BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan minyak goreng merek MinyakKita yang beredar melalui jalur resmi aman dan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Kepastian ini berlaku bagi distribusi yang disalurkan melalui mitra resmi Perum Bulog.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nuruddin, menyebut distribusi minyak goreng dari Bulog berjalan lancar ke sejumlah pasar tradisional.
“Dropping dari Bulog itu setiap minggu, satu pedagang mendapat sekitar 50 dus, dengan satu dus berisi 12 kemasan. Dan harga yang dijual sesuai HET,” ujarnya, dilansir dari ANTARA, Rabu (22/4/2026).
Ronny menjelaskan, pedagang yang ingin mendapatkan pasokan MinyakKita harus memenuhi persyaratan administrasi melalui aplikasi Simira. Aplikasi ini terbuka bagi pedagang, khususnya pemilik toko kelontong, selama mereka melengkapi dokumen yang dibutuhkan, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB).
Harga Berbeda di Pasar Bebas
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui harga MinyakKita di luar jaringan Bulog mengalami kenaikan mengikuti mekanisme pasar. Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga minyak goreng tersebut berkisar antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter.
Ia menjelaskan, perbedaan harga terjadi karena skema distribusi MinyakKita terbagi dalam dua jalur, yakni sekitar 30 persen melalui Bulog dan 70 persen melalui pasar bebas.
“Kami melihat di lapangan harga bervariasi karena mengikuti mekanisme pasar,” kata Farhan.
Berdasarkan data, kebutuhan minyak goreng di Kota Bandung mencapai sekitar 13.500 karton per minggu. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.500 karton dipasok oleh Bulog, sementara sisanya dipenuhi oleh distributor di pasar bebas. (han)












