CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 18 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Atasi Sampah dengan Kang Empos, Begini Caranya

Budi Arif
6 September 2023
Atasi Sampah dengan Kang Empos, Begini Caranya

Ketua Satgas Peduli Kelola Sampah PKS Kota Bandung, Danar Aji Pratomo mengatakan masyarakat yang tidak memiliki lahan luas dapat memanfaatkan karung, ember dan kompos untuk mengolah sampah organik. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Dalam upaya membantu Pemerintah atasi sampah, masyarakat Kota Bandung diajak untuk melakukan pemilahan sampah menggunakan model sederhana yaitu Kang Empos (karung, ember dan kompos) di saat TPA Sarimukti masih ditutup sementara akibat kebakaran kemarin. Meski terdapat TPA darurat, namun belum dapat menampung sampah se-Bandung Raya.

Saat ini, sampah-sampah di TPS termasuk di beberapa trotoar jalan di Kota Bandung menumpuk akibat belum terangkut ke TPA. Masyarakat sementara waktu diminta untuk mengolah sampah organik dengan menggunakan peralatan sederhana tanpa harus membutuhkan lahan luas.

Ketua Satgas Peduli Kelola Sampah PKS Kota Bandung, Danar Aji Pratomo mengatakan masyarakat yang tidak memiliki lahan luas dapat memanfaatkan karung, ember dan kompos untuk mengolah sampah organik. Hasil dari proses pengolahan tersebut dapat menjadi media tanam.

Baca juga:   Jakarta & Semarang Banjir: KAI Daop 2 Batalkan 4 Perjalanan KA Jarak Jauh, Penumpang Serbu Loket Refund!

“Modalnya kalau mau mengerjakan (mengolah sampah organik) cukup Rp50.000, modal ember, karung dan kompos,” ujar Danar, Selasa (5/9/2023) kemarin.

Jika tidak terdapat kompos, ia mengatakan dapat menggunakan tanah. Kompos digunakan untuk mempercepat proses pembusukan pada sampah organik yang diolah.

Sedangkan penggunaan karung, Danar mengatakan apabila sampah organik yang diolah sudah penuh dan tuntas dapat dikeluarkan dan digantikan dengan karung yang baru. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu menyiapkan ember, karung, sekam dan kompos.

Baca juga:   Panitia Jumaahan di Kedai Jante Rutin Diskusi Buku

Ia mengatakan karung dimasukan ke dalam ember. Selanjutnya karung yang terpasang di ember diisi terlebih dahulu oleh sekam. Kegunaan sekam yaitu untuk menyerap air lindi dari sampah organik yang diolah.

Setelah itu, kompos dimasukan ke dalam ember dan dilanjutkan sampah organik. Selanjutnya kompos dimasukkan kembali di atas sampah organik dan diaduk-aduk serta langsung ditutup.

Dikatakannya, apabila proses pengolahan sampah organik telah selesai maka didiamkan selama dua pekan agar sampah terdekomposisi. Selanjutnya dapat dipakai untuk media tanam.

“Didiamkan dua pekan akan terdekomposisi, bisa dipakai menjadi media tanam. Kalau tidak ada kompos bisa pakai tanah,” ucapnya.

Baca juga:   BRT Metro Jabar Trans Diluncurkan, Sediakan 6 Rute di Bandung Raya

Pelayanan Gratis Pembuatan Biopori

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama mengatakan partai berinisiatif membentuk satgas peduli kelola sampah di tengah permasalahan sampah yang muncul akibat TPA Sarimukti kebakaran.

Mereka akan memberi pelayanan gratis yaitu pembuatan lubang biopori, penyemprotan bio aktivator dan penyuluhan termasuk membuka hotline layanan.

Ia pun mengajak masyarakat dan kader untuk menjalankan program Kang Pisman yaitu kurangi, pisahkan dan manfaatkan. Diharapkan dapat meminimalisasi sampah yang dibuang ke TPS.

“Kita akan rekrut (relawan), mudah-mudahan di 30 DPC di 30 lecamatan masing masing bisa mengirimkan relawannya dan kemudian akan kita latih,” tandasnya. (rif)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: sampahSampah Organik


Related Posts

TPS bandung
HEADLINE

Volume Sampah Lebaran Naik, TPS di Bandung Alami Penumpukan

27 Maret 2026
Pemkot Cimahi peringati HPSN 2026 di Kampung Adat Cirendeu guna mengenang 21 tahun tragedi longsor TPA Leuwigajah. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Refleksi 21 Tahun Tragedi Leuwigajah: Pemkot Cimahi Peringati HPSN 2026 di Kampung Adat Cirendeu

21 Februari 2026
Sampah Kota Bandung
HEADLINE

Atasi Sampah Pemkot Bandung Terus Kembangkan KBS di Tingkat RW

13 Maret 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Dedi Mulyadi Ajak Muda-Mudi Jabar Menikah di KUA: Lebih Baik Jadi Raja Selamanya Daripada Raja Sehari!

18 April 2026

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan imbauan tegas namun menyentuh bagi para muda-mudi di...

Foto: Paul Childs/Action Images via Reuters

Prediksi Chelsea vs Manchester United: Misi Bangkit Si Biru di Tengah Ancaman Setan Merah

18 April 2026
Herve Renard. (REUTERS/Stringer)

Kejutan Besar! Herve Renard Resmi Dipecat Arab Saudi Jelang Piala Dunia 2026

18 April 2026
FSV Mainz 05 vs Racing Strasbourg. (Getty Images)

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

18 April 2026
Hasil Sassuolo vs Como 1907. (Foto: Getty Images/Luca Amedeo Bizzarri)

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

18 April 2026

Highlights

Drama dan Kericuhan di Prancis: Mainz 05 Tersingkir Tragis, Nadiem Amiri Diganjar Kartu Merah

Jay Idzes Tak Tergantikan! Tampil Tangguh Bawa Sassuolo Tumbangkan Como 1907 di Serie A

Inter Milan Gilas Cagliari 3-0, Nerazzurri Kian Tak Terbendung di Puncak Klasemen

Bukan untuk Kaum ‘Mendang-Mending’, Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir dengan Spek Monster dan Harga Sultan

Dilema Lini Depan Mikel Arteta: Havertz atau Gyokeres untuk Redam Manchester City di Etihad?

Kritik Pedas Morten Hjulmand: Arsenal Tim Membosankan dan Tak Menarik Ditonton!

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.