CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 9 Desember 2025
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home PASNUSANTARA

Vaksin Sinovac Kini Bisa Dipakai Lansia

Yatti Chahyati
8 Februari 2021
FOTO : Gebyar Vaksin Covid-19 di Sabuga

vaksinasi (pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengeluarkan Emergency Use Authorization (EuA) atau izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 buatan Sinovac.

EuA yang diterbitkan pada 5 Februari 2021 ini membolehkan lansia atau orang berusia di atas 60 tahun menerima vaksin Sinovac. Keputusan ini diambil setelah BPOM melakukan pembahasan bersama berbagai pihak terkait.

Untuk lansia, ada perbedaan selang waktu vaksinasi. Jika pada usia 18-59 tahun antara suntikan pertama dan kedua berjarak 14 hari, untuk lansia selang waktunya 28 hari.

Namun, karena populasi lansia merupakan populasi berisiko tinggi, maka pemberian vaksin harus dilakukan secara hati-hati. Itu karena kelompok lansia cenderung memiliki berbagai penyakit penyerta atau komorbid yang harus diperhatikan dalam penggunaan vaksin tersebut.

“Oleh karena itu, proses skrining menjadi sangat kritikal sebelum dokter memutuskan untuk memberikan persetujuan vaksinasi,” tegas Kepala BPOM Penny K. Lukito di laman resmi BPOM, Minggu (7/2/2021).

Agar pelaksanaan vaksinasi untuk lansia bisa berjalan lancar, BPOM sudah memberikan informasi kepada pihak terkait. Sehingga, pada pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi lansia bisa diketahui prosedurnya.

“Badan POM telah mengeluarkan Informasi untuk tenaga kesehatan (Fact Sheet) yang dapat digunakan sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dan vaksinator dalam melakukan skrining sebelum pelaksanaan vaksinasi,” jelas Penny.

Baca juga:   Menag Keluarkan SE Pengaturan Pengeras Suara di Masjid dan Musala

Selain itu, ia mengingatkan manajemen risiko harus direncanakan dengan sebaik-baiknya. Itu sebagai langkah antipasti mitigasi risiko apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan setelah pemberian vaksin.

Penyediaan akses pelayanan medis dan obat-obatan untuk penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang mungkin terjadi juga harus menjadi perhatian bagi penyelenggara pelayanan vaksinasi untuk lansia. Selain itu, kesiapsiagaan petugas kesehatan di lapangan juga merupakan hal yang sangat penting.

Selain menyetujui indikasi untuk kelompok Lansia, Badan POM juga memberikan persetujuan untuk alternatif durasi pemberian pada 0 dan 28 hari untuk populasi dewasa yang menjadi alternatif penggunaan pada kondisi rutin (di luar kondisi pandemi).

Meskipun durasi pemberian 0 dan 28 hari menunjukan imunogenisitas baik, tetapi dalam masa pandemi untuk mendapatkan cakupan imunisasi yang cepat dengan regimen yang lengkap lebih disarankan menggunakan jadwal pemberian 0 dan 14 hari.

Setelah memberi persetujuan terhadap Vaksin Sinovac terseut, BPOM akan mengevaluasi beberapa vaksin yang akan digunakan oleh pemerintah dalam program vaksinasi. Dalam hal ini, Badan POM akan selalu mengacu pada standar Internasional dan yang telah ditetapkan oleh WHO dalam menerapkan standar dan persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu dari vaksin yang tersedia.

Baca juga:   Wagub Jabar Apresiasi Presiden RI Gratiskan Vaksinasi COVID-19

“Badan POM akan terus menjalin koordinasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan dan pihak terkait lainnya guna menyukseskan program Vaksinasi COVID-19 sesuai tugas dan fungsinya,” tutur Penny.

Penerbitan EuA Berdasarkan Data

Sebelum mengeluarkan EuA, Badan POM terus memonitor perkembangan uji klinik pada lansia yang dilaksanakan di Brazil dan China. Selain itu, pihaknya juga berkomunikasi dengan pihak terkait sebagai upaya mendapatkan data-data keamanan dan khasiat yang menunjang untuk penggunaan vaksin pada kelompok Lansia.

Penny mengatakan, pada akhir Januari 2021, uji klinik fase 2 di China dan fase 3 di Brazil pada kelompok usia 60 tahun ke atas telah mencapai jumlah subjek yang memadai dan diserahkan kepada Badan POM untuk dievaluasi.

“Selain melakukan evaluasi terhadap perkembangan data uji klinik yang dilakukan pada kelompok lansia, Badan POM menjalin komunikasi dengan pihak terkait sebagai upaya untuk mendapatkan data-data keamanan dan khasiat yang menunjang penggunaan vaksin pada kelompok lansia,” ungkapnya.

Baca juga:   36 Ribu Guru di Bandung Ditargetkan Sudah Divaksin Hingga Akhir Mei

“Selain itu, Sinovac juga telah memiliki data penggunaan vaksin untuk kelompok lansia pada uji klinik fase 2,” ucap Penny.

Menurutnya, dari uji klinik fase 1 dan 2 di China yang melibatkan subjek lansia sebanyak sekitar 400 orang, menunjukkan vaksin CoronaVac yang diberikan dalam 2 dosis vaksin dengan jarak 28 hari memberi hasil imunogenisitas yang baik, yaitu dengan seroconversion rate setelah 28 hari pemberian dosis kedua adalah 97,96% dan keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik, serta tidak ada efek samping serius derajat 3 yang dilaporkan akibat pemberian vaksin.

Sementara dari hasil uji klinik fase 3 di Brazil dengan subjek lansia sebanyak 600 orang, diperoleh hasil bahwa pemberian vaksin CoronaVac pada kelompok usia 60 tahun ke atas aman, tidak ada kematian dan efek samping serius derajat 3 yang dilaporkan.

“Efek samping yang umum terjadi berdasarkan uji klinik yang dilakukan, antara lain nyeri pada tempat penyuntikan, mual, demam, bengkak, kemerahan pada kulit sebesar 1,19%, dan sakit kepala sebesar 1,19%,” jelas Penny. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: BpomVaksin COVID-19


Related Posts

keracunan mbg
HEADLINE

BPOM: Tiga Faktor Penyebab Keracunan dalam Program MBG

15 Mei 2025
kosmetik ilegal
HEADLINE

BPOM Ungkap Modus Baru Peredaran Kosmetik Ilegal

22 Februari 2025
bio farma bpom
HEADLINE

Bio Farma dan BPOM Kolaborasi Tingkatkan Ketahanan Kesehatan Nasional

16 Januari 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
No Result
View All Result

Trending

unpas
HEADLINE

Kejati Jawa Barat dan Unpas Gelar Kuliah Umum Peringati Hakordia 2025

9 Desember 2025

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat bekerja sama...

susu ijan pungkur

Susu Ijan Pungkur, Ikon Kuliner Tempo Dulu Bandung yang Legendaris

9 Desember 2025
Beasiswa Unpad untuk Mahasiswa

Unpad Prioritaskan Beasiswa dan Dukungan Hidup 44 Mahasiswa Korban Bencana Sumatera

9 Desember 2025
penemuan mayat bandung

Warga Otista Bandung Geger, Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

9 Desember 2025
Paguyuban Pasundan Galang Dana Sumatera

Paguyuban Pasundan Galang Dana untuk Bencana Sumatera

9 Desember 2025

Highlights

Warga Otista Bandung Geger, Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Paguyuban Pasundan Galang Dana untuk Bencana Sumatera

Harga Cabai di Pasar Kosambi Melonjak Tajam Jelang Natal dan Tahun Baru

Peringatan Hakordia 2025: Seruan Global Melawan Korupsi

Lando Norris Juara Dunia F1 2025, Raih Trofi dan Nomor Balap #1

Kebakaran Gudang Besi Bandung di Soekarno Hatta, Kerugian Ratusan Juta

PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.