WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah mulai hari ini melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah daerah guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.
Wilayah yang menjadi prioritas pelaksanaan OMC meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali, sementara beberapa daerah lain masih terus dipantau kondisinya.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Teuku Faisal Fathani, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah terkait pelaksanaan operasi tersebut.
“Dengan BNPB dan juga dengan pemerintah provinsi bahwa mulai hari ini dalam rangka mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem tadi, BMKG dan BNPB akan memulai operasi modifikasi cuaca yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah dan di Bali. Ini mulai hari ini,” ujar Teuku Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, dilansir dari ANTARA, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan, untuk wilayah DKI Jakarta, kondisi cuaca masih terus dipantau. Jika diperlukan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga akan membiayai pelaksanaan OMC.
Menurutnya, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh kemunculan bibit siklon tropis 90S dan 93S di selatan Pulau Jawa dan sekitar Samudera Hindia. Dampaknya adalah peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah. Termasuk sebagian Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.
Teuku menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca dilakukan berbasis situasi di wilayah tertentu dengan tujuan menekan curah hujan sekitar 20 hingga 40 persen.
“Harapannya nanti lahannya sendiri itu bisa lebih siap atau dampak terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi dapat ditekan,” tuturnya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal, melakukan normalisasi sungai. Serta menjaga sempadan sungai guna meminimalkan risiko banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
“Kalau kita prediksi mungkin sampai dengan beberapa hari ke depan masih terjadi, akan kita lakukan,” demikian Teuku Faisal Fathani. (han)












