CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Jumat, 17 April 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home HEADLINE

Cecep : BPR Belum Siap Hadapai Krisis Keuangan Dimasa Pandemi COVID-19

admin
20 Mei 2020
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Bank Perkreditan Rakyat ternyata belum memiliki konsep dalam menghadapi situasi dan krisis pandemic COVID-19. Hal tersebut diungkapkan Cecep Taofiqkurrochman dalam sidang terbukan Program Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas), pada Senin (18/5/2020) secara daring yang disiarkan langsung di channel youtube Pastv.

“Memang saat ini BPR belum memiliki sistem khusus menghadapi situasi krisis pamemi COVID-19 ini, hal itu dikarenakan jika situasi seperti ini baru dialami Indonesia dan bahkan dunia. Sehingga kedepan harus mulai dipersiapakan oleh BPR. Apalagi, saat ini BPR menjadi salah satu bagian ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Dalam sidang disertasi itu, Cecep menyampaikan desertasi berjudul berjudul Pengaruh Tata Kelola Terhadap Manajemen Resiko dan Keputusan Keuangan Serta  Implikasinya Pada Kinerja Keuangan (Survey Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Provinsi Jawa Barat).

Penelitian ini pun dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan mengenalis bukti empiris dan menemukan kejelasan fenomena-fenomena tentang tata kelola, manajemen risiko, keputusan keuangan dan kinerja keuangan BPR di Provinsi Jawa Barat, serta untuk mengetahui dan meganalisis bukti pengaruh tata kelola terhadap manajemen risiko dan keputusan  keuangan, dan bukti pengaruh manajemen risiko dan keputusan keuangan terhadap kinerja keuangan baik secara parsial maupun secara parsial terhadap kinerja keuangan.

“Unit analisis pada penelitian ini adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) konvensional pada wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat dengan jumlah populasi sebanyak 122 BPR, dengan mengambil sampel seluruh anggota populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket terhadap pihak manajemen masing-masing BPR dengan menggunakan skala likert,” terangnya saat memaparkan penelitian.

Baca juga:   PASTV : Senator Malaysia Klik Pasjabar

Adapun Uji persyaratan analisis mengunakan uji validitas, reliabibitas, normalitas serta uji asumsi goodness of fit (GOF).

Untuk Metode analisis yang digunakan adalah analisis structural equation modelling (SEM) yang dibantu dengan  program lisrel 8.70.

“Hasil penelitian ini menunjukkan Penerapan prinsip -prinsip tata kelola pada BPR di Provinsi Jawa Barat berada pada kriteria cukup baik menuju sangat baik. Tata kelola diperoleh dimensi terbesar keterbukaan/transfaransi. Sedangkan dimensi terkecilnya dimensi kewajaran, adapun aspek yang tertinggi adalah pelaksanaan prinsip transaparansi dalam tata kelola BPR telah dilaksanakan dengan baik oleh manajemen BPR. dan aspek terkecilnya adalah kondisi ini dapat diartikan bahwa BPR di Provinsi Jawa Barat belum sepenuhnya menerapkan sistem perhargaan dan saksi pada karyawaannya dalam menunjang tata kelola BPR yang lebih baik lagi,” urainya.

Penerapan manajemen risiko pada BPR di Provinsi Jawa Barat, berada pada kriteria cukup baik menuju sangat baik. Manajemen resiko diperoleh dimensi terbesar pengawasan aktif D/K. dan dimensi terkecil Proses manajemen resiko. adapun aspek yang tertinggi adalah penyusunan kebijakan dan pedoman, peningkatan kompetensi, persetujuan kebijakan oleh Komisaris dan pemantau oleh Komisaris. menjadi dimensi yang memperoleh tanggapan responden paling baik diantara dimensi-dimensi lainnya.

Baca juga:   Promosi Doktor Ilmu Sosial Norman Suseno Kaji Strategi Peningkatan Disiplin Kerja Pegawai di BKPSDMD Kabupaten Merangin

“Sedangkan dimensi terkecil adalah proses managemen resiko yang meliputi kegiatan Identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian resiko belum dilaksanakan dengan optimal oleh SDM yang bertanggung jawab yaitu bagian Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) atau Pejabat Eksekutif (PE),” lanjutnya.

Untuk itu SKMR atau PE BPR harus Iebih produktif dalam mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin timbul mencakup seluruh aktivitas BPR dalam rangka menganalisa sumber dan kemungkinan timbulnya risiko serta dampaknya.

Sementara itu, Kebijakan keputusan keuangan pada BPR di Provinsi Jawa Barat. berada pada kriteria cukup baik menuju sangat baik, Keputusan keuangan dimensi terbesar adalah keputusan investasi, dan dimensi terkecil adalah keputusan pendanaan.

Adapun aspek tertinggi adalah Untuk memenuhi ketentuan pembentukan PPAP, BPR di Provinsi Jawa Barat sudah memenuhi ketentuan sebagai berikut yang pertama Memenuhi ketentuan pembentukan PPAP umum yaitu membean PAAP sebesar minimal adalah 0.5% dari aktiva produktif yang digolongkan lancar (tidak tennasuk SBI).

Kedua, memenuhi ketentuan pembentukan PPAP, dan aspek terendah Pengukuran dimensi keputusan pendanaan melibatkan 6 (enam) indikator, meliputi peryataan persetujuan bahwa Pendanaan dari tabungan dan deposito dijamin oleh lembaga penjaminan simpanan, persetujuan bahwa Penentuan suku bunga simpanan memenuhi ketentuan Lembaga Penjaminan Simpanan. persetujuan bahwa Pendanaan dari pihak ketiga lebih besar dari dana pihak ke satu dan dua, persetujuan bahwa Pendanaan dari deposito tidak tergantung pada kiedilur inti.

Baca juga:   Kenaikan Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah Naik 26,93 Persen

“Persetujuan bahwa Pendanaan oleh BPR sebagian besar bersumber pada dana yang berbiaya murah dan persetujuan bahwa Pendanaan dari pemilik mudah terpenuhi jika diperlukan. Indikator yang perlu mendapat perhatian adalah terkait pendanaan oleh BPR masih bersumber pada pendanaan yang berbiaya tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa bagian pendanaan BPR di Provinsi Jawa Barat belum mampu menghimpun dana dari sumber dana yang berbiaya murah (tabungan) sebagian besar masih bersumber dari dana deposito nasabah,” ulasnya.

Kinerja keuangan pada BPR di Provinsi Jawa Barat disebutkannya, berada pada kriteria cukup baik menuju sangat baik. Kinerja keuangan dengan dimensi terbesar Kinerja permodalan dan dimensi terendah kinerja kualitas Aset.

“Hal ini mengindikasikan bahwa pengambilan keputusan keuangan  bahwa tata kelola, manajemen risiko, keputusan keuangan dan kinerja keuangan di provinsi Jawa Barat berada pada kategori baik. Tata kelola terbukti berpengaruh terhadap manajemen risiko dan keputusan keuangan. Manajemen risiko dan keputusan keuangan terbukti berpengaruh baik secara simultan maupun secara parsial terhadap kinerja keuangan,” tutupnya.

Dari sidang ini Cecep pun dinyatakan lulus dengan IPK 3,62 dengan nilai yudisium sangat memuaskan. (Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: BPRCecepdesertasipascasarjana unpasprogram doktor manajemensidang daringsidang desertasisidang doktor


Related Posts

Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Melda Yunita Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Teliti IKM Produk Makanan di Prov Bengkulu

16 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Bahtera Gurning Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Soroti Akses Keadilan Pekerja

14 April 2026
Pascasarjana Unpas
HEADLINE

Didi Tasidi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Penipuan Investasi

14 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

Para pemain Dewa United. (Foto: Dok. Dewa United)
HEADLINE

Tantangan Berat Dewa United: Jan Olde Riekerink Waspadai Kekuatan Maung Bandung

17 April 2026

BANTEN, WWW.PASJABAR.COM – Pertandingan sengit akan tersaji pada pekan ke-28 Super League 2025/2026 saat Dewa United FC...

Nyari Gawe

Ratusan Ribu Pencari Kerja Gunakan Aplikasi Nyari Gawe Jawa Barat

17 April 2026
Veda Ega Pratama menjalani latihan di Sirkuit Aspar dan Sirkuit Alcarras sebelum balapan di Moto3 Spanyol 2026. (Honda Team Asia)

Pantang Bersantai! Veda Ega Pratama Jajal Sirkuit Favorit Marc Marquez Jelang Moto3 Spanyol

17 April 2026
Persib Bandung

Dewa United vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Diimbau Dukung dari Rumah

17 April 2026
halaman gedung sate

Dedi Mulyadi Tata Halaman Gedung Sate untuk Atasi Kemacetan

17 April 2026

Highlights

Dewa United vs Persib Bandung Digelar Tanpa Penonton, Bobotoh Diimbau Dukung dari Rumah

Dedi Mulyadi Tata Halaman Gedung Sate untuk Atasi Kemacetan

Wakil Ketua DPR RI Tinjau Banjir Rancaekek dan Salurkan Bantuan

Empat Agensi K-Pop Jajaki Proyek Festival Musik Global Fanomenon

Gemini Resmi Hadir di Mac, Google Perluas Layanan AI Desktop

Sungai Citarum Gerus Jembatan di Ibun, Akses Antar Kecamatan Putus

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.