CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBUDAYA

Menelusur Gurat Holle: Saat Aksara Latin Mengubah Peta Politik Sunda

Tiwi Kasavela
10 April 2026
Peta Politik Sunda

Diskusi buku Temu Sejarah #101 berjudul Holle Line: Menelusur Akar Pemikiran Politik Sunda melalui Naskah dalam Peti Holle. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

# Peta Politik Sunda

Sebuah diskusi buku mengungkap bagaimana kebijakan “Holle Line” pada masa kolonial tidak hanya mengubah cara orang Sunda menulis, tetapi juga membentuk formasi politik yang sempat melahirkan Negara Pasundan.

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Di sebuah ruang diskusi virtual bertajuk “Temu Sejarah” ke-101, malam itu atmosfer terasa pekat dengan aroma sejarah dan dialektika.

Fokusnya adalah satu nama yang barangkali asing bagi generasi Z, namun jejaknya tertanam dalam di setiap kolam ikan dan pohon kelapa di tanah Priangan: Karel Frederik Holle.

Buku berjudul Holle Line: Menelusur Akar Pemikiran Politik Sunda melalui Naskah dalam Peti Holle, karya Iip D. Yahya dan Nanang Suryana, menjadi pemantik debat.

Penulis memaparkan tesis menarik tentang bagaimana “Gurat Holle” atau kebijakan pelatinan aksara menjadi alat de-Jawanisasi sekaligus modernisasi di Jawa Barat.

Baca juga:   Milangkala 106 Paguyuban Pasundan

“Bahasa Sunda itu sempat hilang di kalangan elit karena dominasi Mataram selama hampir dua abad,” ujar Iip D. Yahya dalam diskusi tersebut.

Menurutnya, Holle hadir dengan proyek ambisius: mengganti huruf Arab Pegon dengan aksara Latin.

Tujuannya ganda; selain untuk efisiensi birokrasi, juga untuk menjauhkan pengaruh militansi Islam yang saat itu melekat pada aksara Pegon.

Namun, sejarah selalu punya sisi tak terduga (unintended results).

Asep Muhammad Iqbal, dari UIN Sunan Gunung Jati yang hadir sebagai pembahas, menyebut bahwa kebijakan “pelatinan” ini justru menjadi simbol modernisasi.

“Aksara Latin adalah pintu masuk pendidikan Barat yang kemudian melahirkan elit-elit baru Sunda yang terdidik,” katanya.

Dari kelas menengah baru inilah muncul organisasi seperti Paguyuban Pasundan. Puncaknya, sanad politik yang bermula dari aksara Latin ini bermuara pada pembentukan Negara Pasundan pada 1947.

Baca juga:   Malia Nur Alifa: Mengenal Sejarah adalah Kunci Mencintai Tempat Tinggal

Meski berumur jagung dan kerap dicap pro-Belanda, entitas ini disebut Iip sebagai bukti bahwa orang Sunda pernah memiliki “formasi politik” yang independen dan solid, sesuatu yang menurutnya kini telah memudar di panggung nasional.

Diskusi juga menyinggung sisi humanis Holle. Ia bukan sekadar birokrat, melainkan petani otodidak yang memperkenalkan sistem tanam efisien hingga jenis sayuran baru.

“Dulu di Cikajang ada istilah Kacang Holle. Bahkan kebiasaan orang Sunda punya kolam ikan di samping rumah dan menanam pohon kelapa saat menikah adalah warisan instruksi Holle,” tambah Iip.

Di balik jasanya, kebijakan Holle menyisakan dikotomi panjang. Kelompok pesantren yang setia pada aksara Pegon sempat tersisih dari struktur pemerintahan karena syarat ijazah “huruf Latin”.

Baca juga:   Ribuan Warga Padati Jalan Asia Afrika untuk Festival Asia Afrika 2024

Luka sejarah ini, menurut para narasumber, baru benar-benar pulih saat ijazah pesantren mulai disetarakan secara formal puluhan tahun kemudian.

Kini, melalui “Peti Holle”kumpulan naskah yang masih banyak tersimpan di Perpustakaan Nasional, para peneliti mencoba merajut kembali memori kolektif tersebut.

Bukan untuk membangkitkan romantisme feodal, melainkan untuk mencari kembali “kesaktian” politik Sunda yang kini dianggap hanya menjadi pelengkap di ibu kota.

“Tujuannya tidak muluk-muluk, seperti kata Otto Iskandar Dinata: menjadikan Sunda Mulia, yaitu Sunda yang dihargai oleh bangsa-bangsa lain,” pungkas Iip menutup diskusi.

Rekaman selengkapnya dapat disimak di https://youtu.be/2dyVoXZwLbA?si=MouMlbVwK0JMdCMV. (tiwi)

# Peta Politik Sunda

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: holle linePolitik SundaSejarah


Related Posts

Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa
PASNUSANTARA

Sidoarjo dan Brantas: Menelusuri Jejak Peradaban di Hilir Lembah Sungai Terpanjang Kedua di Jawa

13 April 2026
Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual
PASNUSANTARA

Membedah Sosialisme Sjahrir: Antitesis Otoritarianisme di Tengah “Menara Gading” Intelektual

9 April 2026
Malia Nur Alifa: Mengenal Sejarah adalah Kunci Mencintai Tempat Tinggal
PASBANDUNG

Malia Nur Alifa: Mengenal Sejarah adalah Kunci Mencintai Tempat Tinggal

4 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Mikel Arteta balas pernyataan Pep Guardiola jika Man City kalah maka peluang juaranya habis. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
HEADLINE

Psy War Memanas! Guardiola Sebut Peluang Juara Habis, Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Duel Etihad

18 April 2026

MANCHESTER, WWW.PASJABAR.COM – Panggung Premier League akhir pekan ini akan menyajikan "final dini" yang mempertemukan dua raksasa,...

Manajer Coventry City Frank Lampard. (Foto: Getty Images/Lewis Storey)

Penantian 25 Tahun Berakhir! Frank Lampard Bawa Coventry City Kembali ke Premier League

18 April 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026
Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026

Highlights

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.