BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Duka mendalam masih menyelimuti lokasi bencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Hingga Kamis (29/1/2026) pagi, seorang anak bernama Ai Neni masih setia menunggu kabar tentang ibu dan kakaknya yang belum ditemukan sejak longsor besar menerjang kawasan Cisarua tersebut hampir sepekan lalu.
Ai Neni terlihat terus berada di sekitar lokasi pengungsian dan posko pencarian, berharap tim SAR gabungan dapat menemukan anggota keluarganya.
Hingga saat ini, tercatat 53 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor, sementara 27 warga lainnya masih dalam proses pencarian.
Menurut keterangan petugas, longsor yang terjadi pada Sabtu dini hari itu menghancurkan sedikitnya empat rumah milik keluarga Ai Neni. Selain ibu dan kakaknya, tujuh anggota keluarga lainnya juga diduga masih tertimbun material tanah dan bebatuan.
Harapan Seorang Anak di Tengah Duka Bencana
Sejak hari pertama kejadian, Ai Neni tidak pernah lelah menunggu kabar baik dari tim SAR gabungan. Meski kondisi di lokasi masih berat dan pencarian berlangsung penuh risiko, Ai Neni berharap keluarganya dapat ditemukan, apa pun keadaannya.
“Saya cuma ingin ibu dan kakak saya ditemukan. Dalam kondisi apa pun, yang penting bisa diketahui,” ujar Ai Neni, korban terdampak longsor, dengan suara lirih.
Sementara itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan unsur pemerintah daerah masih terus melanjutkan operasi pencarian. Memasuki hari keenam, tantangan cuaca dan kondisi tanah yang labil menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi.
Meski demikian, upaya pencarian tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membantu membuka timbunan material longsor, khususnya di titik-titik yang diduga masih terdapat korban.
Hingga kini, pihak berwenang memastikan proses pencarian akan terus dilanjutkan sampai seluruh korban berhasil ditemukan.
Di tengah upaya tersebut, kisah Ai Neni menjadi gambaran nyata betapa bencana ini meninggalkan luka mendalam bagi para korban, terutama anak-anak yang kehilangan keluarga tercinta. (uby)












