CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASNUSANTARA

Menparekraf Bahas Strategi Pemulihan Ekraf Bersama UMKM Bali

Tiwi Kasavela
13 Juni 2021
Menparekraf Bahas Strategi Pemulihan Ekraf Bersama UMKM Bali

Menparekraf Bahas Strategi Pemulihan Ekraf Bersama UMKM Bali. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BALI, WWW.PASJABAR.COM– Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno melakukan dialog interaktif dengan para pelaku UMKM Bali. Dalam kegiatan tersebut, ia mendengar masukan dan kendala yang dihadapi para pelaku UMKM selama pandemi.

Pelaku UMKM tersebut diantaranya CV Suasty, CV Digital Vision Global, Jegeg Bagus Butik, Koming Guest House, Caremuz, Rai Shoes, Blumbung Furniture, Calista, Dwi Leather, dan Bali Farm Direct.

Salah satu pelaku UMKM CV Suasty mengungkapkan pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi pendapatan mereka. Sebelum pandemi CV Suasty memiliki 15 karyawan. Namun setelah pandemi berkurang menjadi 7 karyawan. Akan tetapi. Di masa pandemi ini pelaku UMKM CV Suasty tetap semangat menghasilkan produk sepatu dan tas yang berkualitas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Trias dan Ibu Kadek karena CV Suasty ini berhasil bertahan di tengah pandemi dan melambatnya ekonomi. Seperti kita ketahui Bali mengalami kontraksi paling terdalam dari 34 provinsi. Tapi CV Suasty ini masih bisa bertahan dari 15 karyawan sekarang tinggal 7 karyawan. Meskipun demikian mereka tetap semangat mengirimkan sampel-sampel produk ke luar negeri,” kata Menparekraf, Sandiaga Uno, di Bali, Jumat (11/6/2021).

Baca juga:   Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Meluas di Indonesia Disertai Potensi Petir

CV Suasty didirikan sejak 1 Agustus 2015, bergerak di bidang manufaktur dan perdagangan tas, dompet, ikat pinggang, dan aksesoris yang terbuat dari kulit ular cobra, ular phyton, sapi, kambing, domba, pari, dan biawak. Pangsa pasarnya pun berasal dari mancanegara. Seperti Prancis, Singapura, Australia, Amerika, hingga Inggris.

Lain halnya dengan pelaku UMKM Jegeg Bagus Butik yang bergerak di bidang fesyen khususnya kain tradisional. Kendala yang dihadapi berkaitan dengan pemasaran produk yang belum meluas. Begitupun dengan pelaku UMKM Blumbungan Furnitur. Akses permodalan menjadi salah satu utama yang dihadapi. Dikarenakan harga kayu yang terus naik hampir tiap 2 hingga 3 bulan sekali, serta dari sisi promosi juga belum kuat.

Baca juga:   Mahfud MD Klarifikasi Terkait Kasus Ferdy Sambo, Begini Katanya

Beberapa kendala tersebut, langsung direspons oleh Menparekraf. Ia menjelaskan para pelaku UMKM bisa memanfaatkan program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang dianggarkan Rp60 miliar.

Ada dua kategori dalam BIP ini yaitu BIP Reguler dengan maksimal bantuan yang diberikan sebesar Rp200 juta dan BIP Jaring Pengaman Usaha (JPU) dengan maksimal bantuan yang diberikan sebesar Rp20 juta perpenerima.

Selain itu, ada program Beli Kreatif Lokal yang diharapkan mampu membuka akses pasar kepada wisatawan nusantara melalui digitalisasi.

Baca juga:   Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Upaya Pencegahan Karhutla

Jadi, Menparekraf berharap melalui pemanfaatan program Beli Kreatif Lokal akan meningkatkan minat terhadap produk ekonomi kreatif lokal. Ketiga program Work From Balia. Karena program ini bukan hanya meningkatkan tingkat keterhunian hotel tapi juga 70 persen dari kegiatan WFB ini adalah untuk menopang para pelaku ekonomi kreatif.

“Saya berharap produk-produk ekonomi kreatif yang dihasilkan oleh pelaku UMKM kita ini bisa membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Seluas-luasnya. Itu semangat kita agar kebijakan pemerintah dapat tepat sasaran. Tepat manfaat, dan tepat waktu untuk masyarakat yang betul-betul membutuhkan yaitu UMKM yang sedang menghadapi tekanan yang luar biasa,” harap Menparekraf. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: UMKM Bali


Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.