WWW.PASJABAR.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta aparat kepolisian untuk memproses secara hukum para pelaku dugaan pengeroyokan yang menewaskan seorang siswa SMAN 5 Bandung, Muhammad Fahdly Arjasubrata.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul peristiwa tragis yang menimpa pelajar tersebut hingga meninggal dunia. Dedi menegaskan, kasus ini harus diusut tuntas agar memberikan keadilan bagi keluarga korban sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Pasca kejadian tersebut, pria yang akrab disapa KDM itu juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka. Ia mengingatkan bahwa pengawasan keluarga menjadi salah satu kunci untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan di kalangan remaja.
Selain itu, menurutnya, para orang tua sebelumnya telah menandatangani surat pernyataan terkait aturan bagi anak-anak, di antaranya larangan menggunakan kendaraan bermotor serta kewajiban berada di rumah sebelum pukul 21.00 WIB.
Jam Malam Pelajar Akan Diperketat
Dalam upaya mencegah kejadian serupa terulang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memperketat penerapan jam malam bagi pelajar. Kebijakan ini akan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Saya minta kepada kepolisian agar kasus ini diproses secara hukum. Ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak terjadi lagi,” ujar Dedi.
Selain kebijakan jam malam, program pembinaan pelajar melalui pelatihan di barak militer yang selama ini telah diterapkan di Jawa Barat juga akan diperkuat kembali setelah Lebaran.
Dedi menilai langkah tersebut penting sebagai upaya pembinaan karakter serta kedisiplinan pelajar. Pemerintah daerah berharap melalui kombinasi penegakan hukum, pengawasan orang tua, serta program pembinaan, kasus kekerasan di lingkungan pelajar dapat ditekan dan tidak kembali terulang di masa mendatang. (uby)









