TASIKMALAYA, WWW.PASJABAR.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung mencatat pertumbuhan mobilitas masyarakat yang sangat signifikan di wilayah Priangan Timur selama lima hari pertama masa Angkutan Lebaran 2026. Dalam periode 11 hingga 15 Maret 2026, Stasiun Tasikmalaya mencatatkan diri sebagai stasiun tersibuk ketiga di wilayah Daop 2.
Stasiun Tasikmalaya berada di bawah Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong dalam hal volume penumpang. Fenomena ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi primadona bagi warga di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya untuk perjalanan mudik maupun balik.
Rincian Data Penumpang
Berdasarkan data pelayanan Daop 2 Bandung, Stasiun Bandung masih memimpin dengan total 23.252 pelanggan yang berangkat. Posisi kedua ditempati Stasiun Kiaracondong dengan 20.054 pelanggan. Sementara itu, Stasiun Tasikmalaya menunjukkan angka yang cukup impresif dengan melayani 5.165 pelanggan berangkat.
Tak hanya arus keberangkatan, arus kedatangan pun menunjukkan tren serupa. Stasiun Tasikmalaya melayani 7.879 pelanggan turun, menjadikannya tujuan favorit ketiga di wilayah Daop 2 setelah Stasiun Bandung (17.281 orang) dan Stasiun Kiaracondong (8.950 orang).
Pertumbuhan di Wilayah Priangan Timur
Beberapa stasiun lain di Priangan Timur juga mencatat aktivitas yang padat. Untuk kedatangan penumpang, Stasiun Banjar melayani 5.222 pelanggan turun dan Stasiun Garut sebanyak 3.160 pelanggan. Sedangkan untuk keberangkatan, Stasiun Cimahi mencatat 2.979 pelanggan dan Stasiun Purwakarta 2.949 pelanggan.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyatakan bahwa tingginya angka ini membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap aspek keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu kereta api.
“Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya selama periode Angkutan Lebaran tahun ini,” ujar Kuswardojo dalam keterangannya, Minggu (15/3/2026).
Inovasi Layanan: KA Serayu Berhenti di Rajapolah
Merespons tingginya minat masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya, KAI Daop 2 Bandung melakukan langkah strategis dengan meningkatkan aksesibilitas. Mulai 14 Maret 2026, KA Serayu resmi diberhentikan di Stasiun Rajapolah untuk melayani naik dan turun penumpang.
“Dengan adanya layanan ini, masyarakat di wilayah Rajapolah dan sekitarnya dapat lebih mudah mengakses transportasi kereta api tanpa harus menuju stasiun yang lebih jauh,” tambah Kuswardojo.
Kebijakan ini diharapkan dapat memecah kepadatan di Stasiun Tasikmalaya sekaligus memberikan efisiensi waktu bagi masyarakat di wilayah utara Kabupaten Tasikmalaya yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh. (Uby)











