MILAN, WWW.PASJABAR.COM — Stadion Giuseppe Meazza menjadi saksi bisu runtuhnya ambisi besar Inter Milan di panggung Eropa. Pada laga leg kedua play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026 yang digelar Rabu (25/2/2026), Inter Milan secara mengejutkan takluk 1-2 dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt.
Kekalahan ini memastikan tim asuhan Simone Inzaghi tereliminasi dengan agregat gol yang telak, 2-5, mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi paling bergengsi di Benua Biru musim ini dengan cara yang memilukan.
Awal Menjanjikan Inter Milan yang Berujung Frustrasi
Inter Milan memulai pertandingan dengan intensitas tinggi, menyadari bahwa mereka harus mengejar defisit gol dari leg pertama.
Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Bodo/Glimt sejak peluit pertama dibunyikan.
Hasilnya, bek andalan Alessandro Bastoni sempat membangkitkan asa pendukung tuan rumah lewat golnya yang memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Inter yang terlalu asyik menyerang justru kerap kehilangan fokus di lini belakang.
Bodo/Glimt, yang dikenal dengan serangan balik cepat dan disiplin taktis tinggi, mulai menemukan celah di pertahanan tuan rumah.
Kegagalan Inter untuk menambah pundi-pundi gol di babak pertama menjadi awal dari petaka yang akan menimpa mereka di paruh kedua pertandingan.
Sengatan Maut Jens Petter Hauge dan Hakon Evjen
Memasuki babak kedua, mimpi buruk Inter Milan menjadi kenyataan. Jens Petter Hauge, yang tampil sangat mobile di sisi sayap, berhasil menyamakan kedudukan melalui aksi individu yang memukau.
Gol ini seketika meruntuhkan mentalitas para pemain Inter, karena agregat kini semakin menjauh.
Ketajaman Hauge dalam mengeksploitasi kecepatan bek-bek Inter terbukti menjadi senjata mematikan bagi tim tamu.
Tak lama berselang, Bodo/Glimt justru membalikkan keadaan melalui gol Hakon Evjen.
Memanfaatkan kesalahan umpan di lini tengah Inter, Evjen dengan dingin menaklukkan kiper tuan rumah.
Keunggulan 2-1 bagi tim tamu ini membuat tugas Inter kian mustahil, karena mereka harus mencetak setidaknya empat gol tambahan untuk bisa lolos.
Disiplin posisi yang ditunjukkan para pemain Bodo/Glimt membuat setiap usaha serangan Inter selalu kandas di sepertiga akhir lapangan.
Analisis Kegagalan: Masalah Kedalaman dan Fokus
Kegagalan Inter Milan musim ini di Liga Champions mengundang kritik tajam terhadap kebijakan rotasi dan kedalaman skuad.
Tersingkir dengan agregat 2-5 dari tim yang secara finansial jauh di bawah mereka adalah noda besar bagi sejarah klub.
Simone Inzaghi tampak kesulitan mencari solusi ketika mesin serangan yang mengandalkan Lautaro Martinez berhasil dimatikan oleh sistem pertahanan gerendel Bodo/Glimt.
Selain itu, faktor kelelahan di kompetisi domestik Serie A disinyalir menjadi penyebab menurunnya fokus Alessandro Bastoni dkk di menit-menit krusial.
Kekalahan ini tidak hanya berdampak pada hilangnya peluang meraih trofi prestisius, tetapi juga kerugian finansial yang signifikan bagi klub akibat hilangnya potensi pendapatan dari babak sistem gugur selanjutnya.
Bodo/Glimt: Pencetak Sejarah dari Skandinavia Kalahkan Inter Milan
Di sisi lain, kemenangan ini merupakan torehan tinta emas bagi Bodo/Glimt. Mereka berhasil mencatatkan sejarah sebagai salah satu tim asal Norwegia yang mampu melangkah jauh dengan menumbangkan raksasa Italia di kandang keramatnya.
Keberhasilan menyingkirkan Inter Milan akan menjadi peringatan bagi tim-tim besar lainnya bahwa dominasi tradisional kini kian terancam oleh kolektivitas tim-tim kuda hitam.
Bagi Inter, mereka kini harus segera mengalihkan fokus ke liga domestik demi mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Luka di Giuseppe Meazza ini akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran di akhir musim, terutama mengenai kesiapan tim bersaing di level tertinggi saat menghadapi lawan dengan motivasi tinggi seperti Bodo/Glimt.
Statistik Pertandingan Lengkap Inter vs Bodo/Glimt
Berikut adalah rangkuman data dari kedua pertemuan yang memastikan keunggulan telak wakil Norwegia tersebut:
| Kategori Statistik | Leg 1 (Aspmyra Stadion) | Leg 2 (Giuseppe Meazza) |
| Skor Pertandingan | Bodo/Glimt 3 – 1 Inter | Inter 1 – 2 Bodo/Glimt |
| Pencetak Gol Inter | Lautaro Martinez | Alessandro Bastoni |
| Pencetak Gol Bodo/Glimt | Hauge (2), Berg | Hauge, Evjen |
| Penguasaan Bola | 45% – 55% | 62% – 38% |
| Tembakan (On Target) | 12 (6) – 10 (3) | 18 (5) – 7 (4) |
| Agregat Akhir | – | Inter 2 – 5 Bodo/Glimt |












