CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Malia Nur Alifa: Menyingkap Tabir Lembang Melalui Kepingan Sejarah yang Terlupakan

Tiwi Kasavela
16 April 2026
Malia Nur Alifa: Menyingkap Tabir Lembang Melalui Kepingan Sejarah yang Terlupakan

Malia Nur Alifa dalam diskusi Temu Sejarah #100 (ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Selama 12 tahun, Malia Nur Alifa keluar-masuk hutan dan perkampungan di Lembang untuk menyusun kepingan sejarah yang tak tercatat di buku sekolah. Dari misteri penyerahan tanpa syarat Hindia Belanda hingga jejak “Congo-Congti” yang terbuang.

BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM— Di balik kabut tipis yang menyelimuti kawasan Bandung Utara, tersimpan narasi panjang yang selama ini tertimbun oleh gegap gempita industri wisata swafoto. Malia Nur Alifa, seorang penggiat sejarah sekaligus pemandu wisata, mencoba menghidupkan kembali memori kolektif tersebut melalui bukunya, Lembang Masa Lalu.

Dalam diskusi daring bertajuk “Temu Sejarah: Lembang Masa Lalu”, Malia menceritakan awal mula risetnya yang dimulai sejak 2009. Dipicu oleh rasa penasaran lantaran minimnya literatur mengenai sejarah Lembang, ia memberanikan diri menemui sejarawan senior Bandung, Sudarsono Katam. Tantangan itulah yang menjadi bahan bakar Malia melakukan riset lapangan selama lebih dari satu dekade.

Baca juga:   Menggugat Ulang Legenda Nyi Roro Kidul dalam Diskusi Buku #75 Temu Sejarah

Jejak Kelam di Benteng Gunung Putri

Salah satu temuan paling mengejutkan dalam riset Malia adalah detail penyerahan tanpa syarat Hindia Belanda kepada Jepang pada Maret 1942. Jika selama ini buku sejarah arus utama lebih banyak menyoroti Perjanjian Kalijati di Subang, Malia menemukan bahwa “kunci” jatuhnya kekuasaan Belanda justru terjadi di Lembang.

Berdasarkan penuturan saksi mata yang ia temui, tentara Jepang memasuki kawasan Cikole tanpa suara menggunakan sepeda lipat sambil menyeret katana ke aspal hingga mengeluarkan percikan api. Di Benteng Gunung Putri, Malia mengungkap sisi gelap peperangan tersebut, eksekusi massal tentara KNIL yang membuat kawasan itu pernah dipenuhi ceceran jenazah yang tak sempat terkubur sempurna.

Baca juga:   Mahasiswa S-2 Pendidikan UPI Raih Best Participant International Youth Leader

Dari Tanaman Pewarna hingga Narasi Perempuan

Riset Malia tidak hanya berkutat pada militeristik. Ia menelusuri asal-usul nama “Lembang” yang ternyata diambil dari sejenis rumput air—Typha angustifolia yang kini justru sulit ditemukan di habitat aslinya. Ia juga mengungkap bahwa pada abad ke-17, Lembang merupakan pemasok utama bunga Kesumba Keling bagi VOC untuk dikirim ke Eropa sebagai pewarna gaun-gaun mewah kaum bangsawan.

Tak berhenti di situ, Malia juga menerbitkan buku Sembilan Kisah Perempuan Pribumi. Buku ini merangkum narasi-narasi pilu sekaligus heroik para perempuan di masa pendudukan Jepang. Salah satu kisah yang memilukan adalah tentang perempuan yang harus bersembunyi di dalam gua dan menggigit ban agar suaranya tak terdengar oleh tentara Jepang.

Melawan Lupa di Tengah Modernisasi

Malia menyayangkan kondisi Lembang saat ini yang menurutnya sudah dalam tahap “sekarat” akibat pembangunan yang tak terkendali. Salah satu objek yang menjadi perhatiannya adalah transformasi Grand Hotel Lembang yang bersejarah menjadi pusat otomotif dan wisata terpadu.

Baca juga:   Hujan Deras Sebabkan Jalan di Cililin Amblas dan Rusak Parah

“Fungsi sejarah salah satunya adalah membangun rasa kenal. Dari kenal jadi sayang, dari sayang jadi peduli,” tegas Malia. Ia konsisten menggunakan strategi “marketing” dalam menyebarkan sejarah: membuat buku saku kecil agar mudah dibaca dan dipahami oleh generasi muda serta para pemandu wisata.

Kini, Malia sedang menyiapkan riset terbarunya mengenai sisi historis legenda Sangkuriang, yang menurut temuannya, memiliki pijakan fakta sebagai tokoh nyata di masa lalu. Baginya, sejarah Lembang bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan alarm bagi masyarakat untuk lebih menghargai alam dan identitas tanah kelahirannya. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: lembangMalia Nur AlifaTemu Sejarah


Related Posts

wisata keluarga lembang
HEADLINE

Serunya Libur Paskah di Lembang: Dari Berburu Telur hingga Petik Stroberi di Alam Terbuka

5 April 2026
Mengulik Bandung Awal Revolusi 1945–1946, Kisah Kota di Titik Genting Kemerdekaan
PASBANDUNG

Mengulik Bandung Awal Revolusi 1945–1946, Kisah Kota di Titik Genting Kemerdekaan

13 Maret 2026
Cinta, Kopi, dan Kekuasaan: Kisah Tragis Apun Gencay dalam Sejarah Cianjur
PASJABAR

Cinta, Kopi, dan Kekuasaan: Kisah Tragis Apun Gencay dalam Sejarah Cianjur

5 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.