CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Kamis, 16 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASBANDUNG

Tunanetra, Cinta, dan Pendopo yang Jadi Saksi

admin
25 April 2019
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, PASJABAR.COM — Pendopo Kota Bandung pada Rabu (24/4/2019), seolah jadi saksi bersatunya cinta delapan pasangan yang menikah. Mereka menikah massal dalam kegiatan Mimbar Dhuafa yang diselenggarakan Pemkot Bandung.

Mimbar Dhuafa adalah kegiatan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan itu sudah berlangsung selama 30 tahun dan dilaksanakan rutin setahun sekali.

Selain nikah massal, di lokasi juga dilakukan pemberian santunan bagi dhuafa hingga berbagai acara hiburan. Mimbar Dhuafa secara tidak langsung menjadi ‘pesta’ untuk membahagiakan kaum dhuafa.

Delapan pasangan yang menikah itu mayoritas merupakan disabilitas. Salah satunya pasangan tunanetra asal Tasikmalaya, Ajat (58) dan Yayah (42). Kebahagiaan pun terpancar dari raut wajah pasangan ini. Mereka sering terlihat tersenyum.

Baca juga:   Dewan Tak Setuju IMB Kota Bandung Dihapuskan

Usai menikah, Ajat dan Yayah berharap bisa segera mendapatkan momongan. Meski begitu, mereka tidak muluk-muluk soal harapannya itu.

“Saya mah punya anak satu juga cukup,” ucap Ajat.

Bagi keduanya, bisa menikah saja sudah jadi hal yang sangat disyukuri. Sebab, jalinan cinta yang terjalin sejak Agustus tahun lalu akhirnya bisa bersatu dengan status pernikahan.

Ia pun tidak terpikir untuk berbulan madu seperti orang lain. Selain terbentur biaya, Ajat dan Yayah lebih senang mencari nafkah agar roda ekonomi di rumah tangganya bisa berputar.

Baca juga:   Belasan Pasangan Disabilitas Jalani Nikah Massal

Pasangan ini sama-sama merupakan tukang pijat di Tasikmalaya. Pekerjaan itulah yang ke depan diharapkan mampu menopang ekonomi keluarga, termasuk jika nantinya memiliki anak.

“Mau tetap usaha pijat aja. Kalau ada modalnya nanti mau bikin warung untuk menopang ekonomi,” tutur Ajat.

Setelah menikah, Ajat dan sang istri sangat menantikan bulan Ramadan. Sebab, Ramadan ini keduanya memiliki kehidupan dan status baru.

Yang paling dinantikan adalah momen santap sahur dan buka bersama. “Mudah-mudahan nanti juga bisa salat tarawih bareng,” tutur Ajat.

Baca juga:   Disabilitas Netra Bandung Minati Jualan Online

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengapresiasi pelaksanaan Mimbar Dhuafa yang konsisten berjalan setiap tahun. Apalagi, kegiatan itu tidak memakai uang rakyat alias APBD. Panitia mendapatkan seluruh pendanaan dari sponsor dan donatur.

“Saya sangat respek dan memberikan apresiasi karena ini bagian daripada visi-misi Mang Oded juga (Bandung Agamis),” ungkap Oded.

Ia pun berharap Mimbar Dhuafa akan terus berjalan di tahun-tahun mendatang. Sehingga, tradisi selama 30 tahun dalam menyambut Ramadan itu bisa tetap terjaga. (ors)

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: nikah massalPemkot Bandung Pusatkan Tiga Hal di 2020tuna netra


Related Posts

nikah massal
PASNUSANTARA

Kemenag Beri Fasilitas Nikah Massal untuk 29 Pasangan WNI di Taiwan

15 Mei 2024
Pemkot Segera Alihkan Pengelolaan Kebun Binatang Bandung
PASBANDUNG

Pemkot Segera Alihkan Pengelolaan Kebun Binatang Bandung

4 Juli 2023
Belasan Pasangan Disabilitas Jalani Nikah Massal
PASBANDUNG

Belasan Pasangan Disabilitas Jalani Nikah Massal

27 Februari 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

harga plastik
HEADLINE

Kenaikan Harga Plastik Picu Penurunan Sampah di Kota Cimahi

16 April 2026

CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM - Kenaikan harga plastik di pasaran mulai berdampak pada perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan plastik...

Agus Sutisna

Agus Sutisna Ditemukan Tewas Setelah Terjun Selamatkan Siswi Hanyut

16 April 2026
remaja hanyut

Remaja Tewas Hanyut di Sungai Cibanjaran, Penolong Masih Hilang

16 April 2026
potensi cuaca ekstrem

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

16 April 2026
kasus dosen unpad

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

16 April 2026

Highlights

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatra hingga Jawa

Rektorat Unpad Nonaktifkan Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, Dan Lakukan Investigasi

Transformasi RS Rajawali, Primaya Perkuat Layanan Medis Modern di Bandung

Kenalan Lewat Game Online Siswi SMP di Bandung Barat Diculik Remaja

NASA Pilih Voyager untuk Misi Astronot Swasta Ketujuh ke ISS

Banjir Bandung, KDM Soroti Tata Ruang dan Normalisasi Sungai

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.