BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Tak cukup intelektual untuk melahirkan siswa yang hebat dan cerdas, tapi ahlak yang mulia juga merupakan pondasi yang fundamental agar siswa kelak tumbuh menjadi pribadi yang memberikan manfaat dan kebaikan bagi lingkungan disekitarnya.
Hal tersebut yang menjadi sorotan SMA Pasundan 3 Bandung yang terletak di Jl. Kebon Jati No.31, Andir, Kota Bandung yang pada Senin (15/7/2019) membuka kelas tahfidz dan diresmikan oleh mantan guberbur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.
Kepala SMA Pasundan 3 Bandung, Solihin S.Pd MM mengungkapkan bahwa adanya kelas tahfidz adalah salah satu upaya untuk membentuk siswa yang beriman dan berahlak mulia.
“Adanya kelas tahfidz di SMA Pasundan 3 Bandung, direspon positif oleh masyarakat karena jarang ada sekolah SMA maupun SMK yang khusus memiliki kelas tahfidz,” jelasnya.
Keberadaan kelas tahfidz lanjut Solihin merupakan upaya bahwa sekolah tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik tapi juga agama dan bekal akhirat kelak. Bagaimana, menjadi lembaga yang dapat mengkondisikan bahwa anak-anak dapat beribadah dengan baik, dan gemar membaca Al-qur’an.
“Selain tentu selama bersekolah mengukuti MTQ, Lomba dakwah maupun tahfidz, Kelas tahfidz juga akan mempermudah para siswa untuk masuk ke perguruan tinggi, saat mereka lulus kelak. Bahkan rektor unpas mengungkapkan bahwa bagi yang hafal 30 Juzz akan digratiskan biaya kuliahnya jika mendaftar ke Unpas dan untuk yang hafal 15 juzz maka akan dipotong 50 persen,” jelasnya
Sejak tes pendaftaran siswa Alquran siswa sudah melewati test membaca Al-qur’an untuk mengetahui sejauh apa kemampuan mereka dalam membaca Al-qur’an yang kemudian nanti akan di klasifikasi agar bahan ajar al-quran dapat disesuaikan dengan kapasitas masing-masing.
“Target kami satu kelas yang dibagi ke dalam dua halaqah yaitu laki laki dan perempuan. Yang penyelenggaraanya bekerjasama dengan pendidikan taqiya yang merupakan lembaga pondok al quran,” jelasnya.
Dari 174 siswa baru yang terdaftar di SMA Pasundan 3 Bandung, nantinya sekitar 22 siswa terpilih akan dibina untuk menjadi hafidz. Dengan fokus belajar pada pukul 6:45-09:00 WIB dan dilanjutkan dengan pelajaran umum.
“Pada MPLS kali ini yang diselenggarakan pada Senin hingga kamis yakni dari tanggal 15-18 Juli 2019 kami pun memiliki tema untuk siap mendidik generasi shaleh dan shalehah. Dan kedepannya ingin menjadi sekolah yang unggul dalam religi dan seni. Unggul dalam seni karena SMA Pasundan 3 ingin menjadi tempat pelestari budaya sunda, semoga bisa berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya. (Tan)











