WWW.PASJABAR.COM – Perjalanan hidup seorang akademisi Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., yang merupakan Rektor Universitas Pasundan (Unpas) menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan, keikhlasan, dan keyakinan pada “garis tangan” masing-masing manusia.
Ia menegaskan bahwa hidup sebaiknya dijalani mengalir seperti air, tanpa terlalu banyak memaksakan kehendak.
“Biarkan hidup ini mengalir seperti air, kita nikmati saja prosesnya karena setiap orang punya garis tangan sendiri,” ujar Prof. Azhar dalam sebuah kisah refleksi perjalanan hidupnya.
Sejak kecil, Prof. Azhar telah menghadapi berbagai keterbatasan. Ia kehilangan ibu sejak usia dua tahun dan tumbuh dalam asuhan ayah serta ibu sambung.
Namun, nilai-nilai kebaikan, rendah hati, dan saling menolong yang ditanamkan keluarganya menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakternya.
Ia mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi dosen atau rektor. Bahkan setelah lulus kuliah dan sempat bekerja sebagai pegawai negeri, hatinya justru merasa terpanggil untuk mengajar. Keputusan besar pun diambil ketika ia memilih keluar dari status PNS dan kembali ke dunia akademik.
Perjalanan Berat Hingga ke Luar Negeri
Perjalanan karier Prof. Azhar tidak selalu mulus. Ia bahkan harus menunda momen bulan madu setelah menikah karena mendapat kesempatan melanjutkan studi ke Belgia.
Dalam prosesnya, ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan bahasa, tekanan studi, hingga kondisi jauh dari keluarga.
“Waktu itu saya harus berangkat, semua dokumen tertinggal di taksi. Tapi akhirnya tetap berangkat juga,” kenangnya.
Di luar negeri, ia menjalani masa-masa sulit, termasuk stres dan adaptasi budaya. Namun, ia tetap menyelesaikan studi dengan baik berkat ketekunan dan bantuan banyak pihak.
Setelah kembali ke Indonesia, karier akademiknya terus berkembang hingga akhirnya dipercaya menjadi pimpinan di lingkungan Unpas. Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya bersifat partisipatif dan selalu mengedepankan musyawarah.
“Saya tidak egois dalam mengambil keputusan. Semua unsur saya libatkan agar kebijakan lahir secara bersama,” ujarnya.
Di tengah kesuksesannya, Prof. Azhar tetap menekankan pentingnya kesederhanaan, keluarga, dan kerja keras. Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi perjalanan hidup.
“Jangan putus asa. Setiap orang punya masa dan jalannya sendiri,” tutupnya. (han)












