BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kehadiran layanan Puskesmas 24 Jam di Kota Bandung memberi ruang baru bagi warga untuk mengakses layanan kesehatan tanpa harus terpaku pada jam pagi.
Bagi sebagian masyarakat, terutama yang bekerja atau bersekolah, fleksibilitas waktu ini menjadi solusi yang sebelumnya sulit didapatkan.
Dilansir dari bandung.go.id, di Puskesmas Garuda, seorang pasien bernama Ana merasakan langsung manfaat layanan tersebut.
“Bagus ya, maksudnya kan kalau yang enggak sempat pagi, kan ada yang kerja, ada yang sekolah. Bisa ke sore,” ujarnya kepada Humas Kota Bandung.
Hal serupa disampaikan Warsini. Ia menilai layanan 24 jam membuat proses berobat menjadi lebih mudah dan cepat diakses saat dibutuhkan.
“Alhamdulillah jadi lebih mudah untuk berobat. Membantu sih ya kalau misalkan ada keluhan apa-apa kita bisa langsung ke sini,” katanya.
Respons Positif dan Integrasi Layanan
Di Puskesmas Ibrahim Adjie, pasien bernama Vina juga mengungkapkan kepuasannya. Menurutnya, tidak semua pasien memiliki kesempatan datang pada pagi hari.
“Kalau saya rasa sih bagus banget ya, baik banget soalnya enggak semua pasien tuh bisa berobat berangkat pagi. Mungkin yang kerjanya sore, pulang kerja bisa ke sini. Membantu sekali,” ujarnya.
Pasien lainnya, Lusman, merasakan manfaat ketika keluhan kesehatan datang di luar jam kerja biasa. “Kalau sakit terasa siang atau sore gitu, langsung ke sini. Membantu sekali. Bagus, memuaskan,” katanya.
Tak hanya soal jam operasional, warga juga menilai kualitas pelayanan sudah baik. Rara menyebut pelayanan di Puskesmas Garuda cepat dan ramah. “Baik, ramah, cepat, cekatan juga. Alhamdulillah bagus sih. Sangat baik sekali. Sigap,” tuturnya.
Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan primer, Pemkot Bandung menghadirkan Puskesmas 24 Jam Bandung Utama yang terintegrasi dengan layanan administrasi kependudukan. Warga yang melahirkan dapat langsung memperoleh akta kelahiran, KIA, hingga pembaruan Kartu Keluarga.
Data Humas Kota Bandung mencatat, dalam periode 12–31 Januari 2026 terdapat 1.674 kunjungan. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih fleksibel dan responsif. (han)










