WWW.PASJABAR.COM — Juventus Stadium menjadi panggung salah satu laga paling dramatis dalam sejarah play-off Liga Champions pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.
Juventus, yang memikul beban defisit tiga gol dari leg pertama, nyaris menciptakan keajaiban saat menjamu raksasa Turki, Galatasaray.
Sempat menyamakan agregat secara heroik meski bermain dengan 10 orang, langkah Bianconeri akhirnya terhenti secara tragis di babak tambahan.
Kekalahan agregat 5-7 memastikan Si Nyonya Tua harus angkat koper lebih awal dari kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.
Misi Mustahil Juventus dan Penalti Harapan Menembus Liga Champions
Memulai laga dengan ketertinggalan agregat 2-5, Juventus tampil agresif sejak peluit pertama.
Federico Gatti dan Teun Koopmeiners berkali-kali mengancam gawang Galatasaray yang dikawal Ugurcan Cakir.
Namun, gol yang dinanti baru hadir pada menit ke-35 melalui titik putih. Manuel Locatelli yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh Cakir setelah Khephren Thuram diganjal keras oleh Lucas Torreira di kotak terlarang.
Gol Locatelli tersebut mengubah atmosfer stadion menjadi penuh energi. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, memberikan secercah harapan bagi pasukan Luciano Spalletti bahwa defisit dua gol masih sangat mungkin untuk dikejar di babak kedua.
Drama Kartu Merah Juventus dan Kegagalan Lolos di Liga Champions
Babak kedua dimulai dengan petaka bagi tuan rumah. Bek Lloyd Kelly menerima kartu merah langsung setelah intervensi VAR menunjukkan ia melakukan pelanggaran berat terhadap Baris Yilmaz.
Bermain dengan 10 orang seharusnya mematikan asa Juventus, namun yang terjadi justru sebaliknya. Juventus tetap menggempur pertahanan lawan dengan semangat pantang menyerah.
Hasilnya terlihat pada menit ke-70, saat Federico Gatti menyambar umpan silang Pierre Kalulu di tiang jauh untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Puncak dramatisasi terjadi pada menit ke-82 ketika Weston McKennie mencetak gol ketiga lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan Koopmeiners. Skor 3-0 di waktu normal menyamakan agregat menjadi 5-5 dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan (extra time).
Kelengahan Fatal di Babak Tambahan
Di babak tambahan, kelelahan fisik mulai menghantui skuad Juventus yang kekurangan satu pemain.
Setelah membuang peluang emas lewat Edon Zhegrova pada menit ke-96, Juventus akhirnya melakukan kesalahan fatal. Kehilangan bola di area kanan pertahanan pada menit ke-106 dimanfaatkan dengan dingin oleh Galatasaray.
Bola liar diarahkan ke Victor Osimhen yang berdiri bebas, dan dengan tenang ia menaklukkan Mattia Perin.
Gol Osimhen tersebut secara teknis mengakhiri momentum kebangkitan Juventus. Bianconeri yang butuh mencetak gol lagi terpaksa keluar menyerang habis-habisan, namun justru kembali kebobolan di menit-menit akhir.
Baris Yilmaz menuntaskan sebuah serangan balik cepat pada menit ke-119, mengunci kemenangan agregat bagi tim tamu dan membungkam seluruh pendukung di Juventus Stadium.
Postmortem: Kegagalan Menjaga Fokus
Meski kalah secara agregat, perjuangan 10 pemain Juventus layak mendapatkan apresiasi setinggi langit.
Mampu mengejar defisit tiga gol dalam kondisi kekurangan pemain adalah bukti mentalitas juara yang kembali muncul.
Namun, di level Liga Champions, detail kecil seperti kehilangan bola di area sensitif selalu berujung hukuman berat, terutama saat menghadapi pemain kelas dunia seperti Victor Osimhen.
Bagi Galatasaray, keberhasilan ini adalah bukti ketangguhan mereka dalam meredam tekanan. Meski sempat goyah, mereka tetap mampu membalas di saat yang paling krusial.
Sebaliknya bagi Juventus, tersingkirnya mereka dengan cara seperti ini akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran bagi manajemen tim, terutama terkait disiplin pemain di lapangan hijau.
Statistik Pertandingan: Juventus vs Galatasaray (Leg 2)
| Kategori Statistik | Juventus | Galatasaray |
| Skor (Waktu Normal) | 3 – 0 | 0 – 0 |
| Skor (Extra Time) | 0 – 2 | 2 – 0 |
| Agregat Akhir | 5 | 7 |
| Kartu Merah | 1 (Lloyd Kelly) | |
| Tembakan (On Target) | 14 (6) | 11 (5) |












