CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 19 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha Sayangkan Kejadian Warga Meninggal Di RSHS

Yatti Chahyati
22 Mei 2022
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha Sayangkan Kejadian Warga Meninggal Di RSHS

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha saat mengunjungi rumah duka alm Asih Sekarningsih bersama Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. (foto : adv)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha menyayangkan kejadian meninggalnya warga Kota Bandung di RSHS, akibat keterlambatan tindakan yang harusya dilakukan oleh pihak RSHS.

“Atas kejadian ini, DPRD dan pemerintah Kota Bandung , seharusnya menglomunikasikan penyebab kelalaian ini. Untuk mengetahui apa yang terjadi,” ujar Achmad.

Menurut Achmad, meskipun RSHS merupakan rumah sakit di bawah kewenangan Pemerintah Pusat, namun posisinya berada di Kota Bandung. Selain itu, yang menjadi ‘Korban’ adalah warga Kota Bandung.

“Sehingga sebagai pimpinan di Kota Bandung, sangat memungkinkan jika meminta keterangan dan mendengarkan penjelasan dari pihak RSHS, karena warga yang menajdi ‘korban’ adalah warga kita. Bahkan kita sangat berhak melakukan itu,” terang Achmad.

Jika DPRD pihak rumah sakit tidak memeuhi undangan ini, maka Achmad mengatakan pihaknya akan mendatangi rumah sakit.

“Ini konteksnya mencari tahu, bukan menyalahkan. Dan hal itu sah-sah saja untuk mendapatkan klarifikasi dari kedua belah pihak,” kata Achmad.

Baca juga:   Persib Siap Hadapi Persebaya dalam Laga Pekan ke-8 Liga 1 2024/25

Secara pribadi, Achmad merasa heran kenapa sampai tidak ada tindakan dari pihak rumah sakit. Mengigat pasien sudah bulak balik ke rumah sakit sejak sekitar Sembilan bulan yang lalu.

“Itulah kenapa kami harus melakukan klarifikasi dan mendalat penjelasan dari pihak rumah sakit. Karena terlalu banyak berita yang simpang siur di masyarakat,” tegasya.

Achmad mengakui, meski memang ada beberapa rumah sakit yang sudah maksimal dalam memberikan pelayanan keapda masyarakat, namun masih ada saja tumah sakit yang lalai memberikan pelayanan, terutama kepada pasien BPJS.

“Ada beberapa rumah sakit yang mewajibkan pasiennya melengkapi persyaratan BPJS sebelum dilakukan Tindakan. Namun harus kita akui, ada juga rumah sakit yang mau melayani pasien dan administrasi bisa menyusul,” tambahnya.

Kepada yang sudah menjalankan tupoksinya dengan benar, Achmad menyampaikan rasa terimaksih dan apresiasinya. Namun, bagi rumah sakit yang masih belum memberikan pelayanan dengan benar, Achmad kembalil mengingatkan, bahwa memberikan pelayana kepada masyarakat merupakan tugas rumah sakit.

Baca juga:   Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung Prihatin Yana Mulyana Kena OTT

“Bahkan, seharusnya rumah sakit bisa memberikan Pendidikan dan pengetahuan tentang Kesehatan baik secara umum, maupun secara khusus bedasarkan kasus penyakit yang dideritanya,” terangnya.

Disinggung mengapa masih ada rumah sakit yang belum memberikan pelayanan kepada masyarakat, Achmad mengatakan, sebenarnya untuk kepala rumah sakit sudah mendapat pengetahuan dan sudah ditekankan berkali-kali.

“Namun, tang kemudian harus dikakukan adalah, bagaimana dirut di rumah sakit yang besangkutan memberikan penekanan juga kepada stafnya. Sehingga dari level direktur sampai staf ke bawah memiliki pemahaman dan tanggungjawab yang sama,” paparnya.

Achmad sendiri mengaku masih ada laporan terkait pelayanan dari wumah sakit kepada pasien BPJS. Namun memang terakdang sulir dibuktikan.

“Karenanya kami meminta Dinkes (dinas Kesehatan,red) untuk lebih folus dalam penekanan pelanayanan kepada pasien BPJS, baik itu, pasien BPJS yang didanai APBN, ABPD dan BPJS mandiri,” tegasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, salah seorang warga Kota Bandung, Asih Sekarningsih ,34, meninggal karena keterlambatan penanganan yang dilakukan oihak rumah sakit. Asih divonis kanker kulit stadium akhir dan mendapat penanganan yang kurang maksimal saat berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Baca juga:   Pansus 3 DPRD Rampungkan Raperda Reklame Buan Depan

Pada Rabu (18/05/2022) dibawa ke rumah sakit, namun, perlu tiga laporan, untuk bisa ditangani. Suami korban sudah berkali-kali melaporkan ke ruanng suster, bahwa istrinya kritis namun tidak ada tindakan. Pihak rumah sakit baru memberikan respon, setelah korban meninggal dan sang suami marah-marah . Jauh sebelum divonis menderita kanker kulit, Almarhum Asih awalnya terluka akibat tak sengaja menginjak paku payung sekitar Oktober 2021 silam. Awalnya, luka di kaki Asih dirawatnya sendiri. Alih-alih membaik, dalam kurun waktu tiga bulan, luka di kaki Asih justru menjalar sampai ke daerah lutut, bahkan sampai ke paru-paru. Sebelum akhirnya ke RSHS, korban sempat bulak balik ke puskesmas dan lalu dirujuk ke RS Santo Yusuf. DI sana Asih mendapatkan operasi ringan, lalu dirujuk ke RSHS. (put/adv)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Achmad NugrahaDPRD Kota BandungRSHSwarga meninggal


Related Posts

Wakil Wali Kota Bandung ditahan
PASBANDUNG

Wakil Wali Kota Bandung Segera Ditahan? Jaksa Tunggu Restu Mendagri

25 Januari 2026
Erik Darmadjaya
PASBANDUNG

Erik Darmadjaya: Lunturnya Semangat Kebangsaan di Kalangan Pemuda

28 Oktober 2025
M. Ariodillah dari Yayasan Margasatwa Tamansari menilai Pemkot Bandung salah arah menangani konflik Bandung Zoo karena melibatkan BKAD, bukan ahli konservasi. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Ariodillah Tegas! Pemkot Bandung Diminta Turunkan Ahli Konservasi Bukan BKAD

24 Oktober 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Permendiktisaintek
HEADLINE

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026

# Permendiktisaintek JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM -- Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) beberapa waktu lalu antara Panitia Kerja (Panja)...

unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026
PSEL

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

19 April 2026

Highlights

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

Dedi Mulyadi Rencanakan Underpass sebagai Solusi Macet Pasteur

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.