CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Tersingkir Liga Champions : “Remontada” 10 Pemain Juventus Hancur di Tangan Osimhen dan Yilmaz

pri
26 Februari 2026
Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane

Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

WWW.PASJABAR.COM — Juventus Stadium menjadi panggung salah satu laga paling dramatis dalam sejarah play-off Liga Champions pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.

Juventus, yang memikul beban defisit tiga gol dari leg pertama, nyaris menciptakan keajaiban saat menjamu raksasa Turki, Galatasaray.

Sempat menyamakan agregat secara heroik meski bermain dengan 10 orang, langkah Bianconeri akhirnya terhenti secara tragis di babak tambahan.

Kekalahan agregat 5-7 memastikan Si Nyonya Tua harus angkat koper lebih awal dari kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.

Misi Mustahil Juventus dan Penalti Harapan Menembus Liga Champions

Memulai laga dengan ketertinggalan agregat 2-5, Juventus tampil agresif sejak peluit pertama.

Federico Gatti dan Teun Koopmeiners berkali-kali mengancam gawang Galatasaray yang dikawal Ugurcan Cakir.

Namun, gol yang dinanti baru hadir pada menit ke-35 melalui titik putih. Manuel Locatelli yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh Cakir setelah Khephren Thuram diganjal keras oleh Lucas Torreira di kotak terlarang.

Baca juga:   Arsenal Tergelincir di Markas Wolves: Gol Telat Tom Edozie Gagalkan Kemenangan Meriam London dalam Perburuan Gelar Juara Premier League

Gol Locatelli tersebut mengubah atmosfer stadion menjadi penuh energi. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, memberikan secercah harapan bagi pasukan Luciano Spalletti bahwa defisit dua gol masih sangat mungkin untuk dikejar di babak kedua.

Drama Kartu Merah Juventus dan Kegagalan Lolos di Liga Champions

Babak kedua dimulai dengan petaka bagi tuan rumah. Bek Lloyd Kelly menerima kartu merah langsung setelah intervensi VAR menunjukkan ia melakukan pelanggaran berat terhadap Baris Yilmaz.

Bermain dengan 10 orang seharusnya mematikan asa Juventus, namun yang terjadi justru sebaliknya. Juventus tetap menggempur pertahanan lawan dengan semangat pantang menyerah.

Hasilnya terlihat pada menit ke-70, saat Federico Gatti menyambar umpan silang Pierre Kalulu di tiang jauh untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Puncak dramatisasi terjadi pada menit ke-82 ketika Weston McKennie mencetak gol ketiga lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan Koopmeiners. Skor 3-0 di waktu normal menyamakan agregat menjadi 5-5 dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan (extra time).

Baca juga:   Kylian Mbappe Belum 'Se-gila' Lionel Messi

Kelengahan Fatal di Babak Tambahan

Di babak tambahan, kelelahan fisik mulai menghantui skuad Juventus yang kekurangan satu pemain.

Setelah membuang peluang emas lewat Edon Zhegrova pada menit ke-96, Juventus akhirnya melakukan kesalahan fatal. Kehilangan bola di area kanan pertahanan pada menit ke-106 dimanfaatkan dengan dingin oleh Galatasaray.

Bola liar diarahkan ke Victor Osimhen yang berdiri bebas, dan dengan tenang ia menaklukkan Mattia Perin.

Gol Osimhen tersebut secara teknis mengakhiri momentum kebangkitan Juventus. Bianconeri yang butuh mencetak gol lagi terpaksa keluar menyerang habis-habisan, namun justru kembali kebobolan di menit-menit akhir.

Baris Yilmaz menuntaskan sebuah serangan balik cepat pada menit ke-119, mengunci kemenangan agregat bagi tim tamu dan membungkam seluruh pendukung di Juventus Stadium.

Postmortem: Kegagalan Menjaga Fokus

Meski kalah secara agregat, perjuangan 10 pemain Juventus layak mendapatkan apresiasi setinggi langit.

Baca juga:   Drama Sengit 4 Gol di GBT: Hasil Persebaya vs Persib 2-2, Maung Bandung Tetap di Puncak Klasemen

Mampu mengejar defisit tiga gol dalam kondisi kekurangan pemain adalah bukti mentalitas juara yang kembali muncul.

Namun, di level Liga Champions, detail kecil seperti kehilangan bola di area sensitif selalu berujung hukuman berat, terutama saat menghadapi pemain kelas dunia seperti Victor Osimhen.

Bagi Galatasaray, keberhasilan ini adalah bukti ketangguhan mereka dalam meredam tekanan. Meski sempat goyah, mereka tetap mampu membalas di saat yang paling krusial.

Sebaliknya bagi Juventus, tersingkirnya mereka dengan cara seperti ini akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran bagi manajemen tim, terutama terkait disiplin pemain di lapangan hijau.

Statistik Pertandingan: Juventus vs Galatasaray (Leg 2)

Kategori Statistik Juventus Galatasaray
Skor (Waktu Normal) 3 – 0 0 – 0
Skor (Extra Time) 0 – 2 2 – 0
Agregat Akhir 5 7
Kartu Merah 1 (Lloyd Kelly)
Tembakan (On Target) 14 (6) 11 (5)
Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: Berita OlahragaDrama babak tambahan JuventusGalatasarayHasil BolaHasil Juventus vs Galatasaray Liga Champions 2026juventusJuventus tersingkir UCL 2026Kartu merah Lloyd Kellyliga championsRemontada Juventus gagalVictor OsimhenVictor Osimhen gol Galatasaray


Related Posts

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026
Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)
HEADLINE

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
FSV Mainz 05 vs Racing Strasbourg. (Getty Images)
HEADLINE

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

18 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.