WWW.PASJABAR.COM – Ratusan siswa di SMPN 1 Kota Bandung, Jawa Barat, harus mengikuti Tes Kemampuan Akademik atau TKA secara bergantian pada Kamis (9/4/2026) pagi. Hal ini terjadi karena keterbatasan jumlah perangkat laptop yang digunakan sebagai media pelaksanaan ujian berbasis digital.
Memasuki hari keempat pelaksanaan, para siswa mengikuti TKA di bawah pengawasan tiga orang guru pengawas. Meskipun koneksi internet berjalan stabil, pelaksanaan ujian tetap harus dibagi ke dalam tiga sesi untuk mengakomodasi keterbatasan sarana.
Keterbatasan Fasilitas Jadi Tantangan Pelaksanaan
Pembina OSIS SMPN 1 Bandung, Yuhelmi, menjelaskan bahwa pembagian sesi TKA dilakukan agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian dengan tertib dan teratur meskipun jumlah laptop terbatas.
Salah satu siswa, Zacky Putra, mengaku pelaksanaan TKA berbasis laptop lebih praktis dibandingkan ujian tulis konvensional. Menurutnya, metode ini membuat pengerjaan soal menjadi lebih cepat karena tidak perlu menulis manual.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan bahwa pelaksanaan TKA tahun pertama ini berjalan lancar meskipun terdapat pembagian beberapa sesi untuk peserta.
Ia menegaskan bahwa pihaknya terus memantau pelaksanaan ujian agar tidak mengganggu proses belajar siswa di sekolah.
Pelaksanaan TKA ini disebut menyerupai sistem ujian nasional berbasis komputer yang pernah diterapkan sebelumnya. Namun, pada tahun ini, Kementerian Pendidikan RI baru pertama kali menerapkan TKA di tingkat SMP secara nasional.
TKA bersifat wajib bagi siswa kelas 9 SMP yang akan melanjutkan ke jenjang SMA maupun SMK negeri melalui jalur prestasi. Pemerintah daerah berharap pelaksanaan program ini dapat berjalan lebih optimal di tahun-tahun berikutnya dengan dukungan fasilitas yang lebih memadai. (uby)












