BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kejuaraan STKIP Pasundan Cup VIII Sirkuit I Jawa Barat Tahun 2026 bertajuk “Legacy of Excellence” sukses digelar di GOR Bandung, Jalan Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, turnamen ini menjadi panggung lahirnya bibit-bibit unggul karateka masa depan dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Sebanyak 600 atlet turut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka berasal dari berbagai dojo dan perguruan karate yang tersebar di seluruh Jawa Barat.
Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan bahwa cabang olahraga karate masih menjadi salah satu olahraga favorit yang terus berkembang di kalangan generasi muda.

Ajang Pembinaan dan Regenerasi Atlet
Ketua STKIP Pasundan Cimahi, Prof. Dr. Dedi Supriadi, M.Pd., AIFO, menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan bentuk konsistensi kampus dalam mendukung pembinaan olahraga, khususnya karate.
Ia menyebut bahwa STKIP Pasundan Cup kini telah memasuki edisi kedelapan dan menjadi bagian dari Sirkuit I tingkat Jawa Barat.
“Kejuaraan ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi menjadi sarana pembinaan atlet sekaligus membantu pemerintah dalam meningkatkan prestasi olahraga,” ujarnya.
Menurutnya, melalui kompetisi ini diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang mampu bersaing hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini terintegrasi dengan proses pembelajaran di kampus, termasuk melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate.

Tekankan Nilai Karakter dan Sportivitas
Wakil Ketua YPT Pasundan, Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si., yang membuka secara resmi kejuaraan ini, menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta.
Ia mengingatkan bahwa prestasi harus dibarengi dengan karakter yang kuat.
Menurutnya, atlet harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancawaluya yang menjadi filosofi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), singer (terampil), dan cageur (sehat).
“Jangan hanya fokus pada kemenangan, tetapi juga bagaimana menjaga sikap, sportivitas, dan karakter sebagai atlet,” tegasnya.

Disiplin dan Fair Play Jadi Kunci
Sekretaris KONI Jawa Barat, Gianto Hartono, S.E., turut memberikan perhatian pada pentingnya disiplin dalam meraih prestasi.
Ia menilai bahwa keberhasilan seorang atlet tidak lepas dari sikap disiplin dan penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Ia juga mengingatkan para wasit untuk menjunjung tinggi profesionalisme agar tidak menimbulkan kekecewaan di kalangan atlet.
“Berikan penilaian yang objektif. Jangan sampai ada atlet yang merasa dirugikan,” ujarnya.
Gianto turut mengapresiasi peran orang tua dalam mendukung anak-anak mereka untuk berprestasi, serta kontribusi FORKI dalam membina atlet karate di berbagai daerah.

Momentum Lahirnya Atlet Masa Depan
Kejuaraan ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Jawa Barat terus berjalan dengan baik.
Dengan jumlah peserta yang besar dan kualitas pertandingan yang kompetitif, STKIP Pasundan Cup VIII diharapkan menjadi salah satu ajang penting dalam mencetak generasi atlet karate yang berprestasi.
Meski tidak semua peserta berhasil meraih juara, semangat untuk terus berkembang menjadi nilai utama yang ditanamkan dalam kompetisi ini.
Para atlet diharapkan menjadikan pengalaman bertanding sebagai bekal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan. (*/tie)












