WWW.PASJABAR.COM – Mengutip NBC News, istilah “superflu” belakangan ramai digunakan untuk menggambarkan flu yang dirasakan lebih berat dari biasanya. Fenomena ini muncul seiring meningkatnya kasus influenza dalam waktu singkat di sejumlah negara. Keluhan flu dengan gejala lebih parah pun semakin sering terdengar di tengah masyarakat, ditambah kondisi cuaca yang tidak menentu yang diduga ikut memicu penurunan daya tahan tubuh.
Sejumlah penderita melaporkan mengalami demam tinggi, tubuh terasa sangat lemas, serta waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan flu pada umumnya. Padahal, wabah influenza memang terjadi setiap tahun, khususnya di Amerika Serikat pada periode Oktober hingga Mei. Namun pada musim kali ini, penyebaran virus terpantau berlangsung lebih cepat dan dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi.
Virus Influenza H3N2 Diduga Jadi Pemicu
Jenis virus influenza yang paling banyak ditemukan saat ini adalah Influenza A tipe H3N2, khususnya subclade K. Varian ini dikenal kerap menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan jenis flu lainnya dan dikaitkan dengan meningkatnya angka perawatan di rumah sakit. Virus H3N2 yang beredar juga mengalami perubahan pada permukaan proteinnya, sehingga lebih sulit dikenali oleh sistem kekebalan tubuh.
Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tetapi juga dilaporkan di sejumlah negara lain seperti Inggris dan Jepang, yang mengalami musim flu lebih awal dan lebih berat dari biasanya. Situasi inilah yang kemudian memunculkan istilah “superflu” di kalangan masyarakat.
Profesor penyakit menular Universitas Alabama, Dr. Molly Fleece, menjelaskan bahwa secara umum gejala flu musim ini masih menyerupai flu pada periode sebelumnya. Gejala biasanya muncul mendadak, seperti demam tinggi, menggigil, batuk, sesak napas, dan nyeri otot. Namun pada kelompok tertentu—seperti lansia, penderita penyakit penyerta, serta mereka yang belum menerima vaksin flu—kondisi dapat memburuk.
Beberapa pasien juga melaporkan keluhan tambahan berupa sakit kepala, kelelahan ekstrem, hingga gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare. Tenaga medis mengimbau masyarakat segera mencari pertolongan jika mengalami sesak napas, demam tinggi yang tak kunjung turun, atau gejala lain yang mengkhawatirkan.
Untuk mencegah risiko flu berat, masyarakat disarankan menjalani vaksinasi influenza, menjaga pola hidup bersih dan sehat, mencukupi asupan cairan dan nutrisi, serta menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit. Istirahat cukup dan penanganan medis yang tepat menjadi kunci utama pemulihan dan pencegahan komplikasi. (han)










