CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASKESEHATAN

Apa yang Harus Kita Lakukan Saat Kekebalan Tubuh Menurun?

Yatti Chahyati
17 Januari 2021
Apa yang Harus Kita Lakukan Saat Kekebalan Tubuh Menurun?
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Kekebalan tubuh menjadi hal yang penting bagi diri kita agar bisa menangkal penyakit yang datang.

Ada banyak alasan mengapa sistem kekebalan kita menjadi lemah dan beberapa bisa kita kendalikan, seperti pola makan, tingkat stres, dan jumlah tidur yang kita dapatkan.

Namun, jika kita mengalami gangguan kekebalan atau diharuskan minum obat tertentu seperti obat kemoterapi, maka kita mungkin kurang dapat mengontrol sistem kekebalan kita.

“Tidak ada pil ajaib untuk meningkatkan sistem kekebalan,” kata dokter pengobatan keluarga Abisola Olulade, seperti dikutip dari Insider.

Menurut Olulade , kita perlu membatasi asupan alkohol, banyak berolahraga dan cukup tidur untuk menjaga sistem kekebalan yang sehat.

“Ada tanda-tanda kekebalan yang melemah. Jika anda terus terkena infeksi, membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dari infeksi, atau jika luka anda membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, anda mungkin memiliki sistem kekebalan yang lemah,” tutur Olulade.

Selain itu, kita bisa sering mengalami pilek, sering terkena infeksi, lelah terus menerus dan stres yang meningkat.

Seperti yang dilansir dari antaranews.com Minggu (17/1/2021) American Psychological Association menyatakan stres dan kesepian jangka panjang dapat berdampak negatif pada sistem kekebalan kita.

Baca juga:   Manfaat Buah Berwarna Ungu Lawan Kanker dan Penyakit Jantung

Hal ini karena stres menurunkan kadar limfosit, sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk melawan infeksi.

Jadi, jika kita cenderung sakit setelah ujian atau ditugaskan dalam proyek besar di tempat kerja, kita mungkin perlu mempertimbangkan untuk menerapkan manajemen stres ke dalam rutinitas harian kita.

Tanda lainnya sistem kekebalan tubuh mulai lemah yakni kita sering mengalami masalah pencernaan seperti diare, perut kembung, kram dan sembelit.

“Anda dapat memeriksa sistem kekebalan Anda dengan melakukan tes darah untuk memberi tahu Anda apakah Anda memiliki tingkat antibodi yang cukup seperti imunoglobulin, sel darah putih, trombosit, dan sel sistem kekebalan,” kata peneliti khusus ilmu gizi, Alex Ruani.

Ruani menambahkan kita bisa mengenali penyebab sistem kekebalan tubuh lemah antara lain kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol, kurang nutrisi, pengobatan seperti kemoterapi atau perawatan kanker lainnya, gangguan autoimun dan HIV atau AIDS

“Ketika sistem kekebalan anda tidak berfungsi sebagaimana mestinya, dokter mungkin memberi tahu Anda mengenai gangguan sistem kekebalan. Ini artinya, Anda mungkin memiliki satu atau lebih dari kondisi seperti defisiensi imun yang didapat, sistem kekebalan yang terlalu aktif dan terkena penyakit autoimun,” terang Ruani.

Baca juga:   Perlu Dikonsumsi Rutin Nih, Selain Segar Kiwi Kaya Nutrisi

Meskipun untuk memperbaiki sistem kekebalan yang rendah masih membutuhkan studi lanjutan, namun gaya hidup sehat termasuk olahraga, pola makan sehat dan meminimalisir stres terbukti memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Untuk individu dengan gangguan kekebalan, meningkatkan sistem kekebalan tidaklah sesederhana itu karena bergantung pada mengapa kita mengalami gangguan kekebalan, sistem kekebalan yang lemah bisa menjadi permanen.

Dari sisi pola makan, kita disarankan mengonsumsi makanan sehat yang seimbang, misalnya memasukkan lebih banyak buah dan sayuran, makanan kaya serat, prebiotik (bawang putih, bawang merah, daun bawang, dan lainnya), probiotik (kefir, yogurt dan lainnya) ke dalam menu makanan kita.

“Makanan atau suplemen tertentu tidak bisa membuat kita kebal. Tapi diet bergizi yang mencakup semua nutrisi penting dalam jumlah yang cukup dapat membantu,” kata Ruani.

Untuk memastikan kebutuhan nutrisi kita terpenuhi, kita bisa lebih banyak mengonsumsi buah-buahan citrus seperti jeruk dan lemon, sayuran hijau semisal bayam, kangkung, dan sawi; paprika merah, yogurt dan jahe.

Baca juga:   Vaksin Rabies Gratis Diberikan DKPP Kota Bandung

“Selain serat, prebiotik, dan probiotik, untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh, Anda juga membutuhkan protein, serat, lemak omega 3, vitamin D, C, B, A, E, dan K yang cukup, serta mineral seperti zat besi, kalsium, selenium, dan zinc,” tutur Ruani.

Selain makanan, tidurlah yang cukup. Saat kita tertidur, tubuh kita melepaskan kekuatan penyembuhannya atau sitokin pelindung.

Sitokin pelindung adalah protein yang dilepaskan selama tidur untuk membantu tubuh kita melakukan dua hal yakni mendorong tidur dan melawan infeksi.

Kurang tidur bisa mengurangi jumlah sitokin pelindung yang diproduksi tubuh kita sehingga membuatnya lebih sulit untuk melawan infeksi.

Hal lain yang bisa kita lakukan, manajemen stres agar tak merusak kesehatan kita. Untuk menghalau stres, kita bisa berolahraga, tertawa, menulis jurnal.

“Kadar hormon stres yang meningkat dan kronis seperti kortisol, adrenalin, dan noradrenalin dapat menjadi imunosupresif, yang berarti hal ini dapat mengurangi respons melawan infeksi sekaligus meningkatkan peradangan dalam tubuh,” kata Ruani.

Terakhir, jangan lupa terapkan gaya hidup bersih termasuk mencuci tangan secara teratur, menutup mulut saat batuk dan menjaga kebersihan luka dan perban yang menutupinya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Kekebalan tubuhkesehatanpenyakit


Related Posts

Edukasi PTM, Puskesmas Tamblong Ajak Warga Rutin Cek Kesehatan dan Terapkan Pola Hidup Sehat
PASBANDUNG

Edukasi PTM, Puskesmas Tamblong Ajak Warga Rutin Cek Kesehatan dan Terapkan Pola Hidup Sehat

13 April 2026
DPRD Kota Bekasi reses
PASJABAR

DPRD Kota Bekasi Selesaikan Masa Reses Pertama di Tahun 2026

2 Maret 2026
virus nipah
HEADLINE

Kemenkes Beberkan Gejala dan Pencegahan Infeksi Virus Nipah

24 Februari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Permendiktisaintek
HEADLINE

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026

# Permendiktisaintek JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM -- Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) beberapa waktu lalu antara Panitia Kerja (Panja)...

unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026
PSEL

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

19 April 2026

Highlights

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

Dedi Mulyadi Rencanakan Underpass sebagai Solusi Macet Pasteur

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.