CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 15 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Pedagang Tempe Goreng Bandung Tertekan Kenaikan Harga Bahan Baku

Uby
13 April 2026
Pedagang Tempe Goreng

Para pedagang tempe goreng di Kota Bandung, Jawa Barat, kini harus memutar otak untuk mempertahankan usaha mereka di tengah lonjakan harga bahan baku. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Para pedagang tempe goreng di Kota Bandung, Jawa Barat, kini harus memutar otak untuk mempertahankan usaha mereka di tengah lonjakan harga bahan baku.

Kenaikan harga minyak goreng curah dan plastik dalam beberapa waktu terakhir membuat biaya produksi meningkat signifikan.

Di sisi lain, daya beli masyarakat yang menurun turut memperparah kondisi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejumlah pedagang di kawasan Kosambi mengaku kesulitan menutup biaya operasional yang terus membengkak.

Baca juga:   Graham Arnold Kecam Format Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia: "Begini Amat Aturannya!"

Tidak hanya minyak goreng dan plastik, harga kacang kedelai sebagai bahan utama pembuatan tempe juga ikut mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat para pedagang harus mengambil berbagai langkah untuk tetap bertahan.

Beberapa di antaranya terpaksa menaikkan harga jual. Tempe goreng yang sebelumnya dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram. Namun, tidak semua pedagang berani mengambil langkah tersebut karena khawatir kehilangan pelanggan.

Pedagang Kurangi Produksi Demi Bertahan

Salah satu pedagang tempe goreng, Sandi, memilih untuk mempertahankan harga lama demi menjaga pelanggan tetap datang. Meski demikian, keputusan tersebut berdampak langsung pada pendapatannya yang menurun.

Baca juga:   Dasa Darma Pramuka: Makna dan Cara Menghapalnya dengan Cepat

“Saya tetap jual dengan harga lama, soalnya kalau dinaikkan takut pembeli makin sepi. Tapi ya konsekuensinya pendapatan jadi berkurang,” ujar Sandi.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, Sandi mengaku terpaksa mengurangi jumlah produksi hariannya. Jika sebelumnya ia mampu memproduksi hingga 100 kilogram tempe goreng per hari, kini hanya sekitar 50 kilogram.

“Sekarang produksi saya kurangi setengahnya. Dari 100 kilo jadi 50 kilo per hari, biar tidak terlalu rugi,” tambahnya.

Baca juga:   Untuk Dukung Kawasan Rebana Kampus Polman II Akan Dibangun di Majalengka

Para pedagang berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan baku di pasaran. Mereka menilai, intervensi pemerintah sangat dibutuhkan agar UMKM tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi.

“Kami berharap harga minyak, plastik, dan kedelai bisa kembali stabil. Kalau terus naik, kami makin sulit bertahan,” pungkas Sandi. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: harga bahan baku naikPedagang Tempe Gorengtempe goreng


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

UTBK SNBT 2026
HEADLINE

Pengunduhan Kartu SBMPTN 2026 Ditutup, Terlewat Unduh? Ini Risikonya

15 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pengunduhan kartu peserta UTBK-SNBT 2026 (yang sebelumnya dikenal sebagai SBMPTN) resmi ditutup. Ribuan peserta...

stres

Dokter Ungkap Tips Efektif Atasi Stres dan Kecemasan

15 April 2026
wisuda unjani

Wisuda Unjani 2026: 1.810 Lulusan, Sistem Hybrid Jadi Andalan

15 April 2026
penataan gedung sate

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

15 April 2026
TJSL

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

15 April 2026

Highlights

Pemprov Jabar Mulai Bongkar Plaza Depan Gedung Sate untuk Penataan

KAI Daop 2 Bandung Salurkan TJSL Rp1,1 Miliar Sepanjang 2025

HMT ITB Minta Maaf atas Lagu Kontroversial yang Picu Keresahan

Rusun ASN Kejati Jabar Capai 32%, Berpotensi Rampung Lebih Cepat

Program Bedah Rumah Jabar Dimulai, Target 40 Ribu Hunian

Pemprov Jabar Tata Ulang Kawasan Gedung Sate Jadi Ruang Terpadu

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.