BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, para perajin ketupat di Kampung Ketupat, Jalan Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, mengalami lonjakan permintaan.
Setiap harinya, ribuan ketupat diproduksi dan dikirim ke berbagai pasar di Bandung Raya serta daerah lainnya di Jawa Barat.
Kawasan ini dikenal sebagai sentra produksi ketupat yang telah berlangsung turun-temurun selama puluhan tahun.
Hampir seluruh warga di kampung ini berprofesi sebagai perajin ketupat. Khususnya saat mendekati Lebaran, ketika permintaan bisa meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Kalau menjelang Lebaran begini, pesanan datang dari berbagai pasar di Bandung, bahkan ada yang dari luar kota. Kami bisa membuat hingga 4.000 cangkang ketupat per hari,” ungkap Iim, salah seorang pengrajin ketupat.
Ketupat yang dijual di Kampung Ketupat tersedia dalam dua bentuk. Yakni cangkang kosong yang dihargai Rp2.000 per buah dan ketupat yang sudah diisi beras ketan seharga Rp5.000 per buah.
Menurut Ketua RT setempat, Firmansyah, lebih dari 90 persen warga di wilayahnya adalah perajin ketupat.
Ia mengungkapkan bahwa momen Lebaran menjadi kesempatan bagi warga untuk meningkatkan penghasilan mereka.
“Kami bersyukur dengan adanya peningkatan permintaan tahun ini. Hampir semua rumah di sini memproduksi ketupat. Selain menjadi tradisi, ini juga membantu perekonomian warga,” ujar Firmansyah.
Selain memenuhi permintaan pasar lokal, beberapa pedagang juga mengirimkan ketupat ke daerah di luar Bandung. Seperti Garut, Tasikmalaya, dan Cirebon. Bahkan, beberapa pelanggan tetap sudah melakukan pemesanan jauh hari sebelum Ramadan tiba.
Dengan adanya lonjakan produksi ini, warga berharap tradisi pembuatan ketupat di Kampung Ketupat tetap lestari. Serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka di setiap momen Lebaran. (han)










