CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 20 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Mengenal Surat Menyurat Tempo Dulu di Museum Pos Indonesia

Yatti Chahyati
14 Januari 2019
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, PASJABAR.COM —  Mengenal sejarah bisa di sisi mana saja, salah satunya adalah mengenai surat menyurat tempo dulu yang dikenal dengan “pos”.

Berada di sebelah kanan Gedung Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Jalan Cilaki 73. Museum Pos Indonesia kerap dikunjungi oleh masyarakat, khususnya rombongan siswa TK hingga mahasiswa perguruan tinggi saat studi banding atau usai melaksanakan Ujian Tengah Semester.

Di temui beberapa waktu lalu, Indah (24) salah satu pengunjung berkata bahwa ia sempat beberapa kali mengunjungi museum pos, karena memang sebagai seorang pecinta sejarah ia menyenangi benda-benda dan cerita jaman dulu yang juga ia dapatkan di museum ini.

“Saya sudah tiga kali mampir ke Museum Pos Indonesia, senang bisa belajar sejarah pos  dan bagaimana orang saling berkirim surat di masa lalu, membuat saya mengetahuinya dengan melihat barang-barangnya langsung,” jelasnya antusias.

Baca juga:   Ini Langkah Pemprov Jabar Tarik Milenial Kunjungi Museum Gedung Sate

Di samping itu Indah juga menambahkan bahwa ia juga dapat melihat kumpulan perangko dari berbagai negara yang menurutnya sangat unik dan memiliki cerita-cerita yang menarik.

“Sayang sekali jika masyarakat yang tinggal di kota Bandung tidak menyempatkan kesini, karena letaknya ditengah kota, dekat taman dan museum yang lain, jadi jangan sampai dilewatkan,” tambahnya siang itu.

Mengenai sejarahnya sendiri, Museum Pos dibuka pada tahun 1931 dengan nama Museum Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT).

Ketika pertama didirikan, sebagian besar koleksinya berupa perangko dari dalam dan luar negeri. Setelah keadaannya yang kurang terawat selama Perang Dunia ke-II, dari tanggal 18 Desember 1980, koleksinya diusahakan untuk dilengkapi lagi dengan melakukan inventarisasi dan mengumpulkan benda-beda sejarah yang harus dijadikan koleksi museum.

Tiga tahun selanjutnya, museum diresmikan Menparpostel pada tanggal 27 September 1983, ketika Hari Bhakti Postel ke-30. Sampai pada masa itu, museum sudah memiliki koleksi benda-benda dan peralatan yang ada hubungannya dengan proses sejarah pos dari masa ke masa, selama lima masa pemerintahan yaitu dari masa Kompeni dan Bataafsche Republiek (1707-1803), masa pemerintahan Daendels (1808-1811), masa pemerintahan Inggris (1811-1816), masa pemerintahan Hindia Belanda (1866-1942), masa Jepang (1942-1945) dan masa Kemerdekaan.

Baca juga:   Ribuan Buruh Jabar Kepung Gedung Sate Jelang Pengumuman Penetapan UMK

Dengan mengunjungi museum ini juga dapat diketahui bahwa selama masa kemerdekaan, Pos Indonesia sekurang-kurangnya sudah lima kali ganti nama dan ganti lambang. awalnya Jawatan PTT (1945-1961), lalu jadi PN Postel (1962-1965), PN Pos dan Giro (1965-1978), Perum Pos dan Giro (1978-1995,) dan pada tahun 1995 jadi PT Pos Indonesia (Persero).

Pada tahun 2013, Museum pos  sudah dilengkapi gadget Win Audio tour guide, yang memudahkan pengunjung, untuk merasakan pengalaman berkeliling museum secara menyenangkan tanpa mengurangi nilai informasi edukasinya.

Baca juga:   FOTO : Pemeliharaan Koleksi Museum

Audio tourguide adalah seperangkat gadget yang memiliki tombol angka, dimana pengunjung dapat mendengarkan informasi audio, hanya dengan menekan angka sesuai dengan posisi objek pamer. Saat ini di Museum Pos Indonesia terdapat 50 objek audio guide, dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Dengan adanya audio guide ini,diharapkan pengunjung semakin mencintai museum, karena informasi audionya sudah di sesuaikan dengan menambah suasana hiburan, fun dan edukatif.

Untuk mengunjungi Museum Pos Indonesia pengunjung tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

Disamping itu juga akan mendapatkan brosur mengenai informasi dari Museum Pos Indonesia.

Adapun jam bukanya setiap hari Senin-Jum’at dari pukul 09:00-16:00  WIB, sementara itu di hari sabtu  dari pukul 09:00-13:00 WIB dan libur pada hari minggu. (Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: museummuseum pos indonesia


Related Posts

Sehari Menyusuri Jejak Sejarah: Empat Museum Surabaya yang Bisa Dikunjungi dalam Satu Rangkaian Perjalanan
PASNUSANTARA

Sehari Menyusuri Jejak Sejarah: Empat Museum Surabaya yang Bisa Dikunjungi dalam Satu Rangkaian Perjalanan

5 Maret 2026
60 Tahun Pasca G30S, Temu Sejarah Explore #9 Dorong Refleksi Sejarah Bangsa
PASNUSANTARA

60 Tahun Pasca G30S, Temu Sejarah Explore #9 Dorong Refleksi Sejarah Bangsa

26 Januari 2026
Mengenal Lebih Dekat Museum Dr. Soetomo, Jejak Sang Tokoh Kebangkitan Nasional di Surabaya
PASNUSANTARA

Mengenal Lebih Dekat Museum Dr. Soetomo, Jejak Sang Tokoh Kebangkitan Nasional di Surabaya

1 September 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

google
HEADLINE

Google Perluas Strategi Wearable Lewat Kacamata Pintar Gucci Berbasis XR

19 April 2026

WWW.PASJABAR.COM - Google dilaporkan memperluas strategi pengembangan kacamata pintar berbasis Android XR dengan menggandeng perusahaan optik global...

Permendiktisaintek

Cabut Permendiktisaintek No 3 Tahun 2026, Karena Tidak Adil Bagi PTS

19 April 2026
unpad

Unpad Imbau Peserta UTBK Jatinangor Disiplin Waktu dan Administrasi

19 April 2026
bnpb

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 April 2026
ITB

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

19 April 2026

Highlights

BNPB Catat Bencana Serentak Terkini di Sejumlah Wilayah Indonesia

ITB Wisuda 2026 Tekankan Pendidikan Inklusif dan Kisah Perjuangan Mahasiswa

Jabar Bangun PSEL Sarimukti dan Bogor, Atasi Sampah Perkotaan

Dedi Mulyadi: Peradaban Sunda Tertinggi Ada pada Nilai Rasa

Dies Natalis UIN Bandung, Dedi Dorong Akses Kuliah Gratis

Jabar Jadi Pilot Project Program Gentengisasi Rumah Subsidi Nasional

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.