CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Jangan Tunggu Sakit, Dinkes Bandung Gencarkan CKG

Tiwi Kasavela
10 April 2026
Jangan Tunggu Sakit, Dinkes Bandung Gencarkan CKG

Ilustrasi (ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

# Dinkes Bandung Gencarkan CKG

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah preventif guna menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan produktivitas.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Bandung, dr. Deborah Johana Rattu, M.H., dalam siaran langsung di TikTok Radio Sonata, Kamis (9/4/2026).

Menurut Deborah, deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah penyakit berkembang lebih parah dan menekan beban biaya pengobatan di masa depan.

“Sering kali masyarakat baru menyadari ketika gejala sudah muncul, seperti penglihatan mulai kabur akibat gula darah tinggi atau gangguan lain karena tekanan darah. Padahal, banyak faktor risiko yang sebenarnya bisa dimitigasi sejak awal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini berfokus pada upaya promotif dan preventif, termasuk penyediaan alat pemeriksaan kesehatan.

Langkah tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk mengurangi beban anggaran kesehatan, mengingat biaya pengobatan penyakit kronis relatif tinggi.

Baca juga:   Nikmatnya Sensasi Pedas Bakso Mercon di Kota Bandung

Deborah juga mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan, termasuk membawa bayi dan balita ke posyandu. S

elain pemeriksaan dasar, posyandu juga menyediakan layanan imunisasi gratis yang dinilai sangat penting bagi tumbuh kembang anak.

“Pemerintah sudah menyediakan layanan terbaik secara gratis. Sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan, apalagi jika dibandingkan dengan layanan serupa di fasilitas swasta yang biayanya tidak sedikit,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, program CKG tidak hanya dilakukan di puskesmas, tetapi juga menjangkau komunitas melalui layanan jemput bola.

Namun, pemeriksaan di komunitas bersifat terbatas dibandingkan layanan lengkap di fasilitas kesehatan.

Untuk pemeriksaan dasar, petugas biasanya melakukan pengukuran seperti berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tekanan darah.

Baca juga:   PWNU Jawa Barat Serukan Islah Atasi Konflik Internal PBNU

Data tersebut kemudian diolah untuk memprediksi risiko kesehatan seseorang dalam jangka panjang, termasuk hingga 10 tahun ke depan.

“Dari data sederhana seperti lingkar perut dan tekanan darah, kita sudah bisa membaca potensi risiko penyakit. Ini berbasis penelitian, bukan sekadar perkiraan,” jelasnya.

Sementara itu, pemeriksaan lanjutan seperti rekam jantung (EKG), USG payudara, hingga tes HPV DNA untuk deteksi kanker serviks hanya tersedia di fasilitas kesehatan tertentu karena keterbatasan alat.

Deborah menegaskan bahwa layanan CKG terbuka untuk seluruh masyarakat, tidak terbatas pada peserta BPJS Kesehatan maupun zonasi wilayah.

Warga dapat mengakses layanan di puskesmas mana pun sesuai kebutuhan, berkat sistem portabilitas layanan kesehatan.

Dinkes Kota Bandung menargetkan minimal 46 persen dari total sekitar 2,5 juta penduduk Kota Bandung dapat mengikuti program ini.

Baca juga:   Pendidikan Karakter Diakhiri dengan Tangis Haru dan Pelukan

Target tersebut dinilai penting untuk mendukung visi pembangunan kota melalui masyarakat yang sehat dan produktif.

Adapun jam layanan mengikuti operasional masing-masing puskesmas, umumnya pada pagi hingga siang hari. Untuk komunitas, jadwal dapat disesuaikan melalui koordinasi sebelumnya.

Dalam praktiknya, Deborah menyebut hipertensi menjadi salah satu kondisi yang paling sering terdeteksi dalam pemeriksaan awal.

Namun, diagnosis tidak dapat langsung ditegakkan dalam satu kali pemeriksaan karena banyak faktor yang memengaruhi hasil, seperti aktivitas fisik atau kondisi psikologis saat pemeriksaan.

Selain penyakit fisik, isu kesehatan mental juga menjadi perhatian.

Tingginya tingkat stres dalam kehidupan modern dinilai turut memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

“Pada akhirnya, selain pemeriksaan, kesadaran individu untuk menjaga pola hidup sehat dan kemampuan mengelola stres juga sangat menentukan,” pungkasnya. (tiwi)

# Dinkes Bandung Gencarkan CKG

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: CKGdinkes bandung


Related Posts

CKG 2026
HEADLINE

CKG 2026 Diperluas, Pasien Langsung Dapat Penanganan Gratis

24 Januari 2026
Kemenkes Bakal Reaktivasi 300 Ribu Posyandu
PASBANDUNG

Cegah Stunting, Dinkes Bagikan Antopometri Kit ke Posyandu

17 Januari 2023
PTM Kapasitas Penuh, Satgas Penanganan COVID-19 Imbau Ini
HEADLINE

Omicron Naik, PTM di Kota Bandung Dievaluasi

2 Februari 2022

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

UTBK SNBT 2026
HEADLINE

Pengunduhan Kartu SBMPTN 2026 Ditutup, Terlewat Unduh? Ini Risikonya

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pengunduhan kartu peserta UTBK-SNBT 2026 (yang sebelumnya dikenal sebagai SBMPTN) resmi ditutup. Ribuan peserta...

stres

Dokter Ungkap Tips Efektif Atasi Stres dan Kecemasan

15 April 2026
wisuda unjani

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

15 April 2026
penataan gedung sate

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
TJSL

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

15 April 2026

Highlights

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.