cabang olahraga andalan, panahan dan perahu naga, kembali menyumbangkan medali emas yang sangat krusial. Bintang utama pada hari ini adalah Nurisa Dian Ashrifah, yang tampil luar biasa di nomor compound perorangan putri.
Keberhasilan ini membawa Indonesia kini mengoleksi total 78 medali emas, hanya terpaut dua keping lagi dari target besar yang dicanangkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Kemenangannya tidak hanya menambah koleksi emas Indonesia, tetapi juga menegaskan dominasi atlet panahan Merah Putih di kancah Asia Tenggara tahun ini.
Perjalanan Dramatis Nurisa Dian Ashrifah Menuju Podium Tertinggi
Langkah Nurisa Dian Ashrifah Emas Panahan SEA Games 2025 di babak eliminasi dipenuhi dengan ketenangan dan akurasi tinggi.
Perjalanannya dimulai dengan mengandaskan perlawanan atlet Myanmar, Su Su Hlaing, dengan skor meyakinkan 146-136.
Di babak perempatfinal, tantangan lebih berat datang dari wakil Vietnam, Nguyen Thi Hai Chau, namun Nurisa tetap tampil solid dan menang dengan skor 146-141.
Memasuki babak semifinal, tensi pertandingan semakin meningkat. Nurisa harus berhadapan dengan atlet Malaysia, Kim Ng Sui.
Dalam duel yang sangat ketat tersebut, Nurisa berhasil unggul tipis dengan selisih dua angka, yakni 145-143.
Mental juara Nurisa benar-benar teruji sebelum akhirnya ia melangkah ke partai puncak untuk memperebutkan medali emas bagi Indonesia.
Duel Sengit di Final Kontra Singapura
Pada partai final individual compound putri, Nurisa Dian Ashrifah berhadapan dengan Li Ong Madeleine Xue dari Singapura.
Pertandingan ini menjadi tontonan yang mendebarkan karena kedua pemanah saling mengejar poin di setiap seri anak panah yang dilepaskan.
Namun, fokus luar biasa yang ditunjukkan Nurisa membuatnya mampu menutup laga dengan keunggulan skor 142-140.
Dengan hasil ini, Nurisa berhak atas medali emas, sementara Li Ong harus puas dengan medali perak.
Medali perunggu di nomor ini diraih oleh Kim Ng Sui dari Malaysia. Keberhasilan Nurisa ini menjadi bukti nyata bahwa regenerasi atlet panahan di nomor compound berjalan dengan sangat baik.
Emas Tambahan dari Perahu Naga di Rayong
Selain dari lapangan panahan, kabar gembira juga datang dari perairan Thailand.
Tim perahu naga Indonesia kembali membuktikan bahwa mereka adalah yang tercepat di kawasan ini.
Turun di nomor pertandingan mixed standard boat 200m, tim Indonesia tampil sangat kompak dan bertenaga.
Dalam perlombaan yang berlangsung dengan ritme cepat tersebut, pendayung Merah Putih sukses menjadi yang pertama menyentuh garis finis, mengalahkan para pesaing tangguh dari tuan rumah Thailand dan Filipina.
Medali emas dari perahu naga ini menjadi suntikan semangat luar biasa bagi seluruh kontingen di sisa hari pertandingan SEA Games 2025.
Menanti Dua Emas Terakhir Demi Target Kemenpora
Dengan torehan 78 medali emas, Indonesia kini hanya membutuhkan dua keping emas lagi untuk memenuhi target 80 medali emas yang ditetapkan Kemenpora.
Pencapaian ini diharapkan mampu mengunci posisi Indonesia di urutan ketiga klasemen akhir negara-negara Asia Tenggara, bersaing ketat dengan Thailand dan Vietnam.
Antusiasme dan optimisme kini menyelimuti markas kontingen Indonesia.
Dengan beberapa nomor final yang masih akan dipertandingkan dalam satu-dua hari ke depan, peluang untuk melampaui target 80 emas terbuka lebar.
Perjuangan Nurisa Dian Ashrifah dan tim perahu naga hari ini telah membuka jalan bagi Indonesia untuk menutup SEA Games 2025 dengan kepala tegak.











