
Oleh: Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si., Ketua Bidang Penelitian & Pengembangan Paguyuban Pasundan (Sifat dan Ciri-Ciri Ibadah, dalam buku Afeksi Islam)
WWW.PASJABAR.COM – Mustafa Ahmad al-Zarqa, seorang ahli ilmu fikih kontemporer, menyebutkan beberapa sifat yang menjadi ciri-ciri ibadah yang benar, yakni:
-
Bebas dari perantara, karena untuk melakukan ibadah kepada Allah, seorang muslim tidak memerlukan perantara. Ia harus langsung berhubungan dengan Allah. Dalam hal ini, ulama atau para tokoh agama hanya berfungsi dan berperan sebagai pengajar serta pembimbing bagi muslim lainnya.
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Ku ….” (QS al-Baqarah, 2:186).
-
Tidak terikat kepada tempat-tempat khusus. Secara umum, Islam tidak menetapkan bagi penganutnya untuk melakukan ibadah di tempat tertentu, kecuali ibadah haji. Islam memandang setiap tempat yang suci sebagai tempat ibadah. Seluruh permukaan bumi adalah tempat bersujud, bersih dan suci (HR Bukhari dan Muslim).
“Kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Ke mana pun kamu menghadap, di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS al-Baqarah, 2:115).
-
Tidak memberatkan (‘adam al-haraj) dan tidak menyulitkan (izalat al-‘anat), karena Allah senantiasa menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan. Kamu seharusnya melakukan pekerjaan yang kamu sendiri mampu melakukannya. Sesungguhnya Allah tidak menyenangi suatu perbuatan hingga kamu sendiri menyenanginya (HR Bukhari dan Muslim).
“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS al-Baqarah, 2:185).
“Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapatkan pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapatkan siksa dari kejahatan yang dikerjakannya.” (QS al-Baqarah, 2:286). (han)












