CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Studi Ungkap Saran Medis Chatbot AI Kerap Tidak Akurat

Hanna Hanifah
25 Februari 2026
chatbot

ilustrasi. (foto: ChatGPT)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM – Sebuah studi yang baru diterbitkan di jurnal Nature Medicine mengungkapkan bahwa saran kesehatan dari chatbot kecerdasan buatan (AI) kerap tidak akurat dan berpotensi menimbulkan risiko. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa sedikit perubahan dalam susunan kata pertanyaan dapat memengaruhi kualitas jawaban yang diberikan chatbot.

Dilaporkan oleh Channel News Asia, Minggu (22/2/2026) waktu setempat, dilansir dari ANTARA, studi ini melibatkan 1.200 peserta asal Inggris yang sebagian besar tidak memiliki latar belakang medis. Mereka diberikan skenario medis terperinci, mencakup gejala, gaya hidup, dan riwayat kesehatan, lalu diminta berkonsultasi dengan chatbot untuk menentukan langkah selanjutnya, seperti perlu tidaknya memanggil ambulans atau cukup melakukan perawatan mandiri di rumah.

Baca juga:   Facebook Dating Dapat Fitur AI Baru, Temukan Pasangan Lebih Mudah

Akurasi Rendah Jika Informasi Tak Lengkap

Hasilnya, peserta hanya memilih tindakan yang dinilai “benar” oleh panel dokter kurang dari separuh waktu. Tingkat keberhasilan dalam mengidentifikasi kondisi medis secara tepat. Seperti batu empedu atau perdarahan subarachnoid, bahkan hanya sekitar 34 persen.

Peneliti menemukan hampir setengah kesalahan terjadi akibat pengguna tidak memasukkan informasi penting atau gejala paling relevan. Sehingga chatbot memberikan saran berdasarkan gambaran yang tidak lengkap. Sebaliknya, ketika peneliti langsung memasukkan skenario medis lengkap ke dalam sistem, chatbot mampu mendiagnosis dengan benar hingga 94 persen.

Baca juga:   Hadapi Era Teknologi AI, Ketahanan Keluarga Dinilai Sangat Penting

Profesor di Oxford Internet Institute sekaligus penulis senior studi, Adam Mahdi, menilai pertanyaan medis yang rapi dan lugas tidak mencerminkan kondisi nyata pasien.

“Kedokteran tidak seperti itu. Kedokteran itu berantakan, tidak lengkap, dan bersifat stokastik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Kedokteran di University of California San Francisco, Robert Wachter, menekankan pentingnya pengalaman klinis dalam memilah informasi relevan.

Baca juga:   Microsoft Kembangkan AI Sendiri, Siap Saingi OpenAI

“Ada banyak keajaiban kognitif dan pengalaman yang dibutuhkan. Untuk menentukan elemen-elemen penting dari suatu kasus,” katanya.

Penulis utama studi, Andrew Bean, menyebut chatbot seharusnya lebih aktif mengajukan pertanyaan lanjutan layaknya dokter. Para peneliti menyimpulkan, model AI saat ini belum siap digunakan secara langsung dalam perawatan pasien. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: AIchatbotchatbot AIsaran kesehatan


Related Posts

AI smart city
HEADLINE

Canggih, Polisi di Bandung Gunakan AI CCTV Smart City Pantau Arus Mudik

19 Maret 2026
prompt ramadhan
HEADLINE

Prompt Ramadhan di ChatGPT Indonesia Naik 85 Persen

27 Februari 2026
AI Ubah Peta Pendidikan Tinggi, SEVIMA dan Prof. Rhenald Kasali Dorong Kampus Bertransformasi
PASPENDIDIKAN

AI Ubah Peta Pendidikan Tinggi, SEVIMA dan Prof. Rhenald Kasali Dorong Kampus Bertransformasi

21 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.