WWW.PASJABAR.COM — Stadion Craven Cottage menjadi saksi bisu semakin terpuruknya raksasa London Utara, Tottenham Hotspur, dalam lanjutan matchday ke-28 Premier League 2025/2026, Minggu (1/3/2026) malam WIB. Pasukan yang kini dipimpin oleh Igor Tudor tersebut harus mengakui keunggulan tuan rumah Fulham dengan skor tipis 1-2.
Hasil ini tidak hanya memperpanjang tren negatif mereka, tetapi juga mengirimkan sinyal bahaya bagi manajemen klub mengingat posisi mereka yang semakin mendekati zona degradasi.
Start Buruk di Craven Cottage
Pertandingan dimulai dengan mimpi buruk bagi tim tamu. Belum genap laga berjalan enam menit, gawang Guglielmo Vicario sudah bergetar melalui aksi Harry Wilson.
Gol tersebut tercipta dengan proses yang cukup menyakitkan bagi lini belakang The Lilywhites.
Berawal dari bola muntah di depan gawang, Wilson melepaskan sepakan voli akurat yang tak mampu dihalau oleh barisan pertahanan Spurs.
Gol cepat ini tampak meruntuhkan kepercayaan diri pemain Tottenham. Alih-alih memberikan respons cepat, mereka justru kesulitan mengembangkan permainan di bawah tekanan pendukung setia Fulham.
Dominasi lini tengah yang dibangun Emile Smith Rowe dan Sander Berge membuat suplai bola ke lini depan Tottenham yang diisi Dominic Solanke dan Randal Kolo Muani terputus total.
Tendangan Terukur Alex Iwobi dan Dominasi Tuan Rumah
Fulham tidak mengendurkan serangan meski sudah unggul satu gol. Pada menit ke-33, petaka kembali menghampiri Tottenham.
Mantan pemain Everton dan Arsenal, Alex Iwobi, menunjukkan kelasnya dengan melepaskan tendangan melengkung yang sangat terukur dari luar kotak penalti.
Bola meluncur deras ke pojok bawah kanan gawang Vicario tanpa bisa dijangkau.
Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, mencerminkan ketimpangan performa antara kedua tim.
Statistik babak pertama menunjukkan betapa buruknya koordinasi pertahanan Tottenham yang digalang Micky van de Ven dan Radu Dragusin.
Fulham tampil begitu klinis, sementara Tottenham gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran yang benar-benar mengancam Bernd Leno.
Respons Richarlison dan Usaha yang Sia-sia
Memasuki babak kedua, Igor Tudor mencoba melakukan perubahan taktis dengan memasukkan tiga tenaga baru sekaligus: Pape Matar Sarr, Mathys Tel, dan Richarlison.
Perubahan ini perlahan membuahkan hasil. Intensitas serangan Tottenham meningkat, dan pada menit ke-66, harapan sempat muncul saat Richarlison berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui tandukan tajam memanfaatkan umpan lambung Archie Gray.
Namun, sisa waktu 24 menit tidak cukup bagi Tottenham untuk menyamakan kedudukan.
Fulham bermain sangat disiplin dalam bertahan, memaksa Tottenham lebih banyak melakukan operan lateral yang tidak efektif.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Fulham tetap bertahan, memberikan tiga poin penting bagi pasukan Marco Silva untuk naik ke posisi 10 klasemen dengan 40 poin.
Tren Horor Empat Kekalahan Beruntun
Kekalahan ini menandai periode tergelap Tottenham di musim 2025/2026. Mereka kini mencatatkan empat kekalahan beruntun di Liga Inggris setelah sebelumnya babak belur dihajar Arsenal (4-1), Newcastle United (2-1), dan Manchester United (2-0).
Dengan hanya mengoleksi 29 poin dari 28 laga, Tottenham tertahan di peringkat ke-16, posisi yang sangat tidak lazim bagi tim yang biasanya bersaing di zona Eropa.
Tekanan kini sepenuhnya berada di pundak Igor Tudor. Kegagalan memetik poin dari rival sekota seperti Fulham menambah keraguan publik terhadap kapasitasnya mengangkat performa tim.
Jika tidak segera berbenah, Tottenham terancam akan terseret lebih jauh ke dalam pusaran degradasi, sebuah skenario yang mustahil dibayangkan oleh para pendukung setia mereka di awal musim.
Statistik Pascapertandingan (Fulham vs Tottenham)
| Kategori | Fulham | Tottenham Hotspur |
| Skor Akhir | 2 | 1 |
| Pencetak Gol | Wilson (6′), Iwobi (33′) | Richarlison (66′) |
| Posisi Klasemen | 10 | 16 |
| Total Poin | 40 | 29 |
| Pelatih | Marco Silva | Igor Tudor |












