CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASNUSANTARA

Candi Borobudur Jadi Magnet Kawasan Joglosemar

Tiwi Kasavela
2 April 2021
Candi Borobudur Jadi Magnet Kawasan Joglosemar

Candi Borobudur Jadi Magnet Kawasan Joglosemar (ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SEMARANG, WWW.PASJABAR.COM– Kemenparekraf akan memformulasikan peta perjalanan atau travel pattern bagi wisatawan guna meningkatkan kualitas pariwisata baik bagi wisatawan maupun terhadap industri. Termasuk di kawasan Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) dengan Candi Borobudur sebagai magnet utama atau daya tarik.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungan ke Saloka Theme Park, Kamis (1/4/2021) melakukan diskusi dengan sejumlah pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) terkait pengembangan parekraf ke depan.

“Tidak hanya mendengarkan langsung keluhan dari masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif, tapi juga saya ingin memberikan semangat, menebar motivasi. Kita telah menyiapkan opsi-opsi untuk bangkit dan pulih,” kata Menparekraf Sandiaga.

Opsi-opsi tersebut diantaranya program bantuan pemerintah seperti perluasan dana hibah pariwisata hingga adaptasi seperti inovasi di bidang aplikasi. Saat ini pemerintah dikatakannya tengah mengembangkan satu aplikasi yang dapat membantu memastikan pembatasan kerumunan pengunjung di satu destinasi sehingga penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dapat terjaga.

Baca juga:   Candi Borobudur Jadi Destinasi Super Prioritas Pemerintah

“Terakhir bagaimana kita bisa mengintegrasikan desa wisata ke sejumlah tempat rekreasi yang dikelola oleh swasta, bekerja sama dengan komunitas, masyarakat, dan pemerintah daerah juga,” kata Sandiaga dalam rilis yang diterima PASJABAR, Jum’at.

Terkait terintegrasi desa wisata ke destinasi-destinasi lainnya, Menparekraf menekankan pentingnya peta perjalanan (travel pattern). Hal itu pula yang saat ini tengah dikembangkan oleh Kemenparekraf.

Peta perjalanan tidak hanya dapat memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan dan mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, tapi juga sesuai dengan segmentasi pariwisata ke depan yang lebih personalize, customize, localize dan smaller in size.

Personalized dimana wisatawan akan lebih kepada pariwisata pribadi atau hanya dalam lingkup keluarga. Kemudian customize dimana para traveler akan berwisata dengan minat khusus seperti wisata berbasis alam.

Baca juga:   Upanat Barabudur, Sandal Khusus Naik Candi Borobudur Miliki Berbagai Tujuan

Localize, yakni wisatawan akan lebih memilih destinasi yang jaraknya tidak terlalu jauh atau maksimal 250 km antar destinasi. Sementara smaller in size adalah pariwisata dengan jumlah pengunjung di setiap destinasi wisata yang tidak terlalu masif.

“Saat saya mendarat di Semarang dan menuju desa wisata Lerep. Pattern-nya kalau saya bergerak ke arah selatan saya akan menginap di daerah selatan Kabupaten Semarang, atau di Utara Kabupaten Magelang. Untuk itu, kemampuan kita berinovasi untuk membuat travel pattern Joglosemar yang bervariasi dan dapat memberikan suatu pengalaman sendiri. Borobudur itu magnetnya, tapi Joglosemar ini adalah patternnya,” ujarnya.

Penyusunan travel pattern ini suatu inovasi dalam pengembangan pariwisata agar lebih berkualitas. Jumlah hari yang lebih meningkat dan kualitas dari pengeluaran sisi pariwisata dan wisatawan itu bisa lebih baik kedepannya.

“Ada beberapa daerah yang kita bisa kembangkan travel pattern, seperti di Jawa Timur yang memiliki magnet wisata Bromo Tengger Semeru (BTS), namun peta perjalanan sebelum ke BTS bisa ke Malang, Banyuwangi, dan Surabaya itu yang sedang kita kembangkan lantaran hal tersebut menjadi tren wisata era baru,” ujarnya.

Baca juga:   DPR Minta Rencana Kenaikan Tarif Naik Candi Borobudur untuk Wisdom Ditinjau Ulang

Sementara itu, Menparekraf mengatakan, di tengah pandemi COVID-19 semua orang dituntut harus beradaptasi dan memiliki cara pandang baru untuk menyiapkan opsi bangkit dan untuk pulih, seperti inovasi di bidang aplikasi untuk memastikan kegiatan pariwisata tidak berkerumun dan terpenuhi jumlah kapasitas pengunjungnya.

“Bagaimana mengintegrasikan desa wisata ke destinasi-destinasi yang sekarang dikelola oleh swasta yang bekerja sama dengan komunitas dan pemerintah. Seperti tadi ada di desa wisata Sidomukti, Kampung Kopi Banaran, Svarga Bumi,” kata Menparekraf Sandiaga.

Selain melakukan diskusi, dalam kesempatan itu Menparekraf Sandiaga juga berkesempatan melihat salah satu pertunjukan di Saloka Theme Park. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Candi BorobudurJoglosemarKawasanMagnet


Related Posts

Luhut Sebut Pemerintah Bakal TetapkanTarif Naik Borobudur untuk Wisdom Rp750 Ribu
HEADLINE

Kenaikan Tiket Naik Candi Borobudur Bagi Wisdom Bukan Solusi Konservasi

6 Juni 2022
DPR Desak Pemerintah Keluarkan Kebijakan Guru PPPK Tugas di Sekolah Swasta
HEADLINE

DPR Minta Rencana Kenaikan Tarif Naik Candi Borobudur untuk Wisdom Ditinjau Ulang

6 Juni 2022
Luhut Sebut Pemerintah Bakal TetapkanTarif Naik Borobudur untuk Wisdom Rp750 Ribu
HEADLINE

Luhut Sebut Pemerintah Bakal TetapkanTarif Naik Borobudur untuk Wisdom Rp750 Ribu

6 Juni 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

bumd sangga buana
HEADLINE

Pemprov Jabar Akan Gabungkan BUMD dalam Holding Sangga Buana

20 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri terkait rencana penggabungan...

minyakita

Sidak Minyakita Bandung Temukan Distribusi Tidak Merata dan Harga Naik

20 April 2026
Persib Bandung

Musim ‘Gila’ dan Menantang untuk Persib Bandung

20 April 2026
Cibeber

Jalur KA Cibeber – Lampegan Ditutup, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

20 April 2026
Persib Bandung

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

20 April 2026

Highlights

Jalur KA Cibeber – Lampegan Ditutup, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

Pelatih Persib Bandung Pede Curi Poin Penuh di Kandang Dewa United

Psywar Tipis-tipis Pemain Persib Marc Klok untuk Nick Kuipers

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.