CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASNUSANTARA

Kolaborasi Kembangkan Subsektor Seni Rupa Indonesia

Tiwi Kasavela
10 Mei 2021
Kolaborasi Kembangkan Subsektor Seni Rupa Indonesia

Kolaborasi Kembangkan Subsektor Seni Rupa Indonesia. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM– Menparekraf mengajak Asosiasi Galeri Seni Rupa Indonesia (AGSI) untuk berkolaborasi serta mendukung pengembangan subsektor seni rupa untuk meningkatkan kinerja sektor ekonomi kreatif tanah air.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. Dalam webinar yang bertajuk “Peran Pemerintah Dalam Mendukung Galeri Seni Rupa untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif Indonesia”, Sabtu (8/5/2021).

Sandiaga mengatakan diperlukan tiga pilar utama dalam menjalankan program pemerintah yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

“Karena saya melihat jika tidak ada keterlibatan dari komunitas, dunia usaha, institusi pendidikan, ataupun media, banyak sekali program-program pemerintah yang nantinya tidak bisa berjalan optimal,” ujar Sandiaga dalam rilis yang diterima PASJABAR, Senin.

Lebih lanjut, Sandiaga menuturkan akan membuat sebuah working group, dimana  ada perwakilan dari manajemen AGSI untuk ikut serta memberikan arahan dan masukan terkait pengembangan subsektor seni rupa.

Selain itu, Sandiaga menjelaskan terdapat dua creative hub yang sedang dikembangkan, yaitu di Samosir dan di Labuan Bajo yang sedang dalam tahap finalisasi. Komunitas AGSI ini diharapkan bisa membantu memaksimalkan potensi untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif, yang mampu menghadirkan soul dari seni rupa itu sendiri.

Baca juga:   ACT Bangka Gelar Doa Bersama dan Bahagiakan Anak Yatim Rangkui

“Ini menjadi awal yang baik untuk kita bergandengan tangan, bersama-sama, karena saya yakin there is always possibility, kalau kita sama-sama mencurahkan our best effort untuk menghadapi dinamisme yang terjadi serta menangkap peluang yang ada. Karena seni rupa memiliki nilai tambah yang luar biasa dan tidak bisa di pandang sebelah mata,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam Opus Creative Economy Outlook tahun 2019, sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar Rp1,105 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Hal ini menjadikan Indonesia berada di urutan ketiga setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan, dalam jumlah kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB negara.

Meskipun relatif tidak sesignifikan subsektor ekonomi kreatif lainnya, seperti kuliner, fesyen, dan kriya, namun seni rupa di Indonesia berkontribusi sebesar Rp2,03 triliun terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan terdata sebanyak 17.000 unit usaha yang bergerak di bidang seni rupa. Ini membuktikan seni rupa juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi para seniman dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya seperti institusi budaya, penyelenggara event seni, dan masyarakat sekitar.

Baca juga:   Unpas Catat Rekor Deklarasi Mahasiswa Relawan Anti Narkoba Daring Terbanyak

Acara webinar ini dihadiri oleh Ketua AGSI dan Pemilik Artsphere Gallery Maya Sujatmiko, Kolektor Seni dan Pemilik Semarang Gallery Christianto Dharmawan, Direktur dan Pemilik Lawangwangi Creative Space Andonowati, Kolektor Seni dan Arsitek Cosmas D. Gozali, Founder dan CEO Artotel Group Erastus Radjimin, dan Auctioneer dan Direktur Puri Art Gallery Yuanita Sawitri.

Perkembangan Insfastruktur Dukung Perkembangan Seni Rupa

Pada kesempatan itu, Kolektor Seni dan Pemilik Semarang Gallery Christianto Dharmawan, menjelaskan seni rupa di negara-negara regional Asia sudah semakin maju, hal ini dikarenakan sudah mempunyai infrasturktur yang lebih tetap. Infrastruktur yang dimaksud adalah seniman, kolektor, galeri, lelang, pasar, kurator, kritik seni, media masa, serta peran pemerintah dalam membangun museum.

“Museum ini sangat penting untuk didirikan. Kalau kita lihat di Indonesia ini setiap tahunnya banyak seniman yang bermunculan, serta banyak sekali kolektor potensial yang siap mengapresiasi, tapi acuannya belum ada, seperti mencari standar produk seni seperti apa yang pantas dibeli, kemudian kualitas seperti apa yang akan dikoleksi. Itu adalah fungsi dari museum. Jadi, museum sebagai alat untuk memberikan edukasi kepada kolektor, dan juga menjadi tolak ukur bagi seniman, sejauh mana kualitas karya yang pantas masuk ke dalam museum,” jelas Chris.

Baca juga:   Respons Ketum PSSI Soal Enam Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Ia melanjutkan, pemerintah harus segera menginisiasi untuk membangun atau membuat sebuah museum.

Sebetulnya pembangunan museum ini tidak perlu menggunakan bangunan baru, seperti misalnya di Jakarta ada Kota Tua, terdapat bangunan-bangunan yang bisa di renovasi dan dikonservasi menjadi museum.

Selain itu, di Semarang ada Kota Lama, yang terdapat aset pemerintah kota Semarang yang sampai saat ini belum digunakan dan bisa dikerjasamakan menjadi museum.

“Museum ini akan menjadi satu tonggak kebudayaan yang berhubungan dengan peradaban suatu bangsa,” kata Chris. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: subsektor seni rupa Indonesia


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

instagram/@zonanaetral5
HEADLINE

Hasil Piala AFF U-17 2026: Indonesia Takluk 0-1 dari Malaysia, Langkah ke Semifinal Terancam!

16 April 2026

GRESIK, WWW.PASJABAR.COM – Sebagai tuan rumah ajang ASEAN U-17 Boys' Championship 2026, Timnas Indonesia harus menelan pil...

pasundan law fair 2026

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026
harga plastik

Kenaikan Harga Plastik Picu Penurunan Sampah di Kota Cimahi

16 April 2026
Agus Sutisna

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

16 April 2026
remaja hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026

Highlights

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.